Iklan

Iklan

Pertanyaan

Mengunjungi Yerevan, Kota Bersejarah Penuh Bangunan Kuno Yerevan merupakan kota paling kuno di dunia, terletak di sepanjang Sungai Hrazden. Kota ini menjadi ibu kota Armenia, negara Eropa Asia yang wilayahnya dikelilingi dan berbatasan langsung dengan Turki, Georgia, Azerbaijan, dan Iran. Kota yang merayakan ulang tahunnya setiap tanggal 13 Oktober ini kini telah berumur 2.796 tahun dan merupakan kota bersejarah dengan banyak objek wisata yang menarik. Perkembangan kota Yerevan modern tak lepas peran arsitek Alexander Tamanyan (1878-1936) yang menjadi "bapak Kota Yereven modern". Dengan tangan dinginnya, Yerevan menjelma menjadi kota dengan kreasi yang unik, berdampingan dengan harmoni bangunan kuno yang klasik. Ciri khas karya Tamanyan adalah bangunan yang menggunakan bahan batu vulkanik yang melimpah di Armenia, yang ringan, sangat keras dan indah.Ia juga terinspirasi bentuk arsitektur kota Paris dan Vienna, sehingga tidak mengherankan, jika berjalan di kota Yerevan akan mengingatkan pada kota di Eropa, meski secara geografis berada di Asia. Salah satu tempat yang harus dikunjungi adalah Pusat Seni Cafesjian atau yang lebih dikenal dengan Kompleks Cascade.Kompleks yang dibangun dengan batu-batu alam ini terdapat banyak anak tangga menuju puncak bukit Victory Park. Dari titik ini terlihat kota Yerevan di ketinggian dan jika cuaca cerah akan terlihat Gunung Ararat, simbol keramat negara Armenia, kendati gunung tersebut berada di wilayah Turki. Selain itu ada Opera Yerevan atau Opera House yang merupakan salah satu tempat kebanggaan masyarakat Armenia karena di gedung inilah sejumlah pertunjukan seni berkelas tinggi pernah tampil. Alun-alun kota atau Republic Square juga tempat tujuan tak kalah menariknya, alun alun kota terbesar di Yerevan ini merupakan tempat berkumpulnya warga segala usia. Di kota ini juga terdapat Museum Manuskrip yang biasa disebut sebagai Matenadaran, salah satu tempat penyimpanan buku tertua dan terkaya di dunia. Koleksinya sekitar 17.000 manuskrip mencakup hampir semua bidang budaya dan sains Armenia kuno dan abad pertengahan serta manuskrip dalam bahasa Arab, Persia, Yunani, Suriah, Latin, Etiopia, India, Jepang dan lainnya. Bagi wisatawan muslim, tempat yang tidak bisa dilewatkan adalah mengunjungi Masjid Biru (Blue Mosque of Yerevan), kompleks seluas 7.000 meter persegi yang dibangun pada 1765. Masjid ini dikelola warga Armenia keturunan Iran, dan merupakan satu-satunya masjid yang ada. Nama ibu kota Yerevan juga punya sejarah tersendiri. Konon nama Yerevan berasal dari kata ‘Yereval’ yang berarti ‘terlihat’ dalam bahasa Armenia. Dikisahkan saat Nabi Nuh dan bahteranya mendarat di gunung Ararat, Nuh keluar dan melihat ke arah Yerevan. Kisah lainnya nama Yerevan terkait dengan nama pendiri kota yaitu Argisthi I yang merupakan Raja Ara I. Saat itu kota dinamakan Aravan yang berarti kota Ara. Seperti tradisi raja-raja Armenia yang selalu memberi nama kota dengan nama mereka. Hal berikut bukan merupakan tujuan dari penulisan teks laporan observasi yang berjudul “Mengunjungi Yerevan, Kota Bersejarah Penuh Bangunan Kuno” adalah...

Mengunjungi Yerevan, Kota Bersejarah Penuh Bangunan Kuno

Yerevan merupakan kota paling kuno di dunia, terletak di sepanjang Sungai Hrazden. Kota ini menjadi ibu kota Armenia, negara Eropa Asia yang wilayahnya dikelilingi dan berbatasan langsung dengan Turki, Georgia, Azerbaijan, dan Iran. Kota yang merayakan ulang tahunnya setiap tanggal 13 Oktober ini kini telah berumur 2.796 tahun dan merupakan kota bersejarah dengan banyak objek wisata yang menarik.

Perkembangan kota Yerevan modern tak lepas peran arsitek Alexander Tamanyan (1878-1936) yang menjadi "bapak Kota Yereven modern". Dengan tangan dinginnya, Yerevan menjelma menjadi kota dengan kreasi yang unik, berdampingan dengan harmoni bangunan kuno yang klasik.

Ciri khas karya Tamanyan adalah bangunan yang menggunakan bahan batu vulkanik yang melimpah di Armenia, yang ringan, sangat keras dan indah.Ia juga terinspirasi bentuk arsitektur kota Paris dan Vienna, sehingga tidak mengherankan, jika berjalan di kota Yerevan akan mengingatkan pada kota di Eropa, meski secara geografis berada di Asia.

Salah satu tempat yang harus dikunjungi adalah Pusat Seni Cafesjian atau yang lebih dikenal dengan Kompleks Cascade.Kompleks yang dibangun dengan batu-batu alam ini terdapat banyak anak tangga menuju puncak bukit Victory Park. Dari titik ini terlihat kota Yerevan di ketinggian dan jika cuaca cerah akan terlihat Gunung Ararat, simbol keramat negara Armenia, kendati gunung tersebut berada di wilayah Turki.

Selain itu ada Opera Yerevan atau Opera House yang merupakan salah satu tempat kebanggaan masyarakat Armenia karena di gedung inilah sejumlah pertunjukan seni berkelas tinggi pernah tampil. Alun-alun kota atau Republic Square juga tempat tujuan tak kalah menariknya, alun alun kota terbesar di Yerevan ini merupakan tempat berkumpulnya warga segala usia.

Di kota ini juga terdapat Museum Manuskrip yang biasa disebut sebagai Matenadaran, salah satu tempat penyimpanan buku tertua dan terkaya di dunia. Koleksinya sekitar 17.000 manuskrip mencakup hampir semua bidang budaya dan sains Armenia kuno dan abad pertengahan serta manuskrip dalam bahasa Arab, Persia, Yunani, Suriah, Latin, Etiopia, India, Jepang dan lainnya.

Bagi wisatawan muslim, tempat yang tidak bisa dilewatkan adalah mengunjungi Masjid Biru (Blue Mosque of Yerevan), kompleks seluas 7.000 meter persegi yang dibangun pada 1765. Masjid ini dikelola warga Armenia keturunan Iran, dan merupakan satu-satunya masjid yang ada.

Nama ibu kota Yerevan juga punya sejarah tersendiri. Konon nama Yerevan berasal dari kata ‘Yereval’ yang berarti ‘terlihat’ dalam bahasa Armenia. Dikisahkan saat Nabi Nuh dan bahteranya mendarat di gunung Ararat, Nuh keluar dan melihat ke arah Yerevan. Kisah lainnya nama Yerevan terkait dengan nama pendiri kota yaitu Argisthi I yang merupakan Raja Ara I. Saat itu kota dinamakan Aravan yang berarti kota Ara. Seperti tradisi raja-raja Armenia yang selalu memberi nama kota dengan nama mereka.

 

Hal berikut bukan merupakan tujuan dari penulisan teks laporan observasi yang berjudul “Mengunjungi Yerevan, Kota Bersejarah Penuh Bangunan Kuno” adalah...

  1. Merekomendasikan suatu tempat untuk objek wisata sejarah dan budaya

  2. Menggambarkan berbagai hal yang dialami penulis

  3. Melarang pembaca untuk datang ke tempat yang ada di dalam teks

  4. Memperkenalkan suatu tempat yang dianggap menarik

Iklan

E. Iga

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Sanata Dharma

Jawaban terverifikasi

Iklan

Pembahasan

Melarang pembaca untuk mengeahui hal yang disampaikan di teks laporan observasi bukan meupakan tujuan dari teks lapoan obserasi. Setiap pembaca berhak untuk mengetahui hal yang disampaikan di dalam teks laporan observasi. Pilihan A, B, dan D adalah bagian dari tujuan penulisan teks laporan observasi.

Melarang pembaca untuk mengeahui hal yang disampaikan di teks laporan observasi bukan meupakan tujuan dari teks lapoan obserasi. Setiap pembaca berhak untuk mengetahui hal yang disampaikan di dalam teks laporan observasi. Pilihan A, B, dan D adalah bagian dari tujuan penulisan teks laporan observasi.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

11

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Kucing merupakan binatang peliharaan yang paling populer. Kucing merupakan hewan dari kelas mamalia. Berdasarkan makannya, kucing termasuk binatang karnivora karena pemakan daging. Ciri karnivora terl...

42

3.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2024 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia