Schmidt-Ferguson mengklasifikasikan iklim dengan cara membandingkan rata-rata bulan kering dengan rata-rata bulan basah (Q). Rumus untuk menghitung Q adalah:
Q = (Banyaknya bulan kering/Banyaknya bulan basah) x 100%
Klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson, yaitu:
Iklim A : Q = 0 - 14,3% (sangat basah)
Iklim B : Q = 14,3% - 33,3% (basah)
Iklim C : Q = 33,3% - 60,3% ( agak basah)
Iklim D : Q = 60,3% - 100% (sedang)
Iklim E : Q = 100% - 167% (agak kering)
Iklim F : Q = 167% - 300% (kering)
Iklim G : Q = 300% - 700% (sangat kering)
Iklim H : Q = > 700% (luar biasa kering)
Berdasarkan keterangan pada soal, maka klasifikasi iklim di Banda Aceh adalah:
Q = (Banyaknya bulan kering/Banyaknya bulan basah) x 100%
= (3/9) x 100%
= 33% (Iklim B, basah)
Keterangan:
Banyaknya bulan basah didapatkan dari hasil pengurangan jumlah bulan selama setahun (12 bulan) dengan jumlah bulan kering dalam setahun (3 bulan). Sehingga, didapatkan hasil banyaknya bulan basah berjumlah sebanyak 9 bulan.
Rata-rata antara bulan kering dan bulan basah di Banda Aceh adalah 33%. Hal ini berarti Banda Aceh memiliki jenis iklim B pada klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson. Jadi, jawaban yang benar adalah Iklim B, basah.