Roboguru

Masyarakat Kerajaan Kutai menganut agama Hindu. Hal itu ditandai adanya bangunan atau tempat suci bagi umat Hindu untuk melakukan upacara-upacara keagamaan yang bernama ...

Pertanyaan

Masyarakat Kerajaan Kutai menganut agama Hindu. Hal itu ditandai adanya bangunan atau tempat suci bagi umat Hindu untuk melakukan upacara-upacara keagamaan yang bernama ...

  1. vratyasoma

  2. waprakeswara

  3. baprakeswara

  4. wangsakerta

  5. yupa

Pembahasan Soal:

Waprakeswara adalah suatu tempat suci untuk mengadakan sesaji berupa sedekah benda-benda upacara, untuk dipersembahkan kepada para dewa. Dalam salah satu prasasti Yupa yang ditemukan di wilayah Kutai, Kalimantan Timur, tercantum kalimat waprakeswara yang menunjukkan penyembahan terhadap Dewa Siwa yang merupakan salah satu dari tiga Dewa Trimurti dalam agama Hindu. Dengan demikian, kata waprakeswara dalam prasasti Yupa menunjukkan bahwa masyarakat Kutai adalah pemeluk agama Hindu dengan adanya penyembahan terhadap Dewa Siwa.

Dengan demikian, maka jawaban yang benar adalah B.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 14 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Masyarakat di Kerajaan Kutai menganut agama Hindu Syiwa. Perkembangan agama tersebut dibuktikan dengan keberadaan tempat suci bernama ...

Pembahasan Soal:

Kerajaan Kutai Martadipura di Kalimantan Timur merupakan kerajaan pertama di Nusantara yang bercorak Hindu. Kerajaan ini diperkirakan berdiri pada abad ke-5 masehi. Adapun bukti yang mendukung keberadaan Kerajaan Kutai adalah temuan Prasasti Tujuh Buah Yupa di Bukit Brubus, Muara Kaman, Kalimantan Timur, dengan menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta. Adanya temuan prasasti itu memberikan keterangan terkait kehidupan Kerajaan Kutai, misalnya silsilah Raja Mulawarman sebagai raja yang membawa kejayaan pada Kerajaan Kutai. Selain itu, prasasti ini juga memuat informasi tentang kehidupan keagamaan di sana, yakni dengan adanya suatu tempat yang bernama Waprakeswara.

Waprakeswara merupakan istilah yang merujuk pada penyebutan Bapakeswara di Pulau Jawa yang selalu berhubungan dengan tiga dewa utama: Brahmana, Wisnu dan Syiwa. Dalam konteks Kerajaan Kutai, Waprakeswara merupakan tempat suci untuk mengadakan persajian berupa sedekah untuk disembahkan kepada para dewa. Hal ini menunjukan bahwa kehidupan keagamaan masyarakat Kutai adalah menganut agama Hindu Syiwa.

Jadi, tempat suci bagi para penganut Hindu Syiwa di Kerajaan Kutai bernama Waprakeswara.

0

Roboguru

Pada prasasti yupa peninggalan kerajaan Kutai terdapat istilah "Waprakeswara". Berdasarkan penelitian para ahli, istilah tersebut memiliki arti....

Pembahasan Soal:

Kerajaan Kutai diyakini sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Keberadaannya dibuktikan lewat berbagai peninggalan seperti arca dan prasasti. Peninggalan sejarah Kerajaan Kutai yang paling penting yakni tujuh yupa yang ditemukan di sekitar Muara Kaman, Kalimantan Timur. Yupa adalah tiang batu yang bertuliskan berita tentang Kerajaan Kutai. Yupa ditulis dengan huruf Pallawa yang merupakan bahasa Sansekerta. Huruf Pallawa banyak digunakan di India Selatan. Dalam salah satu Yupa, ada kata "Waprakeswara". Menurut ahli, Waprakeswara adalah lapangan luas tempat pemujaan terhadap Dewa Siwa, Dewa Hindu.undefinedDengan demikian, maka Waprakeswara adalah lapangan luas tempat pemujaan terhadap Dewa Siwa, Dewa Hindu.undefined

Jadi, jawaban yang tepat adalah B.undefined

 

 

0

Roboguru

Dalam salah satu Yupa pada prasasti Kutai tertera keterangan tentang silsilah raja raja kerajaan Kutai. Berdasarkan keterangan tersebut maka dapat disimpulkan pendiri kerajaan Kutai adalah ....

Pembahasan Soal:

Salah satu batu prasasti di Kerajaan Kutai adalah Prasasti Mulawarman, atau disebut juga Prasasti Kutai, adalah sebuah prasasti yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Kutai. Terdapat tujuh buah yupa yang memuat prasasti, namun baru 4 yang berhasil dibaca dan diterjemahkan. Prasasti ini menggunakan huruf Pallawa Pra-Nagari dan dalam bahasa Sanskerta, yang diperkirakan dari bentuk dan jenisnya berasal dari sekitar 400 Masehi. Prasasti ini ditulis dalam bentuk puisi anustub. Isinya menceritakan Raja Mulawarman yang memberikan sumbangan kepada para kaum Brahmana berupa sapi yang banyak. Mulawarman disebutkan sebagai cucu dari Kudungga, dan anak dari Aswawarman. Prasasti ini merupakan bukti peninggalan tertua dari kerajaan yang beragama Hindu di Indonesia. Nama Kutai umumnya digunakan sebagai nama kerajaan ini meskipun tidak disebutkan dalam prasasti, sebab prasasti ditemukan di Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu Sungai Mahakam.

Dengan demikian pendiri kerajaan Kutai adalah Kudungga.

0

Roboguru

Bangsa Indonesia di masa lalu telah memiliki peradaban yang tinggi. Salah satunya terlihat dari sistem pemerintahan yang dilaksanakan pada waktu itu. Ketika kebudayaan Hindu-Buddha datang, maka terjad...

Pembahasan Soal:

Pengaruh kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia mengubah sistem pemerintahan yang ada di nusantara. Awalnya, sistem pemerintahan bercorak kesukuan dan kerakyatan menjadi monarki dengan hirarki (tingkatan) yang jelas. Struktur pemerintahan monarki berlaku umum disemua kerajaan Hindu-Budha yang pernah muncul di Indonesia mulai dari Kutai sampai Majapahit, artinya pemimpin tertinggi pemerintahan adalah raja. Dimana, raja dipilih berdasarkan faktor keturunan dari dinasti yang berkuasa dan dikukuhkan oleh kasta Brahmana yakni kasta yang paling disegani dalam masyarakat Hindu.

Dengan demikian pengaruh kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia mengubah sistem pemerintahan yang ada di nusantara. Awalnya, sistem pemerintahan bercorak kesukuan dan kerakyatan menjadi monarki dengan hirarki (tingkatan) yang jelas.

0

Roboguru

Jelaskan alasan Airlangga memerintahkan Mpu Bharada untuk membagi kerajaannya menjadi Kediri dan Janggala!

Pembahasan Soal:

Airlangga merupakan salah satu raja yang besar dari Kerajaan Medang Kamulan. Ia memerintah periode tahun 1009-1042 dengan gelar abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa. Ia menggantikan posisi Dharmawangsa dan membangun kembali kerajaan yang telah hancur akibat serangan dari Wurawuri. Pada akhir pemerintahannya, Ia memilih untuk mengasingkan diri dan menjadi petapa. Kemudian, Ia memerintahkan Mpu Barada untuk membagi kerajaannya menjadi dua yakni Jenggala dan Panjalu untuk kedua anaknya. Hal ini dilakukan untuk menghindari konflik. Namun, perebutan kekuasaan tetap tidak dapat dihindarkan. Dengan demikian, alasan Airlangga membagi kerajaannya adalah menghindari konflik diantara kedua putranya sebagai pewaris tahta.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved