Iklan

Pertanyaan

Bacalah kutipan buku berikut dengan saksama! 


Teks 1 

Roro Jonggrang, Legenda Danau Toba, Andhe-Andhe Lumut merupakan beberapa contoh warisan nenek moyang bangsa Indonesia berupa cerita rakyat. Cerita tersebut diturunkan melalui lisan. Pewarisan tersebut dilakukan oleh pemilik asli dari kebudayaan tempat cerita tersebut berasal. Purwadi (2009:2) mengatakan bahwa cerita rakyat berbentuk anonim dilestarikan oleh masyarakat pendukung dengan sukarela, dan tidak ada yang berhak untuk memonopoli kepemilikan cerita tersebut. Dengan demikian, cerita rakyat dapat dipastikan tidak diketahui penutur utamanya karena telah banyak yang diwariskan. 


Teks 2 

Di mataku, ia tampak seperti pemberontak Germania yang takluk diperangi tentara Praetorian dalam film-film klasik Romawi. Ia terluka. Sabetan machete melintang di bawah ketiaknya. Luka yang dalam dan panjang membuatnya tak dapat menegakkan tubuh dengan sempurna. Jika ia mengangkat wajah, menyorot dua bola mata yang keruh. Alisnya serupa bulan sabit, tatapannya ingin menelan. Kedua mata itu berbicara lebih lancang dari mulutnya, namun menyimpan rahasia yang dalam, seperti ada cinta yang juga terluka, hidup yang tersia-sia, dan dendam yang membara.space  

Kutipan, jenis buku, dan alasan (tuliskan minimal 3 alasan).

Kutipan, jenis buku, dan alasan (tuliskan minimal 3 alasan).space  

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

20

:

55

:

26

Klaim

Iklan

A. Rizky

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Indonesia

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Buku nonfiksi adalah buku yang berisi kejadian sebenarnya dan bersifat informatif. Dalam buku nonfiksi dibutuhkan pengamatan dan data dalam pembuatannya sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan. Ciri-ciri buku nonfiksi di antaranya: Menggunakan bahasa formal. Sebagian besar menggunakan makna denotasi. Disusun berdasarkan data dan fakta. Buku fiksi adalah buku yang berisi cerita dan bersifat imajinatif. Ciri-ciri buku fiksi di antaranya: Penulisan menggunakan gaya bahasa. Sebagian besar menggunakan makna konotasi. Berdasarkan imajinasi atau khayal. Teks 1: Jenis buku: nonfiksi “Pewarisan tersebut dilakukan oleh pemilik asli dari kebudayaan tempat cerita tersebut berasal.” (Menggunakan bahasa baku atau formal.) “Purwadi (2009:2) mengatakan bahwa cerita rakyat berbentuk anonim dilestarikan oleh masyarakat pendukung dengan sukarela, dan tidak ada yang berhak untuk memonopoli kepemilikan cerita tersebut.” (Terdapat pendapat ahli.) “Cerita tersebut diturunkan melalui lisan.” (Menggunakan makna denotasi atau makna sebenarnya.) Teks 2: Jenis buku: fiksi “Luka yang dalam dan panjang membuatnya tak dapat menegakkan tubuh dengan sempurna.” (Penggambaran tokoh fiksi.) “Alisnya serupa bulan sabit, tatapannya ingin menelan.” (Menggunakan majas atau gaya bahasa.) “Kedua mata itu berbicara lebih lancang dari mulutnya, namun menyimpan rahasia yang dalam, seperti ada cinta yang juga terluka, hidup yang tersia-sia, dan dendam yang membara.” (Menggunakan makna konotasi atau kiasan.) Dengan demikian, kutipan jenis buku dan alasan kedua buku tersebut adalah Teks 1: Jenis buku: nonfiksi “Pewarisan tersebut dilakukan oleh pemilik asli dari kebudayaan tempat cerita tersebut berasal.” (Menggunakan bahasa baku atau formal.) “Purwadi (2009:2) mengatakan bahwa cerita rakyat berbentuk anonim dilestarikan oleh masyarakat pendukung dengan sukarela, dan tidak ada yang berhak untuk memonopoli kepemilikan cerita tersebut.” (Terdapat pendapat ahli). “Cerita tersebut diturunkan melalui lisan.” (Menggunakan makna denotasi atau makna sebenarnya.) Teks 2: Jenis buku: fiksi “Luka yang dalam dan panjang membuatnya tak dapat menegakkan tubuh dengan sempurna.” (Penggambaran tokoh fiksi) “Alisnya serupa bulan sabit, tatapannya ingin menelan.” (Menggunakan majas atau gaya bahasa.) “Kedua mata itu berbicara lebih lancang dari mulutnya, namun menyimpan rahasia yang dalam, seperti ada cinta yang juga terluka, hidup yang tersia-sia, dan dendam yang membara.” (Menggunakan makna konotasi atau kiasan.)

