Teks cerita fantasi adalah salah satu genre teks narasi yang memiliki kisah imajinasi dan khayalan yang melebihi realita. Tema cerita fantasi di atas ialah "Berkemah di di tempat bekas pembantaian para pejuang yang menentang penjajah". Untuk melanjutkan cerita di atas, penulisan cerita harus disesuaikan dengan tema yang ada. Dengan demikian, lanjutan cerita yang tepat ialah "Ketika aku disuruh mencari ranting-ranting pohon jati untuk kegiatan api unggun, tiba-tiba aku mendengar suara suara dibalik semak-semak seperti ada orang yang sedang berbisik satu sama lain. Pada awalnya, aku abaikan suara tersebut, dan aku meyakinkan diriku itu hanyalah seekor tikus yang sedang lewat. Namun, semakin aku abaikan, aku malah merasakan ada seseorang yang mengawasiku di balik semak-semak itu. aku terdiam memikirkan apa yang harus aku lakukan. Apakah aku harus lari, tapi aku sangat penasaran apa yang ada di balik semak itu. Namun, aku tidak seberani itu, untuk memastikannya. Akhirnya, aku telah mantap memutuskan. Kuikat tali sepatuku kencang-kencang, dan aku bersiap memasang kuda-kuda. Satu.. dua..ti..gaa..aku putuskan untuk memastikan apa yang ada di balik semak-semak itu, lalu aku akan kabur sejauh mungkin jika itu memang hantu. Aku membuka semak-semak itu, dan mengarahkan senter ku kesana. Sial... kenapa di saat seperti ini senterku mati.. Masa bodohlah aku sudah sangat penasaran dan terlanjur membuka semak-semak itu. Oh..tidakk.. kakiku..kenapa rasanya seperti ada tangan yang ingin menarik..dan setelah ku lhat kebwah, dan aaaaaaaaaaaa......."
Jadi, lanjutan cerita fantasi di atas yang tepat yaitu:
"Ketika aku disuruh mencari ranting-ranting pohon jati untuk kegiatan api unggun, tiba-tiba aku mendengar suara suara dibalik semak-semak seperti ada orang yang sedang berbisik satu sama lain. Pada awalnya, aku abaikan suara tersebut, dan aku meyakinkan diriku itu hanyalah seekor tikus yang sedang lewat. Namun, semakin aku abaikan, aku malah merasakan ada seseorang yang mengawasiku di balik semak-semak itu. aku terdiam memikirkan apa yang harus aku lakukan. Apakah aku harus lari, tapi aku sangat penasaran apa yang ada di balik semak itu. Namun, aku tidak seberani itu, untuk memastikannya. Akhirnya, aku telah mantap memutuskan. Kuikat tali sepatuku kencang-kencang, dan aku bersiap memasang kuda-kuda. Satu.. dua..ti..gaa..aku putuskan untuk memastikan apa yang ada di balik semak-semak itu, lalu aku akan kabur sejauh mungkin jika itu memang hantu. Aku membuka semak-semak itu, dan mengarahkan senter ku kesana. Sial... kenapa di saat seperti ini senterku mati.. Masa bodohlah aku sudah sangat penasaran dan terlanjur membuka semak-semak itu. Oh..tidakk.. kakiku..kenapa rasanya seperti ada tangan yang ingin menarik..dan setelah ku lhat kebwah, dan aaaaaaaaaaaa......."