Kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah tata bahasa, baik itu ejaan maupun tanda bacanya. Sehingga kalimat tersebut mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya. Selain itu, kalimat efektif juga dapat menyampaikan gagasan-gagasan atau ide yang ingin disampaikan oleh penulis, atau pembicara pada pembaca maupun pendengar.
Salah satu faktor yang dijadikan penanda untuk melihat efektivitas suatu kalimat adalah ketersampaian pesan penulis atau pembicara pada pembaca maupun pendengar. Jika pesan yang diterima oleh pembaca atau pendengar sama dengan yang ditulis oleh penulis maupun yang dibicarakan oleh pembicara, maka kalimat-kalimat tersebut merupakan kalimat efektif.
Syarat kalimat efektif:
- Sesuai PUEBI.
- Logis.
- Tidak ambigu.
- Hemat kata.
- Ketegasan topik.
Ciri-ciri kalimat efektif:
- Kesepadanan
- Kesejajaran
- Ketegasan
- Kecermatan
- Kehematan
- Kepaduan
- Kelogisan
Kutipan:
Pak Muhidin beserta anaknya tak dapat lagi berjualan di pinggir jalan protokol setelah barang dagangan Pak Muhidin dan anaknya terkena razia petugas. Pak Muhidin, tidak putus asa bersama anaknya. Penjual pakaian jadi itu berjualan keliling kampung.
Klausa 'Pak Muhidin dan anaknya terkena razia petugas' menunjukkan makna jamak, sehingga dapat diganti dengan kata ganti 'mereka'. Adapun frasa 'Pak Muhidin' dan klausa 'Penjual pakaian jadi itu' merujuk kepada persona tunggal yang dapat diganti dengan kata ganti 'ia'.
Sehingga, pembenaran yang terjadi pada kata-kata bercetak miring di atas ialah "mereka, ia, ia".
Dengan demikian, jawaban yang tepat ialah pilihan A.