Roboguru

Pada abad ke-7 M sudah ada permukiman orang Arab di Barus menurut catatan.....

Pertanyaan

Pada abad ke-7 M sudah ada permukiman orang Arab di Barus menurut catatan.....

  1. Mahuan

  2. Marcopolo

  3.  Tome Pires

  4. Dinasti Tang

  5. Cheng Ho

Pembahasan Soal:

Berita-berita dari Dinasti Tang menyebutkan bahwa pada masa abad ke 7, diceritakan bahwa Barus merupakan suatu kerajaan yang merdeka, dan memiliki perkampungan Arab. Ini dibuktikan dengan adanya perkampungan Arab di Barus yang dikenal dengan sebutan Polu-shih. Secara spesifik, berita dari Dinasti Tang yang menyebutkan tentang adanya permukiman orang Arab di Barus berasal dari Berita Hsin-tangshu. Isi dari catatan ini menyebutkan bahwa  pada 674 M yang dikonversikan menjadi pada abad ke 7 menyebutkan  telah ada pemukiman pedagang arab telah ada di sana. Isi lain dalam catatan dinasti Tang juga menyebutkan bahwa Raja Ta-shih yang berasal dari Arab mengirim utusannya ke kerajaan Ho-ling di Pulau Jawa. Tujuannya adalah untuk membuktikan dan menunjukan keadilan, kejujuran, dan ketegasan dari Ratu Sima sebagai penguasa kerajaan Holing.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

E. Mardiana

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 23 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Jelaskan 3 teori masuknya Islam di Indonesia!

Pembahasan Soal:

Agama Islam masuk ke Nusantara Indonesia melewati perjalanan panjang dan dibawa oleh kaum muslim dari berbagai belahan bumi. Terdapat 3 teori terkait masuknya Islam di Indonesia tersebut, antara lain.

  1. Teori India (Gujarat) : dicetuskan oleh G.W.J. Drewes kemudian dikembangkan oleh Snouck Hugronje, J. Pijnapel, W.F. Sutterheim, J.P. Moquette, hingga Sucipto Wirjosuparto. Teori ini meyakini bahwa Islam dibawa ke Nusantara oleh para pedagang dari Gujarat, India, pada abad ke-13 Masehi. Kaum saudagar Gujarat datang melalui Selat Malaka dan menjalin kontak dengan orang-orang lokal di bagian barat Nusantara yang kemudian melahirkan Kesultanan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia. Salah satu bukti yang mendukung teori ini adalah ditemukannya makam Malik As-Saleh dengan angka 1297.
  2. Teori Arab (Mekah) : Teori selanjutnya tentang masuknya Islam di Indonesia diperkirakan berasal dari Timur Tengah, tepatnya Arab. Teori Arab (Mekah) ini didukung oleh J.C. van Leur, Anthony H. Johns, T.W. Arnold, hingga Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka. Menurut Buya Hamka, Islam sudah menyebar di Nusantara sejak abad 7 M. Hamka menjelaskan salah satu bukti yang menunjukkan bahwa Islam masuk ke Nusantara dari orang-orang Arab. Bukti yang diajukan Hamka adalah naskah kuno dari Cina yang menyebutkan bahwa sekelompok bangsa Arab telah bermukim di kawasan Pantai Barat Sumatera pada 625 M. Di kawasan yang pernah dikuasai Kerajaan Sriwijaya itu juga ditemukan nisan kuno bertuliskan nama Syekh Rukunuddin, wafat tahun 672 M.
  3. Teori Persia (Iran) : Teori ini didukung oleh Umar Amir Husen dan Husein Djajadiningrat. Teori ini menjelaskan bahwa ajaran Islam masuk ke Nusantara dari bangsa Persia (atau wilayah yang kemudian menjadi negara Iran) pada abad ke-13 Masehi. Djajadiningrat berpendapat bahwa tradisi dan kebudayaan Islam di Indonesia memiliki persamaan dengan Persia. Salah satu contohnya adalah seni kaligrafi yang terpahat pada batu-batu nisan bercorak Islam di Nusantara. Ada pula budaya Tabot di Bengkulu dan Tabuik di Sumatera Barat yang serupa dengan ritual di Persia setiap tanggal 10 Muharam.

Dengan demikian, 3 teori masuknya agama islam adalah.

  1. Teori Mekah (Arab) yang menjelaskan bahwa Islam datang ke Indonesia berasal dari Arab.
  2. Teori Gujarat (India) yang menjelaskan bahwa Islam yang datang ke Indonesia berasal dari India.
  3. Teori Persia (Iran) yang menjelaskan bahwa islam yang datang ke Indonesia berasal dari Iran.

0

Roboguru

Ajaran agama Islam pertama kali diperkenalkan di Nusantara oleh bangsa dari ....

Pembahasan Soal:

Islam merupakan agama dengan penganut terbesar di Indonesia. Ada beberapa teori mengenai masuknya agama islam. Pertama, teori Gujarat menyatakan bahwa agama Islam mulai masuk ke Indonesia sejak abad ke 11. Kedua, teori Arab menyatakan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia sejak abad ke-7 zaman kerajaan Sriwijaya. Ketiga, teori Persia menyatakan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia sejak abad ke 13. Maka, mengenai proses masuknya agama Islam kemungkinan dibawa oleh tiga bangsa yakni Arab, Persia, dan Gujarat.

Dengan demikian, berdasarkan ketiga teori tersebut bangsa yang pertama kali memperkenalkan Islam adalah bangsa Arab.

Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan B.

0

Roboguru

Jelaskan secara ringkas tiga teori proses masuknya islam ke Indonesia...

Pembahasan Soal:

Para ahli sejarah memberikan 3 teori bagaimana proses masuknya Islam ke Nusantara. Masing-masing teori dijelaskan berdasarkan rentan waktu yang berbeda. Mulai dari abad ke 7, hingga ada pula yang menyebutkan abad ke 13.

  1. Teori Gujarat. Teori ini beranggapan bahwa agama dan kebudayaan Islam dibawa oleh para pedagang dari daerah Gujarat, India yang berlayar melewati selat Malaka. Teori ini menjelaskan bahwa kedatangan Islam ke Nusantara sekitar abad ke 13, melalui kontak para pedagang dan kerajaan Samudera Pasai yang menguasai selat Malaka pada saat itu. Teori ini juga diperkuat dengan penemuan makam Sultan Samudera Pasai, Malik As-Saleh pada tahun 1297 yang bercorak Gujarat. Teori ini dikemukakan oleh S. Hurgronje dan J. Pijnapel.
  2. Teori Persia. Umar Amir Husen dan Hoesein Djadjadiningrat berpendapat bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui para pedagang yang berasal dari Persia, bukan dari Gujarat. Persia adalah sebuah kerajaan yang saat ini kemungkinan besar berada di Iran. Teori ini tercetus karena pada awal masuknya Islam ke Nusantara di abad ke 13, ajaran yang marak saat itu adalah ajaran Syiah yang berasal dari Persia. Selain itu, adanya beberapa kesamaan tradisi Indonesia dengan Persia dianggap sebagai salah satu penguat. Contohnya adalah peringatan 10 Muharam Islam-Persia yang serupa dengan upacara peringatan bernama Tabuik/Tabut di beberapa wilayah Sumatera (Khususnya Sumatera Barat dan Jambi).
  3. Teori Mekkah. Dalam teori ini dijelaskan bahwa Islam di Nusantara dibawa langsung oleh para musafir dari Arab yang memiliki semangat untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia pada abad ke 7. Hal ini diperkuat dengan adanya sebuah perkampungan Arab di Barus, Sumatera Utara yang dikenal dengan nama Bandar Khalifah. Selain itu, di Samudera Pasai mahzab yang terkenal adalah mahzab Syafi’i. Mahzab ini juga terkenal di Arab dan Mesir pada saat itu. Kemudian yang terakhir adalah digunakannya gelar Al-Malik pada raja-raja Samudera Pasai seperti budaya Islam di Mesir. Teori inilah yang paling benyak mendapat dukungan para tokoh seperti, Van Leur, Anthony H. Johns, T.W Arnold, dan Buya Hamka.

Dengan demikian, berikut ini beberapa teori tentang penyebaran agama Islam di Indonesia yaitu:

  1. Teori Gujarat. Teori Gujarat menyatakan bahwa Islam masuk dan tersebar di Indonesia melalui pedagang-pedagang yang berasal dari Gujarat, India. Hal ini didukung oleh bukti-bukti, antara lain batu nisan dari Sultan Samudera Pasai Malik As-Saleh pada tahun 1297 yang memiliki corak khas Islam Gujarat, catatan Marcopolo bahwa di Perlak telah ditemuka banyak penduduk yang memeluk agama Islam dan banyak ditemukan pedagang Islam yang berasal dari India yang menyebarkan Islam di Indonesia, adanya aliran tasawuf pada agama Islam yang berkembang di Indonesia. Teori ini memiliki kekurangan, yaitu masyarakat Samudra Pasai menganut mazhab Syafi’i sedangkan masyarakat Gujarat lebih banyak yang menganut mazhab Hanafi, pada masa masuknya Islam di zaman Kerajaan Samudra Pasai, Gujarat  merupakan kerajaan yang bercorak agama Hindu.
  2. Teori Persia. Menurut teori ini, agama Islam masuk Indonesia berasal dari Persia. Teori ini dicetuskan oleh Amir Husen dan Hoesein Djajadiningrat, yang menyatakan bahwa Islam merupakan agama yang dibawa oleh kaum Syiah, Persia ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi. Bukti yang mendukung teori ini adalah adanya kesamaan budaya antara Islam Persia dengan Islam Nusantara seperti peringatan Asyura dan peringatan Tabut, adanya kesamaan ajaran Sufi, dalam mengeja huruf Arab, Indonesia menggunakan istilah-istilah Persia, makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang ditemukan pad tahun 1419, adanya perkampungan Leren/Leran di Giri daerah Gresik, adanya kesamaan pada seni kaligrafi di beberapa batu nisan. Tetapi, teori ini juga memiliki kelemahan yaitu masih berkuasanya Kekhalifan Umayyah di Timur Tengah yang berada di Damaskus, Baghdad, Mekah, dan Madinah pada abad ke-7 sehingga tidak memungkinkan bagi ulama Persia untuk melakukan penyebaran Islam di wilayah Nusantara secara besar-besaran.
  3. Teori Arab/Mekah. Menurut teori ini, Islam masuk ke Indonesia dengan dibawa oleh orang-orang Arab yang memiliki semangat untuk menyebarkan agama Islam ke seluruh dunai. Teori ini didukung oleh Van Leur, Anthony H. Johns, T.W Arnold, dan Buya Hamka. Teori ini didukung oleh beberapa bukti, antara lain adanya perkampungan Islam dengan ciri Kekhalifan Umayyah di pantai timur Sumatera pada abad ke 7 Masehi, kerajaan Samudera Pasai menganut mazhab Syafi'i yang merupakan mazhab yang terkenal dan banyak dianut di Arab dan Mesir dan penggunaan gelar Al Malik pada raja-raja Samudera Pasai yang umumnya hanya digunakan di Mesir.

0

Roboguru

Tuliskan dan jelaskan tiga teori proses masuknya agama Islam ke Indonesia

Pembahasan Soal:

Terdapat tiga teori masuknya Islam ke Nusantara yaitu Mekkah (7 masehi),Persia (13 masehi), dan Gujarat (13 masehi).

Dalam teori Mekkah menyatakan bahwa Islam di Nusantara dibawa langsung oleh para musafir dari Arab yang memiliki semangat untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia pada abad ke 7. Hal ini diperkuat dengan adanya sebuah perkampungan Arab di Barus, Sumatera Utara yang dikenal dengan nama Bandar Khalifah. Teori ini mendapat dukungan para tokoh seperti, Van Leur, Anthony H. Johns, T.W Arnold, dan Buya Hamka.

Dalam teori Persia menyatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui para pedagang yang berasal dari Persia. Teori ini dibuktikan dengan ajaran yang marak saat itu adalah ajaran Syiah yang berasal dari Persia  memiliki beberapa kesamaan tradisi Indonesia dengan Persia dianggap sebagai salah satu penguat. Contohnya adalah peringatan 10 Muharam Islam-Persia yang serupa dengan upacara peringatan bernama Tabuik/Tabut di beberapa wilayah Sumatera (Khususnya Sumatera Barat dan Jambi). Teori ini didukung oleh Umar Amir Husen dan Hoesein Djadjadiningrat.

Dalam teori Gujarat menyatakan bahwa agama dan kebudayaan Islam dibawa oleh para pedagang dari daerah Gujarat, India yang berlayar melewati selat Malaka. Teori ini menjelaskan bahwa kedatangan Islam ke Nusantara sekitar abad ke 13 dengan bukti berdirinya kerajaan Samudera Pasai yang menguasai selat Malaka pada saat itu. Teori ini didukung  oleh S. Hurgronje dan J. Pijnapel.

0

Roboguru

Bandar-bandar pelabuhan di seluruh Nusantara memiliki peranan yang penting dalam penyebaran agama Islam di Indonesia, karena ....

Pembahasan Soal:

Pelayaran kapal dagang dari Asia Barat ke Indonesia cukup bergantung kepada angin musim. Karena harus menunggu pergantian angin musim tersebut, para pedagang muslim akhirnya menetap cukup lama di sejumlah bandar di Indonesia. Selama singgah itulah terjalinlah interaksi sosial dan mengakibatkan berdirinya sejumlah pemukiman para pedagang muslim. Berdirinya pemukiman-pemukiman itu membuka jalinan sosial antara pedagang muslim dengan penduduk pribumi.
Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved