Iklan

Pertanyaan

Si Pelindung Banjir

Siapa kau sebenarnya
Jasamu yang telah melindungi
Banjir yang mengerikan
Ternyata kau adalah hutan

Aku suka dengan jasamu
Yang telah melindungi dari banjir bandang
Yang maha dahsyat

Tetapi apa gunanya kau
Bila kau gundul
Di tangan orang-orang yang tak tahu diri

Oleh: Fajar Laksana, SDN Modopuro 3, Mojokertospace

Parafrasekan puisi tersebut menggunakan ejaan kata yang benar dan tidak merubah makna puisi!

Parafrasekan puisi tersebut menggunakan ejaan kata yang benar dan tidak merubah makna puisi!space

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

01

:

02

:

47

Klaim

Iklan

N. Juliana

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

hasil parafrase puisi di atas dengan menggunakan ejaan kata yang benar dan tidak merubah makna puisi adalah "Wahai sang pelindung banjir, siapakah kau sebenarnya? Jasamu yang begitu besar karena telah melindungi kami dari bencana banjir yang mengerikan. Wahai sang pelindung banjir, ternyata kau adalah hutan. Wahai sang pelindung banjir, aku suka dengan jasamu yang telah melindungi kami dari banjir bandang yang maha dahsyat. Tetapi apa gunanya kau sekarang ini, bila kau gundul di tangan orang-orang yang tak tahu diri."

hasil parafrase puisi di atas dengan menggunakan ejaan kata yang benar dan tidak merubah makna puisi adalah "Wahai sang pelindung banjir, siapakah kau sebenarnya? Jasamu yang begitu besar karena telah melindungi kami dari bencana banjir yang mengerikan. Wahai sang pelindung banjir, ternyata kau adalah hutan. Wahai sang pelindung banjir, aku suka dengan jasamu yang telah melindungi kami dari banjir bandang yang maha dahsyat. Tetapi apa gunanya kau sekarang ini, bila kau gundul di tangan orang-orang yang tak tahu diri."space

Pembahasan

Parafrase atau parafrasa adalah pengungkapan kembali suatu tuturan bahasa ke dalam bentuk bahasa lain tanpa mengubah pengertian. Pengungkapan kembali tersebut bertujuan untuk menjelaskan makna yang tersembunyi. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam membuat parafrase, yaitu: Membaca teks keseluruhan Menentukan pokok-pokok pikiran wacana Menetukan tuturan yang hendak menjadi variasinya Menyusun pokok pikiran tanpa mengubah arti Menyempurnakan pokok pikiran Membentuk wacana sesuai keinginan Berdasarkan penjelasan di atas, maka parafrase untuk puisi di atas adalah sebagai berikut: Parafrase pada bait pertama yaitu "Wahai sang pelindung banjir, siapakah kau sebenarnya? Jasamu yang begitu besar karena telah melindungi kami dari bencana banjir yang mengerikan. Wahai sang pelindung banjir, ternyata kau adalah hutan." Parafrase pada bait kedua yaitu "Wahai sang pelindung banjir, aku suka dengan jasamu yang telah melindungi kami dari banjir bandang yang maha dahsyat." Parafrase pada bait ketiga yaitu "Tetapi apa gunanya kau sekarang ini, bila kau gundul di tangan orang-orang yang tak tahu diri." Dengan demikian, hasil parafrase puisi di atas dengan menggunakan ejaan kata yang benar dan tidak merubah makna puisi adalah "Wahai sang pelindung banjir, siapakah kau sebenarnya? Jasamu yang begitu besar karena telah melindungi kami dari bencana banjir yang mengerikan. Wahai sang pelindung banjir, ternyata kau adalah hutan. Wahai sang pelindung banjir, aku suka dengan jasamu yang telah melindungi kami dari banjir bandang yang maha dahsyat. Tetapi apa gunanya kau sekarang ini, bila kau gundul di tangan orang-orang yang tak tahu diri."

Parafrase atau parafrasa adalah pengungkapan kembali suatu tuturan bahasa ke dalam bentuk bahasa lain tanpa mengubah pengertian. Pengungkapan kembali tersebut bertujuan untuk menjelaskan makna yang tersembunyi.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam membuat parafrase, yaitu:

  1. Membaca teks keseluruhan
  2. Menentukan pokok-pokok pikiran wacana
  3. Menetukan tuturan yang hendak menjadi variasinya
  4. Menyusun pokok pikiran tanpa mengubah arti
  5. Menyempurnakan pokok pikiran
  6. Membentuk wacana sesuai keinginan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka parafrase untuk puisi di atas adalah sebagai berikut:

  • Parafrase pada bait pertama yaitu "Wahai sang pelindung banjir, siapakah kau sebenarnya? Jasamu yang begitu besar karena telah melindungi kami dari bencana banjir yang mengerikan. Wahai sang pelindung banjir, ternyata kau adalah hutan."
  • Parafrase pada bait kedua yaitu "Wahai sang pelindung banjir, aku suka dengan jasamu yang telah melindungi kami dari banjir bandang yang maha dahsyat."
  • Parafrase pada bait ketiga yaitu "Tetapi apa gunanya kau sekarang ini, bila kau gundul di tangan orang-orang yang tak tahu diri."


Dengan demikian, hasil parafrase puisi di atas dengan menggunakan ejaan kata yang benar dan tidak merubah makna puisi adalah "Wahai sang pelindung banjir, siapakah kau sebenarnya? Jasamu yang begitu besar karena telah melindungi kami dari bencana banjir yang mengerikan. Wahai sang pelindung banjir, ternyata kau adalah hutan. Wahai sang pelindung banjir, aku suka dengan jasamu yang telah melindungi kami dari banjir bandang yang maha dahsyat. Tetapi apa gunanya kau sekarang ini, bila kau gundul di tangan orang-orang yang tak tahu diri."space

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

3

Iklan

Pertanyaan serupa

Setelah membacanya dengan saksama, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini! 2. Usaha apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga alam?

3

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia