Roboguru

Pada masa kekuasaan VOC di Indonesia, tidak semua kebijakan diterapkan di Maluku, terdapat juga kebijakan yang diterapkan di daerah Priangan, Jawa Barat yang dikenal dengan nama Preanger Stelsel. Kebijakan berupa penyerahan wajib kopi ini dipusatkan di daerah Pengalengan, Bandung Jawa Barat. Daerah ini memiliki ketinggian sekitar 1500 MDPL sedangkan menurut penelitian Junghun, kopi adalah tanaman yang bisa tumbuh pada ketinggian antara 700 hingga 1600 MDPL. Dari ilustrasi tersebut, alasan kebijakan Preanger Stelsel dipusatkan di Priangan, adalah...

Pertanyaan

Pada masa kekuasaan VOC di Indonesia, tidak semua kebijakan diterapkan di Maluku, terdapat juga kebijakan yang diterapkan di daerah Priangan, Jawa Barat yang dikenal dengan nama Preanger Stelsel. Kebijakan berupa penyerahan wajib kopi ini dipusatkan di daerah Pengalengan, Bandung Jawa Barat. Daerah ini memiliki ketinggian sekitar 1500 MDPL sedangkan menurut penelitian Junghun, kopi adalah tanaman yang bisa tumbuh pada ketinggian antara 700 hingga 1600 MDPL. Dari ilustrasi tersebut, alasan kebijakan Preanger Stelsel dipusatkan di Priangan, adalah...

  1. seluruh penduduk di Priangan berprofesi sebagai petani kopi

  2. daerah Priangan berada di ketinggian yang cukup untuk penanaman kopi

  3. daerah Priangan sudah sejak masa Cultuur Stelsel dijadikan pusat industri kopi

  4. meningkatnya harga kopi akibat menurunnya harga rempah-rempah

  5. upaya penanaman kopi di Sumatra mengalami kegagalan

Pembahasan Soal:

Preangerstelsel atau Sistem Priangan merupakan kebijakan tanam paksa kopi yang diberlakukan di wilayah Parahyangan pada tahun 1720. Rakyat diwajibkan menamam kopi dan menyetorkan hasilnya ke VOC melalui para bangsawan daerah. Hal ini sangat menguntungkan bagi Belanda dan membuat VOC menjadi produsen kopi terpenting di dunia, dengan kopi sebagai komoditas ekspor paling menguntungkan dari Jawa hingga pertengahan abad ke-19. Kebijakan ini kemudian juga mengilhami lahirnya Cultuurstelsel atau tanam paksa pada tahun 1830 yang diberlakukan pada wilayah yang lebih luas dengan komoditas tanam yang lebih beragam. 

Latar belakang dari Preangerstelsel  :

  • Tahun 1707, Van Hoorn membagikan bibit kopi kepada para kepala daerah pribumi di sepanjang pantai Batavia sampai Cirebon. Ternyata di dataran rendah percobaan itu tidak terlalu berkembang. Penanaman lalu dialihkan ke dataran yang lebih tinggi, yakni ke perbukitan di Karawang. Setelah itu, mulai menyebar ke daerah yang lebih tinggi lainnya di daerah Priangan.
  • Pada 1711 Bupati Cianjur yaitu  Arya Wiratana, mulai menyetor kopi ke gudang VOC hampir lima puluh kilogram kopi. Penanaman kopi di Priangan yang menunjukkan hasil cukup memuaskan, membuat VOC keranjingan.
  • Mulai tahun 1720, mereka memberlakukan Preangerstelsel atau Sistem Priangan yang mewajibkan para petani di Priangan untuk menanam kopi lewat paksaan para elite daerah.
  • Enam tahun setelah diberlakukannya Sistem Priangan, VOC menjadi produsen kopi terpenting. Mereka menguasai setengah sampai tiga perempat perdagangan kopi di dunia, dan setengahnya dihasilkan dari Priangan barat, yakni Kabupaten Cianjur.

Dengan demikian, alasan kebijakan PreangerStelsel dipusatkan di Priangan  karena daerah Priangan berada di ketinggian yang cukup untuk penanaman kopi. Dan jawaban yang benar adalah opsi B

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Terakhir diupdate 21 Juli 2021

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved