Iklan

Iklan

Pertanyaan

Mengapa anak pertama dari perkawinan pria yang bergolongan darah rhesus positif homozigot dengan wanita yang bergolongan darah rhesus negatif homozigot selamat, sementara anak kedua dan seterusnya dari pasangan itu terlalu terlahir dalam kondisi meninggal?

Mengapa anak pertama dari perkawinan pria yang bergolongan darah rhesus positif homozigot dengan wanita yang bergolongan darah rhesus negatif homozigot selamat, sementara anak kedua dan seterusnya dari pasangan itu terlalu terlahir dalam kondisi meninggal? 

Iklan

F. Andriyani

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Semarang

Jawaban terverifikasi

Jawaban

pada kasus ini anak kedua dan seterusnya dari pasangan itu terlalu terlahir dalam kondisi meninggal karena mengalami eritroblastosis fetalis yang disebabkan oleh antibodi ibu yang sudah terbentuk akan menggumpalkan antigen yang ada darah bayi. Akibatnya, antibodi ibu akan menghancurkan eritrosit janinsehingga anakyang dilahirkan akan mengalami anemia akut. Hal inilah yang menyebabkan anak kedua dan seterusnya dari pasangan itu selalu terlahir dalam kondisi meninggal.

pada kasus ini anak kedua dan seterusnya dari pasangan itu terlalu terlahir dalam kondisi meninggal karena mengalami eritroblastosis fetalis yang disebabkan oleh antibodi ibu yang sudah terbentuk akan menggumpalkan antigen yang ada darah bayi. Akibatnya, antibodi ibu akan menghancurkan eritrosit janin sehingga anak yang dilahirkan akan mengalami anemia akut. Hal inilah yang menyebabkan anak kedua dan seterusnya dari pasangan itu selalu terlahir dalam kondisi meninggal.

Iklan

Pembahasan

Pembahasan
lock

Rhesus adalah sistem penggolongan darah berdasarkan ada tidaknya antigen Rh. Jika seseorang memiliki antigen Rh di darahnya, maka orang tersebut digolongkan sebagai rhesus positif, dan jika seseorang tidak memiliki antigen Rh, maka orang tersebut digolongkan sebagai rhesus negatif.Perkawinan pria yang bergolongan darah rhesus positif homozigot (RhRh) dengan wanita yang bergolongan darah rhesus negatif homozigot (rhrh) akan menghasilkan janin dengan rhesus positif (Rhrh), seperti pada persilangan di bawah ini. P1 : RhRh >< rhrh (pria rhesus positif) (wanita rhesus negatif) G : Rh rh F1 : Rhrh (janin) (rhesus positif) Ketika seorang ibu hamil memiliki rhesus negatif dan janinyang dikandungnyamemiliki rhesus positif maka rhesus ibu tidak cocok dengan janin. Adanya ketidakcocokan rhesus ibu dan rhesus janin yang dikandung akan menyebabkan eritroblastosis fetalis. Eritroblastosis fetalis adalah kelainan sel darah merah pada janin yang menyebabkan eritrosit pada bayi pecah. Kondisi ini yang mengancam keselamatan bayi karena dapat menyebabkan pecahnya sel-sel darah merah dan menimbulkan anemia akut. Namun kasus ini tidak akan terjadi pada kehamilan pertama ketika mengandung anak dengan rhesus positif, dan akan terjadi pada kehamilan berikutnya, bayi akan mengalami eritroblastosis fetalis karena antibodi ibu yang sudah terbentuk akan menggumpalkan antigen yang ada darah janin.Akibatnya, antibodi ibu akan menghancurkan eritrosit janinsehingga nantinya anak yang dilahirkan akan mengalami anemia akut. Hal inilah yang menyebabkan anak kedua dan seterusnya dari pasangan itu selalu terlahir dalam kondisi meninggal. Dengan demikian, pada kasus ini anak kedua dan seterusnya dari pasangan itu terlalu terlahir dalam kondisi meninggal karena mengalami eritroblastosis fetalis yang disebabkan oleh antibodi ibu yang sudah terbentuk akan menggumpalkan antigen yang ada darah bayi. Akibatnya, antibodi ibu akan menghancurkan eritrosit janinsehingga anakyang dilahirkan akan mengalami anemia akut. Hal inilah yang menyebabkan anak kedua dan seterusnya dari pasangan itu selalu terlahir dalam kondisi meninggal.

Rhesus adalah sistem penggolongan darah berdasarkan ada tidaknya antigen Rh. Jika seseorang memiliki antigen Rh di darahnya, maka orang tersebut digolongkan sebagai rhesus positif, dan jika seseorang tidak memiliki antigen Rh, maka orang tersebut digolongkan sebagai rhesus negatif. Perkawinan pria yang bergolongan darah rhesus positif homozigot (RhRh) dengan wanita yang bergolongan darah rhesus negatif homozigot (rhrh) akan menghasilkan janin dengan rhesus positif (Rhrh), seperti pada persilangan di bawah ini.

P1      :               RhRh                    ><                  rhrh

              (pria rhesus positif)                (wanita rhesus negatif)

G        :                  Rh                                              rh

F1      :                                            Rhrh (janin)

                                                  (rhesus positif)

Ketika seorang ibu hamil memiliki rhesus negatif dan janin yang dikandungnya memiliki rhesus positif maka rhesus ibu tidak cocok dengan janin. Adanya ketidakcocokan rhesus ibu dan rhesus janin yang dikandung akan menyebabkan eritroblastosis fetalis. Eritroblastosis fetalis adalah kelainan sel darah merah pada janin yang menyebabkan eritrosit pada bayi pecah. Kondisi ini yang mengancam keselamatan bayi karena dapat menyebabkan pecahnya sel-sel darah merah dan menimbulkan anemia akut. Namun kasus ini tidak akan terjadi pada kehamilan pertama ketika mengandung anak dengan rhesus positif, dan akan terjadi pada kehamilan berikutnya, bayi akan mengalami eritroblastosis fetalis karena antibodi ibu yang sudah terbentuk akan menggumpalkan antigen yang ada darah janin. Akibatnya, antibodi ibu akan menghancurkan eritrosit janin sehingga nantinya anak yang dilahirkan akan mengalami anemia akut. Hal inilah yang menyebabkan anak kedua dan seterusnya dari pasangan itu selalu terlahir dalam kondisi meninggal.

Dengan demikian, pada kasus ini anak kedua dan seterusnya dari pasangan itu terlalu terlahir dalam kondisi meninggal karena mengalami eritroblastosis fetalis yang disebabkan oleh antibodi ibu yang sudah terbentuk akan menggumpalkan antigen yang ada darah bayi. Akibatnya, antibodi ibu akan menghancurkan eritrosit janin sehingga anak yang dilahirkan akan mengalami anemia akut. Hal inilah yang menyebabkan anak kedua dan seterusnya dari pasangan itu selalu terlahir dalam kondisi meninggal.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

6

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Eritroblastosis fetalis dapat terjadi padajanin apabila ....

38

4.9

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2024 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia