Iklan

Pertanyaan

Pasca kemerdekaan Presiden Soekarno mendeklarasikan ide partai tunggal yang menunjukkan kekuasaan Presiden terlalu besar. Partai tersebut adalah...

Pasca kemerdekaan Presiden Soekarno mendeklarasikan ide partai tunggal yang menunjukkan kekuasaan Presiden terlalu besar. Partai tersebut adalah...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

12

:

43

:

37

Klaim

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

partai tunggal yang dimaksud adalah PNI.

partai tunggal yang dimaksud adalah PNI.

Pembahasan

Pembahasan
lock

Gagasan tentang partai di Indonesia sudah muncul jauh sebelum kemerdekaan. Di era pergerakan nasional, topik kepartaian telah memicu sejumlah diskusi dan perdebatan. Kelahiran Pendidikan Nasional Indonesia (PNI) yang diinisiasi Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, misalnya, bukan hanya sebagai jawaban atas Partai Nasional Indonesia (dan kemudian Partindo), melainkan juga dapat diletakkan dalam konteks perdebatan tentang model-model kepartaian. Perdebatan itu terus berlangsung dan memuncak pada awal-awal kemerdekaan. Beberapa elite politik mulai memikirkan perlunya Indonesia menjadi negara demokratis. Dan untuk itu, perlu dibangun pula infrastruktur demokrasi agar aspirasi dan suara rakyat bisa tersalurkan lewat jalur yang demokratis. Di sisi lain, beberapa elite tidak menghendaki adanya banyak partai. Mereka menginginkan sistem partai tunggal yang diharapkan bisa mengayomi seluruh rakyat Indonesia. Partai, bagi mereka, hanyalah pemecah belah rakyat dan menjadi batu sandungan bagi terbentuknya persatuan dan kesatuan bangsa. Sukarno, misalnya, masih merawat hasrat keberadaan sebuah partai pelopor yang menjadi satu-satunya partai. Dalam bayangan Sukarno, partai semacam itu akan menjadi wadah bagi seluruh spektrum politik yang ada. Ia sebenarnya sempat merealisasikan gagasan partai pelopor ketika Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menyetujui desakannya soal pembentukan partai negara pada 22 Agustus 1945. Lima hari berikutnya, 27 Agustus, PPKI mengumumkan secara resmi berdirinya Partai Nasional Indonesia (PNI) sebagai partai negara. Dalam pengumuman itu disebutkan juga mengenai pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang menjalankan fungsi parlemen. PNI cuma bertahan sangat singkat, hanya empat hari. Pada 1 September partai tersebut dibubarkan lantaran dikhawatirkan bisa menjadi pesaing KNIP. Dengan demikian, partai tunggal yang dimaksud adalah PNI.

Gagasan tentang partai di Indonesia sudah muncul jauh sebelum kemerdekaan. Di era pergerakan nasional, topik kepartaian telah memicu sejumlah diskusi dan perdebatan. Kelahiran Pendidikan Nasional Indonesia (PNI) yang diinisiasi Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, misalnya, bukan hanya sebagai jawaban atas Partai Nasional Indonesia (dan kemudian Partindo), melainkan juga dapat diletakkan dalam konteks perdebatan tentang model-model kepartaian. Perdebatan itu terus berlangsung dan memuncak pada awal-awal kemerdekaan. Beberapa elite politik mulai memikirkan perlunya Indonesia menjadi negara demokratis. Dan untuk itu, perlu dibangun pula infrastruktur demokrasi agar aspirasi dan suara rakyat bisa tersalurkan lewat jalur yang demokratis. Di sisi lain, beberapa elite tidak menghendaki adanya banyak partai. Mereka menginginkan sistem partai tunggal yang diharapkan bisa mengayomi seluruh rakyat Indonesia. Partai, bagi mereka, hanyalah pemecah belah rakyat dan menjadi batu sandungan bagi terbentuknya persatuan dan kesatuan bangsa. Sukarno, misalnya, masih merawat hasrat keberadaan sebuah partai pelopor yang menjadi satu-satunya partai. Dalam bayangan Sukarno, partai semacam itu akan menjadi wadah bagi seluruh spektrum politik yang ada. Ia sebenarnya sempat merealisasikan gagasan partai pelopor ketika Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menyetujui desakannya soal pembentukan partai negara pada 22 Agustus 1945. Lima hari berikutnya, 27 Agustus, PPKI mengumumkan secara resmi berdirinya Partai Nasional Indonesia (PNI) sebagai partai negara. Dalam pengumuman itu disebutkan juga mengenai pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang menjalankan fungsi parlemen. PNI cuma bertahan sangat singkat, hanya empat hari. Pada 1 September partai tersebut dibubarkan lantaran dikhawatirkan bisa menjadi pesaing KNIP.

Dengan demikian, partai tunggal yang dimaksud adalah PNI.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Iklan

Pertanyaan serupa

PNI diketuai oleh .…

1

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2025 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia