Iklan
Pertanyaan
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan cermat.
"Wah, kau sudah punya anak gadis sekarang, ya, "kata Om Ical pada ibu sambil menepuk-nepuk pundakku. "Sayang, Ita sudah kuliah, sedangkan anak saya yang lelaki baru kelas tiga SMP. Kalau sepantaran, kita kan bisa besanan!" Lanjut Om Kal sambil mengunyah dan menghabiskan bakpia di meja dengan lahapnya.
Ibu hanya tersenyum. Untung saja, pikirku. Kalau ayahnya seperti ini, sudah bisa kubayangkan seperti apa anaknya.
Makna bagian terakhir dalam kutipan cerpen di atas adalah . . .
Penolakan tokoh aku karena anak dari seorang ayah itu banyak bicara.
Penolakan tokoh aku karena membayangkan anak dari seorang ayah itu rakus.
Tokoh aku membayangkan bahwa anak dari seorang ayah itu seperti tong kosong nyaring bunyinya.
Tokoh aku menolak karena ayahnya rakus.
Iklan
A. Acfreelance
Master Teacher
3
4.3 (3 rating)
Zahra Aurelia Affandi
Makasih ❤️
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia