Jadi, jawaban yang benar adalah B.
Reaksi autoredoks (reaksi disproporsionasi) adalah reaksi redoks di mana satu unsur mengalami reaksi reduksi dan oksidasi sekaligus. Atom Cl pada Cl2 mengalami oksidasi dan reduksi sekaligus menjadi KCl dan KClO. Berikut ini adalah reaksi autoredoks:
Cl2+2KOH→KCl+KClO+H2O
Terdapat 8 aturan yang harus diketahui dalam menentukan bilangan oksidasi suatu atom, antara lain adalah sebagai berikut:
1. Bilangan oksidasi unsur bebas adalah 0.
2. Bilangan oksidasi ion monoatom (1 atom) dan poliatom (lebih dari 1 atom) sesuai dengan jenis muatan ionnya.
3. Bilangan oksidasi unsur pada golongan logam IA, IIA, dan IIIA sesuai dengan golongannya.
4. Bilangan oksidasi unsur golongan transisi (golongan B) lebih dari satu.
5. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur yang membentuk ion = jumlah muatannya.
6. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur yang membentuk senyawa = 0.
7. Bilangan oksidasi hidrogen (H) bila berikatan dengan logam = -1. Bila H berikatan dengan non-logam = +1.
8. Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawa proksida = -1. Bilangan oksidasi O dalam senyawa non-peroksida = -2.
Biloks Cl dalam reaksi:
biloks Cl2Clbiloks KCl0Clbiloks KClO0Cl========00biloks K+Cl+1+Cl−1biloks K+Cl+O+1+Cl−2+1
Jadi, atom Cl mengalami perubahan biloks dari 0 menjadi -1 dan +1.