Roboguru

Pada 1957 Panglima Tentara dan Territorium VII Letkol Ventje Sumual menyatakan daerah Indonesia bagian timur dalam keadaan bahaya. Pernyataan Letkol Ventje Sumual tersebut bertujuan . ...

Pertanyaan

Pada 1957 Panglima Tentara dan Territorium VII Letkol Ventje Sumual menyatakan daerah Indonesia bagian timur dalam keadaan bahaya. Pernyataan Letkol Ventje Sumual tersebut bertujuan . ...undefined

  1. Mendeklarasikan berdirinya Negara Indonesia Timur.undefined

  2. Menyiagakan pasukan APRIS di wilayah Indonesia bagian timur.undefined 

  3. Memperlancar gerakan Permesta di wilayah Indonesia bagian timur.undefined

  4. Menolak keputusan pemerintah mengenai pembentukan negara boneka.

  5. Menunjukkan kepada pemerintah bahwa kondisi politik Indonesia belum stabil.

Pembahasan Video:

Pembahasan Soal:

Pada 2 Maret 1957 Panglima Tentara dan Territorium VI I Letkol Ventje Sumual memproklamasikan Piagam Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) di Makassar. Piagam tersebut ditandatangani oieh 51 tokoh. Wilayah gerakan Permesta meliputi Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Untuk memperlancar gerakan tersebut, daerah Indonesia bagian timur dinyatakan dalam keadaan bahaya.

Dengan demikian, maka jawaban yang tepat adalah C.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

I. Uga

Terakhir diupdate 05 Oktober 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Awal berdirinya Gerakan Permesta dimulai saat...

Pembahasan Soal:

Gerakan ini dideklarasikan oleh pemimpin sipil dan militer Indonesia bagian timur pada 2 Maret 1957 yaitu oleh Letkol Ventje Sumual. Pusat ini berada di Makassar yang pada waktu itu merupakan ibu kota Sulawesi. Pemberontakan PRRI di barat dan Permesta di timur menumbuhkan berbagai macam alasan. Utamanya bahwa kelompok etnis tertentu di Sulawesi dan Sumatra Tengah waktu itu merasa bahwa kebijakan pemerintahan dari Jakarta stagnan pada pemenuhan ekonomi lokal mereka saja, di mana dalam gilirannya membatasi setiap kesempatan bagi pengembangan daerah regional lainnya. Selain itu, ada rasa kebencian terhadap kelompok suku Jawa, yang merupakan suku dengan jumlah terbanyak dan berpengaruh dalam negara kesatuan Indonesia yang baru saja terbentuk. Ketidakseimbangan terjadi karena ajang politik Indonesia terpusat di pulau Jawa, sedangkan sumber-sumber perekonomian negara lebih banyak berasal dari pulau-pulau lain. Efeknya konflik ini sedikit menyoal pikiran tentang pemisahan diri dari negara Indonesia, tetapi lebih menitikberatkan tentang pembagian kekuatan politik dan ekonomi yang lebih adil di Indonesia.

Dengan demikian, Permesta ini merupakan gerakan yang tidak puas terhadap pemerintahan pusat yang terlalu berfokus kepada masalah politik sehingga pembangunan di daerah tidak berjalan optimal sedangkan sumber-sumber perekonomian negara diperoleh dari daerah-daerah di luar pulau Jawa. 

0

Roboguru

Permesta merupakan salah satu gerakan yang melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Republik Indonesia pada periode 1945-1965. Jelaskan latar belakang pemberontakan Permesta!

Pembahasan Soal:

Perjuangan Semesta atau Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) dideklarasikan oleh Letkol Ventje Sumual pada 2 Maret 1957. Pembentukan gerakan Permesta dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan daerah Sumatera dan Sulawesi dengan pembagian alokasi biaya pembangunan dari pemerintah pusat. Kekecewaan ini terjadi karena sejak tahun 1950, di mana daerah luar Jawa menjadi penghasil utama bahan ekspor, tetapi pemerintah pusat justru memanfaatkannya maka timbulah kecenderungan yang oleh Permesta dijuluki sebagai “sentralistik”. Kondisi ini pun diperparah dengan tingkat kesejahteraan prajurit dan masyarakat yang sangat rendah. 

Dengan demikian, latar belakang pemberontakan Permesta, yaitu karena adanya ketidakpuasan daerah Sumatera dan Sulawesi dengan pembagian alokasi biaya pembangunan dari pemerintah pusat.

0

Roboguru

Pemberontakan Permesta mendapat dukungan dari ....

Pembahasan Soal:

Pemberontakan Perjuangan Rakyat Semesta atau Permesta adalah sebuah pemberontakan yang dideklarasikan oleh para pemimpin dari Negara Indonesia Timur. Pemberontakan ini mendapat dukungan dari beberapa panglima militer, salah satunya dari Letkol Vence Sumual yang membentuk Dewan Manguni di Madano pada tanggal 18 Februari 1957.

Jadi, jawaban yang tepat adalah E.

1

Roboguru

Berikan contoh ancaman nyata pemberontakan bagi bangsa Indonesia yang berhubungan dengan bidang ekonomi serta bagaimana cara penanganannya...

Pembahasan Soal:

Munculnya pemberontakan PRRI dan Permesta bermula dari adanya persoalan di dalam tubuh Angkatan Darat, berupa kekecewaan atas minimnya kesejahteraan tentara di Sumatera dan Sulawesi. Hal ini mendorong beberapa tokoh militer untuk menentang Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Persoalan kemudian ternyata malah meluas pada tuntutan otonomi daerah. Ada ketidakadilan yang dirasakan beberapa tokoh militer dan sipil di daerah terhadap pemerintah pusat yang dianggap tidak adil dalam alokasi dana pembangunan. Untuk mengatasi pemberontakan ini terlebih dahulu dalam hal penangannannya diutamakan dengan cara musyawarah.

0

Roboguru

Melalui sejarah kita mengetahui bagaimana para pahlawan kemerdekaan memperjuangkan kemerdekaan terutama dalam menentukan Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai pandangan hidup, terutama ...

Pembahasan Soal:

Dalam penerapan Pancasila sebagai dasar negara pada awal kemerdekaan, timbul sejumlah upaya untuk menggantinya dengan ideologi lain. Upaya penggantian Pancasila sebagai dasar negara tersebut tidak hanya berasal dari luar negeri, tetapi juga dari masyarakat Indonesia. Berikut sejumlah upaya untuk mengganti Pancasila pada awal kemerdekaan, yaitu :

  • Pemberontakan PKI

Pada tanggal 18 September 1948 di Madiun, Jawa Timur, muncul pemberontakan yang dipimpin Muso. Pemberontakan ini memiliki tujuan utama mendirikan Negara Soviet Indonesia yang berideologi komunis. Artinya, ada upa mengganti dasar negara Pancasila dengan paham komunis. Pada akhirnya, pemberontakan ini dapat diakhiri pada tanggal 30 September 1948.

  • Pemberontakan DI/TII

Pemberontakan yang dipimpin Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo ini ditandai dengan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII). Kartosuwiryo mendirikan negara tersebut pada tanggal 7 Agustus 1949 dengan tujuan mengganti Pancasila dengan syari'at Islam. Upaya untuk melawan pemberontakan ini memakan waktu yang cukup lama. Kartosuwiryo bersama para pengikutnya baru bisa ditangkap pada tanggal 4 Juni 1962.

  • Pemberontakan RMS

Republik Maluku Selatan (RMS) menjadi sebuah gerakan pemberontakan yang dipimpin Christian Robert Steven Soumokil. Ia mendirikan negara RMS pada 25 April 1950 yang meliputi Pulau Seram, Ambon, dan Buru. RMS Ambon berhasil ditaklukkan militer Indonesia pada November 1950, namun konflik masih berlanjut di wilayah Seram hingga Desember 1963. Kekalahan di Ambon membuat pemerintahan RMS harus mengungsi ke wilayah Seram. Hal ini juga membuat RMS mendirikan pemerintahan dalam pengasingan di Belanda pada tahun 1966.

  • Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta)

Persemesta dipimpin Sjafruddin dan Ventje Sumual pada tahun 1957-1958 di Sumatera dan Sulawesi. Gerakan ini menganggap pemerintah pusat telah melanggar undang-undang dan pemerintahan sentralistis yang maksudnya adalah pembangunan di daerah menjadi terabaikan serta memunculkan ketidakadilan dalam pembangunan. Karena itu, Persemesta muncul dengan tujuan memperbaiki pemerintahan di Indonesia. Pemberontakan Permesta akhirnya dapat ditumpas pada bulan Agustus 1958.

  • Angkatan Perang Ratu Adil (APRA)

APRA merupakan milisi yang didirikan Kapten KNIL Raymond Wersterling pada 15 Januari 1949. Wersterling memandang dirinya sebagai Ratu Adil yang telah diramalkan akan membebaskan Indonesia dari tirani. 
Gerakan ini memiliki tujuan untuk mempertahankan bentuk negara federal di Indonesia dan memiliki tentara sendiri bagi negara-negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Pemberontakan yang dilakukan APRA dimulai pada 23 Januari 1950 dengan mengirimkan serangan dan menduduki kota Bandung serta menguasai markas Staf Divisi Siliwangi. Akhirnya upaya APRA ini dapat digagalkan dengan usaha APRIS dan Mohamad Hatta yang berhasil melakukan perundingan dengan Komisi Tinggi Belanda. Hal tersebut mempercepat pembubaran RIS dan kembali pada bentuk NKRI pada 17 Agustus 1950.

Dengan demikian, upaya penerapan Pancasila yang terjadi di masa awal kemerdekaan sangat berat karena harus menghadapi beberapa kali ancaman dari luar dan dalam negeri. Mulai dari pemberontakan PKI Madiun hingga pemberontakan OPM dewasa ini.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved