Roboguru

Kongres ketiga Jong Islamieten Bond pada tanggal 23-27 Desember 1927 berlangsung di ...

Pertanyaan

Kongres ketiga Jong Islamieten Bond pada tanggal 23-27 Desember 1927 berlangsung di ...undefined 

  1. Magelang

  2. Yogyakarta

  3. Salatiga

  4. Semarang

Pembahasan Soal:

Jong Islamieten Bond (JIB) merupakan organisasi yang dibentuk oleh mantan anggota Sarekat Islam. JIB didirikan tanggal 1 Januari 1925 di Batavia. Organisasi ini bukanlah organisasi politik karena tidak terlibat dalam kegiatan politik, tetapi menyelenggarakan kursus-kursus pendidikan dan mempererat persatuan bagi pemuda dan pelajar Islam Hindia Belanda. Anggota JIB merupakan anggota dari Jong Sumatranen Bond, Jong Java, dan organisasi pemuda lainnya. Pada kongres ketiga tahun 1935, M. Arif Aini terpilih menjadi ketua umum dan kantor pusat dipindahkan ke Semarang.

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.space space

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Jasmine

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Terakhir diupdate 08 Oktober 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Sejarah kata Indonesia?

Pembahasan Soal:

Semasa penjajahan, pemerintah Belanda memakai nama Nederlandsch-Indie atau Hindia-Belanda untuk sebutan Indonesia. Sebelum merdeka, banyak negara di dunia menamai Indonesia dengan sebutan berbeda-beda. Misalnya saja, bangsa Tionghoa menyebut kawasan ini sebagai Nan-hai yang berarti Kepulauan Laut Selatan. Lalu, bangsa India menyebut kepulauan ini Dwipantara yang berarti Kepulauan Tanah Seberang. Sementara itu, bangsa Arab menyebutnya Jaza’ir al-Jawi atau kepulauan Jawa.

Pada tahun 1850, nama “Indonesia” muncul dalam Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang terbit di Singapura. JIAEA adalah sebuah majalah tahunan yang dikelola oleh James Richardson Logan. Dalam JIAEA volume IV tahun 1850, George Samuel Windsor Earl menulis artikelnya On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations (Pada Karakteristik Terkemuka dari Bangsa-bangsa Papua, Australia dan Melayu-Polinesia).

Dalam tulisan George Samuel Windsor Earl menerangkan tentang perlunya pemberian sebuah nama yang khas untuk wilayah Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu. Menurutnya, penggunaan nama “Hindia” yang digunakan tidaklah tepat dan bisa menimbulkan kerancuan dengan penyebutan India yang lain. Kemudian George Samuel Windsor Earl mengajukan dua pilihan nama, yaitu Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau).

George Samuel Windsor Earl lebih memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia). Namun, dalam jurnal ilmiah James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago (Etnologi dari Kepulauan Hindia) menyatakan bahwa dibutuhkan nama khas untuk negeri kepulauan ini. Sebab, istilah Indian Archipelago (Kepualauan Hindia) terlalu panjang dan membingungkan. James Richardson Logan kemudian memilih menggunakan istilah Indunesia yang tidak digunakan oleh George Samuel Windsor Earl. Kemudia mengganti huruf “u” dari nama tersebut menjadi “o” agar ucapannya lebih baik. Maka jadilah : INDONESIA. Sejak saat itu, James Richardson Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia”. Pemakaian istilah tersebut pun menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.

Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Univeritas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) telah memopulerkan nama “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda. Hal tersebut diterbitkannya melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel (Indonesia atau Pulau-pulau di Kepulauan Melayu) hingga mencapai lima volume. Buku Adolf Bastian memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880.

Sedangkan untuk pribumi yang pertama kali menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. Pada dasawarsa 1920-an, nama “Indonesia” diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan Indonesia. Sehingga nama Indonesia memiliki makna politis sebagai identitas suatu bangsa yang memperjuangkan Kemerdekaan. Pada 1924, pemakaian nama Indonesia dimulai dengan terbitnya koran Indonesia Merdeka milik Perhimpunan Indonesia. Kemudian penggunaan secara nasional bersama-sama terucap dalam ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Kemudian akhirnya, Negara kita resmi bernama Indonesia melalui Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Berdasarkan penjelasan di atas maka kata Indonesia pertama kali digunakan abad ke 19 oleh James Richardson Logan dalam artikel yang dia buat. Selanjutnya pada perkembangannya untuk pribumi yang pertama kali menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.

0

Roboguru

Keadaan bangsa Indonesia pada masa penjajahan yang mengakibatkan munculnya era Kebangkitan Nasional adalah ....

Pembahasan Soal:

Kondisi bangsa Indonesia sebelum tahun 1908 semakin parah. Hal ini terlihat ketika masa penjajahan Belanda. Pihak Belanda memeras kekayaan sekaligus tenaga rakyat Indonesia demi kepentingannya sendiri. Hal ini membuat rakyat semakin miskin dan menderita. Seluruh kekayaan Indonesia dikuasai oleh Belanda untuk membangun negaranya, bahkan Belanda termasuk negara kaya raya di wilayah Eropa pada saat itu. Akibat penderitaan ini, rakyat Indonesia memiliki keberanian untuk melakukan perlawanan. Perlawanan ini dilakukan diberbagai wilayah Indonesia dan dipimpin oleh kaum bangsawan maupun para ulama seperti Pangeran Diponegoro (Jawa Tengah), Sultan Hasanuddin (Sulawesi Selatan), Tuanku Imam Bonjol (Sumatera Barat), dan Sultan Ageng Tirtayasa (Banten). Namun perjuangan ini masih bersifat kedaerahan sehingga tidak terorganisasi secara modern. Hal inilah yang membuat perjuangan rakyat Indonesia belum berhasil.

Dengan demikian keadaan bangsa Indonesia pada masa penjajahan adalah rakyat mengalami penderitaan yang berkepanjangan akibat penjajahan.
 

0

Roboguru

Jelaskan secara singkat tentang perjuangan organisasi kepemudaan “Jong Java” sebagai organisasi kepemudaan yang turut serta mendorong lahirnya Sumpah Pemuda!

Pembahasan Soal:

Jong Java adalah suatu organisasi kepemudaan yang didirikan oleh Satiman Wirjosandjojo di Gedung STOVIA pada tanggal 7 Maret 1915 dengan nama awal Tri Koro Dharmo. Perkumpulan pemuda ini didirikannya karena banyak pemuda yang menganggap bahwa Budi Utomo sebagai organisasi elit. Pada kongres pertamanya di tanggal 12 Juni 1918, Tri Koro Dharmo berganti nama menjadi Jong Java.

Maksud dan tujuan perkumpulan Jong Java adalah untuk membangunkan persatuan Jawa-Raya dengan jalan mengadakan suatu ikatan yang baik diantara murid-murid sekolah menengah bangsa Indonesia. Selain itu, Jong Java juga berusaha menambah anggota-anggota dan menimbulkan rasa cinta akan kebudayaan sendiri.

Pada tahun 1926, organisasi ini mengirimkan perwakilannya dalam Kongres Pemuda I yang digelar pada tanggal 30 April hingga 2 Mei 1926 di Jakarta. Perwakilan Jong Java juga terlibat dalam Kongres Pemuda II pada tanggal  27 dan 28 Oktober 1928, bahkan perwakilannya yang bernama R.M. Joko Marsaid menjadi wakil ketua panitia kongres tersebut. Selanjutnya, Kongres Pemuda II ini nantinya akan melahirkan Sumpah Pemuda yang menjadi dasar untuk membangkitkan persatuan Indonesia.

Dengan demikian, Jong Java merupakan organisasi kepemudaan yang menyerap gagasan persatuan Indonesia dan pencapaian Indonesia merdeka serta mendorong lahirnya Sumpah Pemuda.

0

Roboguru

Pada tahun 1937 Partai lndonesia Raya dibubarkan dan diganti dengan….

Pembahasan Soal:

Partai Indonesia Raya (Parindra) merupakan salah satu organisasi politik yang lahir pada masa pergerakan nasional. Pada tahun 1937 Partai lndonesia Raya dibubarkan dan diganti dengan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo). Perubahan tersebut disebabkan organisasi Parindra dinilai kurang tegas terhadap pemerintah kolonial.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.

0

Roboguru

Tuliskan kepanitian dalam kongres pemuda II 1928!

Pembahasan Soal:

Kongres Pemuda II dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Kongres Pemuda II memiliki susunan panitia sebagai berikut.

  1. Ketua : Soegondo Djojopoespito
  2. Wakil Ketua : Djoko Marsaid
  3. Sekretaris : Muhammad Yamin
  4. Bendahara : Amir Sjarifuddin
  5. Pembantu I : Djohan Muh. Tjai
  6. Pembantu II : Kontjosungkono
  7. Pembantu III : Senduk
  8. Pembantu IV : J. Leimena
  9. Pembantu V : Rohyani 

Dengan demikian susunan panitia Kongres Pemuda II terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, pembantu I hingga pembantu V.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved