Roboguru

Lengkapilah contoh gurindam di bawah ini!  Jika kurang pikir, kurang siasat Tentu dirimu kelak tersesat Pikirkan dulu sebelum berkata ................................................. Perkataan terasa tajam jika dilepas ................................................. ................................................. Kelak diri ditimpa bahaya besar ................................................. Kelak mereka pasti berduka cita

Pertanyaan

Lengkapilah contoh gurindam di bawah ini!space 


Jika kurang pikir, kurang siasat
Tentu dirimu kelak tersesat

Pikirkan dulu sebelum berkata
.................................................

Perkataan terasa tajam jika dilepas
.................................................

.................................................
Kelak diri ditimpa bahaya besar

.................................................
Kelak mereka pasti berduka citaspace 

Pembahasan Soal:

Gurindam adalah adalah puisi lama yang terdiri atas dua baris dalam satu bait dengan irama akhir yang sama. Baris pertama berisi soal, masalah, perjanjian dan baris kedua berisi jawaban atau akibat dari masalah pada baris pertama tadi. Isinya berupa nasihat.

Jika kurang pikir, kurang siasat
Tentu dirimu kelak tersesat

Pikirkan dulu sebelum berkata
Supaya terelak silang sengketa

Perkataan terasa tajam jika dilepas
Ibarat beringin, racun dan upas.

Kalau mulut tajam dan kasar,
Kelak diri ditimpa bahaya besar

Siapa menggemari silang sengketa,
Kelak mereka pasti berduka citaspace 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

R. Trihandayani

Terakhir diupdate 08 Oktober 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Lengkapilah contoh pantun di bawah ini!  Berakit-rakit ke hulu ................................. Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian.

Pembahasan Soal:

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b). Pantun berasal dari bahasa Minangkabau 'patuntun', yang berarti penuntun. Supaya bersajak a-b-a-b, pantun di atas menjadi sebagai berikut.

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian.

Dengan demikian, pantun di atas dapat dilengkapi dengan bentuk "berenang-renang ke tepian". 

0

Roboguru

Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut adalah ....

Pembahasan Soal:

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan pada teks puisi lama. Gaya bahasa tersebut berupa bahasa kiasan, yaitu bahasa yang menggunakan kata-kata indah dan bukan merupakan arti yang sebenarnya. Majas dibagi menjadi majas perbandingan, penegasan, pertentangan, dan sindiran.

Kata-kata dalam penggalan puisi di atas berbicara tentang seorang gadis yang berjalan sendiri di pinggir sungai dengan rambut yang panjang dan gaunnya yang kuning, bernyanyi bersama angin. Untuk itu, kalimat bermajas yang tepat melengkapi puisi di atas akan berhubungan dengan gambaran seorang gadis itu.

Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut adalah cerah matanya seperti matahari, seperti pohon-pohon trembesi.

Larik puisi tersebut mengandung majas simile, yaitu membandingkan kata/benda, biasanya menggunakan kata perbandingan seperti bak, bagaikan, seperti, dan lain-lain. Pada larik tersebut kata mata diumpamakan seperti matahari karena begitu cerah dan tajam.

Dengan demikian jawaban yang benar adalah pilihan C. 

0

Roboguru

Lengkapilah pantun berikut sesuai pesan yang telah ditentukan berikut.

Pembahasan Soal:

Pantun merupakan salah satu bentuk puisi rakyat yang masih terikat dengan beberapa peraturan. Pantun memiliki ciri khas atau struktur, antara lain:

  1. Pantun terdiri atas empat baris atau larik
  2. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi
  3. Satu larik pantun biasanya terdiri atas 8-12 suku kata
  4. Bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a
  5. Pantun sering menggunakan konjungsi, misalnya konjungsi kalau dan jika untuk menunjukkan hubungan syarat; konjungsi karena untuk menunjukkan hubungan sebab akibat.

Pantun di atas hanya tersedia bagian isinya saja dengan sajak atau bunyi akhir baris ketiga -an dan bunyi akhir baris keempat -ma.

Bilamana kita merasa terugikan?
Ketika mampu tapi tak membantu sesama

Untuk melengkapi bagian sampiran, harus menggunakan bunyi akhir yang sesuai dengan bagian isi. Maka dapat dibuat sampiran sebagai berikut:

Pergi ke laut menjala ikan
Sambil menjala saling bercengkerama

Sampiran di atas sudah sesuai untuk melengkapi bagian isi karena memiliki bunyi akhir baris pertama -an dan baris kedua -ma.

Dengan demikian, pantun di atas bisa dilengkapi dengan sampiran Pergi ke laut menjala ikan. Sambil menjala saling bercengkerama. 

0

Roboguru

Baris yang tepat untuk melengkapi pantun di atas adalah ....

Pembahasan Soal:

Pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu) yang merupakan ungkapan perasaan dan pikiran yang dapat menghibur sekaligus menegur. Pantun merupakan jenis puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empak baris serta memiliki sampiran dan isi.

Melengkapi pantun yang rumpang bisa dengan cara melihat sajak pada akhiran tiap barisnya. Petunjuk pada sampiran adalah kancil sedang menulis. Maka, bisa dilanjutkan dengan bentuk "sambil menulis bermain gitar". Jadi, pantun di atas menjadi sebagai berikut.

Kancil menulis di daun lontar,
Sambil menulis bermain gitar
Belajar tak sekedar pintar,
Namun menjadi pribadi benar.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A. 

0

Roboguru

Lengkapilah pantun berikut sesuai pesan yang telah ditentukan berikut.

Pembahasan Soal:

Pantun merupakan salah satu bentuk puisi rakyat yang masih terikat dengan beberapa peraturan. Pantun memiliki ciri khas atau struktur, antara lain:

  1. Pantun terdiri atas empat baris atau larik
  2. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi
  3. Satu larik pantun biasanya terdiri atas 8-12 suku kata
  4. Bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a
  5. Pantun sering menggunakan konjungsi, misalnya konjungsi kalau dan jika untuk menunjukkan hubungan syarat; konjungsi karena untuk menunjukkan hubungan sebab akibat.

Pantun di atas hanya tersedia baris kedua bagian sampiran dan baris ketiga bagian isi dengan sajak atau bunyi akhir baris kedua -nga dan bunyi akhir baris ketiga -ut.

Rusa lari dikejar-kejar singa
Janganlah terus membuka mulut

Berdasarkan ilustrasi pada soal, pantun di atas mengandung pesan untuk menghargai pendapat orang lain. Oleh karena itu, pada bagian isi harus memuat pesan tersebut. Pada soal sudah tersedia satu baris isi: Janganlah terus membuka mulut

Untuk melengkapi bagian isi, dapat dilanjutkan dengan: Kini saatnya membuka telingaBagian tersebut memiliki bunyi akhir yang sama dengan baris kedua pada sampiran, yaitu -nga.

Selanjutnya, untuk melengkapi sampiran pada baris pertama, dapat mengikuti bunyi akhir pada baris ketiga, yaitu menggunakan bunyi akhir -ut. Bagian sampiran yang sesuai: Ada rusa berlari kecut.

Berdasarkan penjelasan tersebut, pantun di atas dapat ditulis secara lengkap sebagai berikut:

Ada rusa berlari kecut  (a)
Rusa lari dikejar-kejar singa  (b)
Janganlah terus membuka mulut  (a)
Ada kalanya membuka telinga  (b)

Dengan demikian, pantun di atas bisa dilengkapi dengan sampiran Ada rusa berlari kecut. Ada kalanya membuka telinga. 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved