Salah satu jenis diastereoisomer adalah isomer geometri (cis-trans), yaitu kelompok senyawa dengan rumus molekul sama tetapi dengan geometri gugus dalam ruang yang berbeda. Cis menunjukkan geometri dua gugus dalam posisi ruang yang sepihak, sedangkan trans menunjukkan geometri dua gugus dalam posisi ruang yang berseberangan (menyilang). Isomer ini dapat terjadi pada senyawa-senyawa alkena, misalnya 2-butena.
Untuk dapat menjawab soal di atas, maka terlebih dahulu perlu dibuat struktur dari senyawa 1, 2, 3, dan 4. Struktur keempat senyawa tersebut adalah sebagai berikut.
- 1-butena

Senyawa 1-butena tidak memiliki isomer geometri karena atom C rangkap pada nomor 1 mengikat dua gugus yang sama (atom H).
- 2-metil-2-heksena

Senyawa 2-metil-2-heksena tidak memiliki isomer geometri karena atom C rangkap (nomor 2) mengikat dua gugus yang sama (gugus
).
- 3-heksena

Senyawa 3-heksena memiliki isomer geometri karena pada kedua atom C rangkap mengikat dua gugus yang berbeda (gugus
dan atom H). Jadi 3-heksena memiliki 2 senyawa, yaitu cis-3-heksena (gambar atas) dan trans-3-heksena (gambar bawah).
- 3-etil-2-pentena

Senyawa 3-etil-2-pentena tidak memiliki isomer geometri karena pada salah satu atom C rangkap (nomor 3) mengikat dua gugus yang sama (gugus
).
Dengan demikian, maka senyawa 1-butena tidak memiliki isomer geometri, senyawa 2-metil-2-heksena tidak memiliki isomer geometri, senyawa 3-heksena memiliki isomer geometri, yaitu cis-3-heksena dan trans-3-heksena, sedangkan 3-etil-2-pentena tidak memiliki isomer geometri.
Jadi, senyawa alkena di atas yang memiliki isomer geometri adalah senyawa 3-heksena.