Pasca proklamasi kemerdekaan, Indonesia harus memenuhi syarat berdirinya suatu negara secara de facto dan de jure dengan mendapatkan pengakuan dari negara lain. Untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari negara lain. Indonesia giat melakukan diplomasi ke negara-negara Asia dan Afrika, salah satunya India. Pada sekitar tahun 1946, India mengalami krisis pangan dan bencana kelaparan berskala nasional. Mendengar kabar tersebut, Sutan Sjahrir berinisiatif untuk memberikan bantuan beras kepada India. Tujuan Sutan Sjahrir memberikan bantuan kepada India tidak hanya untuk alasan kemanusiaan, namun juga demi kepentingan politik Indonesia. Pada 18 Mei 1946, Indonesia berhasil melakukan diplomasi dengan India dan mengirimkan 500.000 ton beras kepada K.L Punjabi yang merupakan perwakilan India di Indonesia. Di sisi lain, India juga memberikan bantuan sandang kepada Indonesia pada tahun yang sama. Sutan Sjahrir menggunakan Diplomasi Beras untuk menembus blokade ekonomi yang dilakukan oleh Belanda pasca proklamasi kemerdekaan. Selain itu, Sutan Sjahrir juga ingin menghimpun dukungan internasional terhadap kemerdekaan Indonesia.
Diplomasi Beras Sutan Sjahrir menjadi titik awal hubungan bilateral yang harmonis antara Indonesia dan India. Pada 2 September 1946, Jawaharlal Nehru membalas kebaikan Indonesia dengan memberikan pengakuan kemerdekaan secara resmi kepada Indonesia. Jawaharlal Nehru menaruh harapan besar kepada Indonesia untuk turut serta dalam menjaga perdamaian, menghapuskan kolonialisme dan membantu India memperoleh kedaulatan penuh.
Dukungan India terhadap kemerdekaan Indonesia juga terlihat dari peristiwa Konferensi Asia di New Delhi pada tahun 1949. Konferensi Asia dicetuskan oleh Jawaharlal Nehru untuk menghimpun kekuatan negara-negara Asia dalam melawan kolonialisme dan imperialisme di kawasan Asia. Dalam Konferensi Asia, India juga mengajak negara-negara Asia untuk mendukung Indonesia yang sedang berjuang melawan Agresi Militer Belanda II. Dukungan negara-negara Asia untuk Indonesia mampu membuat PBB dan Amerika Serikat berbalik mendukung Indonesia untuk merdeka dan terlepas dari penjajahan Belanda.
Dengan demikian, imbalan yang diterima Indonesia dari Diplomasi Beras adalah mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari India. Sementara itu, dampak yang ditimbulkan dari Diplomasi Beras ini adalah adanya dukungan dari dunia internasional yang motori oleh India melalui peristiwa Konferensi Asia di New Delhi tahun 1949.