Iklan

Pertanyaan

Pada 1899 Theodore van Deventer melontarkan kritik tajam kepada pemerintah Belanda melalui sebuah artikel berjudul Een Eereschuld . Theodore van Deventer menulis artikel tersebut untuk ...

Pada 1899 Theodore van Deventer melontarkan kritik tajam kepada pemerintah Belanda melalui sebuah artikel berjudul Een Eereschuld. Theodore van Deventer menulis artikel tersebut untuk ...

  1. memberikan kesempatan bagi pemerintah kolonial Belanda untuk memperbaiki ekonomi di Indonesia

  2. menyosialisasikan kebijakan ekonomi liberal kepada seluruh rakyat Indonesia

  3. menunjukkan ketimpangan sosial akibat sistem tanam paksa di Indonesia

  4. memperlihatkan keberhasilan Belanda mengatasi masalah keuangan

  5. memberi motivasi bangsa Indonesia menolak sistem tanam paksa

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

19

:

10

:

22

Klaim

Iklan

A. Jasmine

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Jawaban terverifikasi

Jawaban

. menurut Deventer, sudah sepatutnya jika kekayaan tersebut dikembalikan.

. menurut Deventer, sudah sepatutnya jika kekayaan tersebut dikembalikan.

Pembahasan

Jawaban yang tepat dari pertanyaan di atas adalah C. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut: Conrad Theodore van Deventer dikenal sebagai seorang ahli hukum Belanda danjuga tooh Politik Etis. Pada tahun 1899, van Deventer menulis dalam majalah De Gids (Panduan), berjudul Een Eereschuld (Utang Kehormatan). Pengertian Eereschuld secara substasial adalah "utang yang demi kehormatan haus dibayar, walaupun tidak dapat dituntut di muka hakim". Tulisan itu berisi angka-angka konkret yang menjelaskan pada publik Belanda bagaimana mereka menjadi negara yang makmur dan aman adalah hasil kolonialisasi yang datang dari daerah jajahan di Hindia Belanda, sementara Hindia Belanda saat itu miskin dan terbelakang. Jadi. menurut Deventer, sudah sepatutnya jika kekayaan tersebut dikembalikan.

Jawaban yang tepat dari pertanyaan di atas adalah C.

Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut:

Conrad Theodore van Deventer dikenal sebagai seorang ahli hukum Belanda danjuga tooh Politik Etis. Pada tahun 1899, van Deventer menulis dalam majalah De Gids (Panduan), berjudul Een Eereschuld (Utang Kehormatan). Pengertian Eereschuld secara substasial adalah "utang yang demi kehormatan haus dibayar, walaupun tidak dapat dituntut di muka hakim". Tulisan itu berisi angka-angka konkret yang menjelaskan pada publik Belanda bagaimana mereka menjadi negara yang makmur dan aman adalah hasil kolonialisasi yang datang dari daerah jajahan di Hindia Belanda, sementara Hindia Belanda saat itu miskin dan terbelakang. Jadi. menurut Deventer, sudah sepatutnya jika kekayaan tersebut dikembalikan.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

57

Indira Sekarayesya

Ini yang aku cari! Pembahasan lengkap banget Mudah dimengerti Makasih ❤️

fariz yusuf

Makasih ❤️

Iklan

Pertanyaan serupa

Salah satu tokoh penganut politik liberal yang menyuarakan bahwa Belanda berhutang budi pada Hindia Belanda adalah...

1

3.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia