Iklan
Pertanyaan
Rapat Para Tikus
Suatu ketika, para Tikus mengadakan rapat di balai desa Tikus untuk menyusun rencana dalam rangka membebaskan diri dari musuh mereka, yakni sang Kucing. Setidaknya, mereka ingin menemukan cara urtuk mengetahui kapan dia akan datang jadi mereka memiliki waktu untuk melarikan diri. Sesungguhnya sesuatu harus dilakukan karena mereka hidup dalam ketakutan terus-menerus terhadap cakarnya sehingga mereka hampir tidak berani bergerak dari sarang mereka siang atau malam. Banyak rencana dibahas tetapi tidak satu pun yang dianggap cukup baik. Akhimya, seekor Tikus yang sangat muda bangkit dan berkata:
"Saya punya rencana yang tampaknya sangat sederhana, tetapi saya yakin ini akan berhasil."
"Yang harus kita lakukan adalah menggantungkan lonceng kecil di leher Kucing. Saat kita mendengar lonceng berbunyi, maka kita akan segera tahubahwa musuh kita akan datang."
Para warga desa Tikus merespons ide tersebut dengan antusias. Mayoritas dari mereka sangat setuju denga ide yang brilian tersebut. Semua Tikus benar-benar sangat terkejut karena tidak satupun dari mereka yang pernah memikirkan rencana seperti itu sebelumnya. Tetapi di tengah kegembiraan atas keberuntungan mereka, seekor tikus tua muncul dan meminta izin untuk berbicara di depan mimbar balai desa.
“Mohon maaf sebelumnya, izinkan saya untuk mengemukakan pendapat,"
"Sebetulnya saya juga setuju bahwa rencana Tikus muda itu sangatlah bagus, Tapi izinkan saya mengajukan satu pertanyaan: Siapa yang akan membunyikan Kucing?"
Semua Tikus dalam rapat tersebut kini saling memandang dan mengerutkan alisnya Mereka baru sadar bahwa tidak akan ada yang berani melakukannya. Karena mendekati kucing untuk menggantungkan kalung lonceng di lehemya adalah sama dengan buruh diri.
Mengatakan bahwa sesuatu harus dilakukan adalah satu hal yang sangat baik. Mengkritik atau mengajukan ide bisa menjadi sangat mudah Namun dalam praktiknya untuk mampu melakukan sesuatu dan benar-benar dapat memberikan perubahan adalah hal yang sangat sulit dan harus dipikirkan lebih matang lagi.
(https://senpaid contoh-cerita-fabel)
Menurut latarnya, fabel tersebut tergolong jenis fabel apa?
fabel irisan
fabel alami
fabel adaptasi
fabel semi ilmiah
Iklan
K. Khoirunnisa
Master Teacher
Mahasiswa/Alumni Universitas Sriwijaya
1
0.0 (0 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia