Iklan

Pertanyaan

Nama wilayah yang tidak termasuk wilayah kekuasaan Majapahit adalah...

Nama wilayah yang tidak termasuk wilayah kekuasaan Majapahit adalah...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

13

:

03

:

45

Iklan

I. Agung

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Jawaban terverifikasi

Jawaban

salah satu wilayah yang tidak termasuk ke dalam wilayah Majapahit adalah wilayah Pasundan (Jawa Barat).

salah satu wilayah yang tidak termasuk ke dalam wilayah Majapahit adalah wilayah Pasundan (Jawa Barat). 

Pembahasan

Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu terbesar di Indonesia. Kerajaan Majapahit berdiri pada awal abad ke-13 M dan mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Wilayah kekuasaan Majapahitterbentang dariSumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Berikut ini adalah wilayah kekuasaan kerajaan Majaphit. Wilayah-wilayah Sumatra : disebut di Nāgarakṛtāgama sebagai “Melayu”: Jambi, Palembang, Keritang, sekarang kecamatan Keritang Indragiri Hilir, Teba (Batak Toba), Darmasraya (Kerajaan Malayu Dharmasraya), Kandis, Kahwas, Minangkabau (masyarakat periode pra-Pagaruyung), Siak, masyarakat pra-Kesultanan Siak, Rokan (Rokan Hilir dan Rokan Hulu), Kampar, Pane (Panai), Kampe (Pulau Kampai, pulau di Kabupaten Langkat sekarang), Haru (atau Aru, berpusat di Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang sekarang), Mandsailing, Tamihang (Aceh Tamiang), Perlak (Peureulak), Padang Lawas, Samudra, Lamuri (pusatnya sekarang berupa desa di Kabupaten Aceh Besar), Bantan (Pulau Bintan), Lampung, Barus (atau Pancur, kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah sekarang). Wilayah-wilayah di Tanjung Negara (Kalimantan) dan Tringgano (Trengganu) : disebut di Nāgarakṛtāgama sebagai “Nusa Tanjungnegara” dan/atau “Pulau Tanjungpura”:Kapuas-Katingan (sekarang Kabupaten Kapuas-Kabupaten Katingan di Kalimantan Tengah), Sampit (sekarang ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur), Kuta Lingga (artinya kota Lingga, situs Candi Laras?/Kerajaan Negara Dipa), Kuta Waringin (artinya kota beringin, masyarakat pra-Kerajaan Kotawaringin, sekarang Kabupaten Kotawaringin Barat), Sambas (Kerajaan Sambas Kuno, sekarang Kanupaten Sambas), Lawai (hulu sungai Kapuas), Kadandangan (sekarang kecamatan Kendawangan, Ketapang), Landa (Kerajaan Landak, sekarang Kabupaten Landak), Samadang (Semandang, wilayah Kerajaan Tanjungpura), Tirem (Tirun/Kerajaan Tidung, sekarang Kota Tarakan?), Sedu (di Serawak), Barune (sekarang negara Brunai), Kalka, Saludung (Kingdom of Maynila), sekarang Kota Manila, Filipina), Solot (kerajaan masyarakat [Dayak]-Buranun, penduduk pegunungan di Kepulauan Sulu cikal bakal suku Suluk/Kesultanan Sulu), Pasir (masyarakat pra-Kesultanan Pasir, sekarang Kabupaten Paser), Barito (sekarang Kabupaten Barito Utara), Sawaku (Sawakung – Berau kuno atau kecamatan Pulau Sebuku, Kota Baru), Tabalung (sekarang Kabupaten Tabalong dengan kotanya Tanjungpuri di tepi sungai Tabalong, ibukota pertama Kesultanan Banjar pada era Hindu), Tanjung Kutei (Kesultanan Kutrai Kartanagara, Tanjung = Berau kuno), Malano (“di Nusa Tanjungpura”, masyarakat suku Melanau di Serawak dan Kalimantan Barat). Wilayah-wilayah di sekitar Tumasik (Singapura) Semenanjung Malaya: Wilayah yang sekarang dikenal sebagai Malaysia Barat ini disebut di Nāgarakṛtāgama sebagai “Hujung Medini”: Pahang, negara bagian Pahang, Malaysia, Langkasuka, Saimwang, Kelantan, Terengganu, Johor, Paka, sekarang cuma merupakan desa nelayan, Muar, sekarang distrik di Johor, Dungun, sekarang adalah desa nelayan di Terengganu, Tumasik, sekarang menjadi negara Singapura, Kelang, (Selangor), Kedah, Jerai, Kanjapiniran. Wilayah-wilayah di sebelah timur Pulau Jawa (Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku sampai Irian). Bali (yang disebut adalah Bedahulu dan Lawagajah (Lilowang, Negara), Sukun, Taliwang (di Pulau Sumbawa), Pulau Sapi, Dompo (Dompu), Sang Hyang Api (Gunung Api, Sangeang), Hutan Kendali (Pula Buru), Pulau Gurun (Gorong), atau Lombok Mirah (Lombok Timur), Sasak (dikatakan “diperintah seluruhnya”), Sulawesi yaitu Batayan (Bontain, Bantaeng?), Luwuk (Kesultanan Luwu), Udamakatraya dan pulau lain-lainnya, “Pulau” Makasar, Pulau Butun (Buton, Kesultanan Buton), Pulau Banggawi (Kepulauan Banggai), Kunir (P. Kunyit), Galian, Salaya (Saleier), Salayar (Pulau Selayar), Sumba, Bima, Solot (Solor), Maluku yaitu Muar (Kei), Wanda(n) (Kepulauan Banda), Ambon atau pulau Maluku, Ternate, Wanin (Onin, daerah Kabupaten Fakfak), Seran (Pulau Seram, Irian bagian Selatan), Timor dan beberapa lagi pulau-pulau lain. Dari sekian banyak wilayah kekuasaan Majaphit, salah satu wilayah di sekitar Nusantara, tidak disebutkan nama dari wilayah Pasundan (Jawa Barat) menjadi wilayah kekuasaan Majapahit. Dengan demikian, salah satu wilayah yang tidak termasuk ke dalam wilayah Majapahit adalah wilayah Pasundan (Jawa Barat).

Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu terbesar di Indonesia. Kerajaan Majapahit berdiri pada awal abad ke-13 M dan mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Wilayah kekuasaan Majapahit terbentang dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Berikut ini adalah wilayah kekuasaan kerajaan Majaphit. 

  1. Wilayah-wilayah Sumatra : disebut di Nāgarakṛtāgama sebagai “Melayu”: Jambi, Palembang, Keritang, sekarang kecamatan Keritang Indragiri Hilir, Teba (Batak Toba), Darmasraya (Kerajaan Malayu Dharmasraya), Kandis, Kahwas, Minangkabau (masyarakat periode pra-Pagaruyung), Siak, masyarakat pra-Kesultanan Siak, Rokan (Rokan Hilir dan Rokan Hulu), Kampar, Pane (Panai), Kampe (Pulau Kampai, pulau di Kabupaten Langkat sekarang), Haru (atau Aru, berpusat di Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang sekarang), Mandsailing, Tamihang (Aceh Tamiang), Perlak (Peureulak), Padang Lawas, Samudra, Lamuri (pusatnya sekarang berupa desa di Kabupaten Aceh Besar), Bantan (Pulau Bintan), Lampung, Barus (atau Pancur, kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah sekarang).
  2. Wilayah-wilayah di Tanjung Negara (Kalimantan) dan Tringgano (Trengganu) : disebut di Nāgarakṛtāgama sebagai “Nusa Tanjungnegara” dan/atau “Pulau Tanjungpura”: Kapuas-Katingan (sekarang Kabupaten Kapuas-Kabupaten Katingan di Kalimantan Tengah), Sampit (sekarang ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur), Kuta Lingga (artinya kota Lingga, situs Candi Laras?/Kerajaan Negara Dipa), Kuta Waringin (artinya kota beringin, masyarakat pra-Kerajaan Kotawaringin, sekarang Kabupaten Kotawaringin Barat), Sambas (Kerajaan Sambas Kuno, sekarang Kanupaten Sambas), Lawai (hulu sungai Kapuas), Kadandangan (sekarang kecamatan Kendawangan, Ketapang), Landa (Kerajaan Landak, sekarang Kabupaten Landak), Samadang (Semandang, wilayah Kerajaan Tanjungpura), Tirem (Tirun/Kerajaan Tidung, sekarang Kota Tarakan?), Sedu (di Serawak), Barune (sekarang negara Brunai), Kalka, Saludung (Kingdom of Maynila), sekarang Kota Manila, Filipina), Solot (kerajaan masyarakat [Dayak]-Buranun, penduduk pegunungan di Kepulauan Sulu cikal bakal suku Suluk/Kesultanan Sulu), Pasir (masyarakat pra-Kesultanan Pasir, sekarang Kabupaten Paser), Barito (sekarang Kabupaten Barito Utara), Sawaku (Sawakung – Berau kuno atau kecamatan Pulau Sebuku, Kota Baru), Tabalung (sekarang Kabupaten Tabalong dengan kotanya Tanjungpuri di tepi sungai Tabalong, ibukota pertama Kesultanan Banjar pada era Hindu), Tanjung Kutei (Kesultanan Kutrai Kartanagara, Tanjung = Berau kuno), Malano (“di Nusa Tanjungpura”, masyarakat suku Melanau di Serawak dan Kalimantan Barat).
  3. Wilayah-wilayah di sekitar Tumasik (Singapura) Semenanjung Malaya: Wilayah yang sekarang dikenal sebagai Malaysia Barat ini disebut di Nāgarakṛtāgama sebagai “Hujung Medini”: Pahang, negara bagian Pahang, Malaysia, Langkasuka, Saimwang, Kelantan, Terengganu, Johor, Paka, sekarang cuma merupakan desa nelayan, Muar, sekarang distrik di Johor, Dungun, sekarang adalah desa nelayan di Terengganu, Tumasik, sekarang menjadi negara Singapura, Kelang, (Selangor), Kedah, Jerai, Kanjapiniran.
  4. Wilayah-wilayah di sebelah timur Pulau Jawa (Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku sampai Irian). Bali (yang disebut adalah Bedahulu dan Lawagajah (Lilowang, Negara), Sukun, Taliwang (di Pulau Sumbawa), Pulau Sapi, Dompo (Dompu), Sang Hyang Api (Gunung Api, Sangeang), Hutan Kendali (Pula Buru), Pulau Gurun (Gorong), atau Lombok Mirah (Lombok Timur), Sasak (dikatakan “diperintah seluruhnya”), Sulawesi yaitu Batayan (Bontain, Bantaeng?), Luwuk (Kesultanan Luwu), Udamakatraya dan pulau lain-lainnya, “Pulau” Makasar, Pulau Butun (Buton, Kesultanan Buton), Pulau Banggawi (Kepulauan Banggai), Kunir (P. Kunyit), Galian, Salaya (Saleier), Salayar (Pulau Selayar), Sumba, Bima, Solot (Solor), Maluku yaitu Muar (Kei), Wanda(n) (Kepulauan Banda), Ambon atau pulau Maluku, Ternate, Wanin (Onin, daerah Kabupaten Fakfak), Seran (Pulau Seram, Irian bagian Selatan), Timor dan beberapa lagi pulau-pulau lain.

Dari sekian banyak wilayah kekuasaan Majaphit, salah satu wilayah di sekitar Nusantara, tidak disebutkan nama dari wilayah Pasundan (Jawa Barat) menjadi wilayah kekuasaan Majapahit.

Dengan demikian, salah satu wilayah yang tidak termasuk ke dalam wilayah Majapahit adalah wilayah Pasundan (Jawa Barat). 

Buka akses jawaban yang telah terverifikasi

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

9

Iklan

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!