Penambahan suatu zat (elektrolit atau nonelektrolit) ke dalam pelarut (misalnya air) akan menyebabkan kenaikan titik didih. Zat terlarut dalam larutan menghalangi gerakan molekul-molekul pelarut untuk mendidih. Kenaikan titik didih larutan tergantung pada kemolalan larutan. Selain itu, larutan elektrolit yang dapat terion juga mempengaruhi besarnya kenaikan titik didih. Untuk itu perlu diketahui faktor van't Hoff (i) terlebih dahulu.
i=(n−1)α+1
Garam aluminium klorida (AlCl3) dapat terion sempurna sehingga nilai derajat ionisasi (α) = 1, oleh sebab itu faktor van't Hoff hanya bergantung pada jumlah ion. Reaksi ionisasi aluminium klorida adalah sebagai berikut.
AlCl3→Al3++3Cl− terdapat 4 ion (n = 4)
Besarnya kenaikan titik didih dirumuskan sebagai berikut:
△Tb=m×Kb×i△Tb=Mrmassa×p (g)1000×Kb×n△Tb=133,513,35×2601000×0,55×4△Tb=0,1×3,85×0,55×4△Tb=0,847 ∘C
Karena air mendidih pada suhu 100 ∘C dan kenaikan titik didihnya adalah 0,847 ∘C, maka titik didih larutan adalah 100,847 ∘C.
Jadi, larutan tersebut akan mendidih pada suhu
.