Buku nonfiksi adalah buku yang berisi kejadian sebenarnya dan bersifat informatif. 

Dalam buku nonfiksi dibutuhkan pengamatan dan data dalam pembuatannya sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan.

Ciri-ciri buku nonfiksi di antaranya:

  • Menggunakan bahasa formal. 
  • Sebagian besar menggunakan makna denotasi. 
  • Disusun berdasarkan data dan fakta.

Buku fiksi adalah buku yang berisi cerita dan bersifat imajinatif.

Ciri-ciri buku fiksi di antaranya:

  • Penulisan menggunakan gaya bahasa. 
  • Sebagian besar menggunakan makna konotasi. 
  • Berdasarkan imajinasi atau khayal. 

 

Teks 1:
Jenis buku: nonfiksi

  • “Pewarisan tersebut dilakukan oleh pemilik asli dari kebudayaan tempat cerita tersebut berasal.” (Menggunakan bahasa baku atau formal.)
  • “Purwadi (2009:2) mengatakan bahwa cerita rakyat berbentuk anonim dilestarikan oleh masyarakat pendukung dengan sukarela, dan tidak ada yang berhak untuk memonopoli kepemilikan cerita tersebut.” (Terdapat pendapat ahli.)
  • “Cerita tersebut diturunkan melalui lisan.” (Menggunakan makna denotasi atau makna sebenarnya.)

Teks 2:

Jenis buku: fiksi

  • “Luka yang dalam dan panjang membuatnya tak dapat menegakkan tubuh dengan sempurna.” (Penggambaran tokoh fiksi.)
  • “Alisnya serupa bulan sabit, tatapannya ingin menelan.” (Menggunakan majas atau gaya bahasa.)
  • “Kedua mata itu berbicara lebih lancang dari mulutnya, namun menyimpan rahasia yang dalam, seperti ada cinta yang juga terluka, hidup yang tersia-sia, dan dendam yang membara.” (Menggunakan makna konotasi atau kiasan.)

Dengan demikian, kutipan jenis buku dan alasan kedua buku tersebut adalah

Teks 1:
Jenis buku: nonfiksi

  • “Pewarisan tersebut dilakukan oleh pemilik asli dari kebudayaan tempat cerita tersebut berasal.” (Menggunakan bahasa baku atau formal.)
  • “Purwadi (2009:2) mengatakan bahwa cerita rakyat berbentuk anonim dilestarikan oleh masyarakat pendukung dengan sukarela, dan tidak ada yang berhak untuk memonopoli kepemilikan cerita tersebut.” (Terdapat pendapat ahli).
  • “Cerita tersebut diturunkan melalui lisan.” (Menggunakan makna denotasi atau makna sebenarnya.)

Teks 2:

Jenis buku: fiksi

  • “Luka yang dalam dan panjang membuatnya tak dapat menegakkan tubuh dengan sempurna.”  (Penggambaran tokoh fiksi)
  • “Alisnya serupa bulan sabit, tatapannya ingin menelan.” (Menggunakan majas atau gaya bahasa.)
  • “Kedua mata itu berbicara lebih lancang dari mulutnya, namun menyimpan rahasia yang dalam, seperti ada cinta yang juga terluka, hidup yang tersia-sia, dan dendam yang membara.” (Menggunakan makna konotasi atau kiasan.)space  

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Rafli Shihab

Pembahasan terpotong Pembahasan tidak lengkap

Iklan

Pertanyaan serupa

Atas dukungan istri dan anak-anaknya, pria tersebut akhirnya bisa bangkit kembali dari keterpurukannya. "Saya kemudian diberikan perawatan dan dikenalkan dengan teman­ teman sesama penderita. Keluarga...

10

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2025 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia