Iklan

Pertanyaan

(Waktu pagi cerah. Dalam ruang pertemuan yang didirikan secara darurat. Ruang yang sangat sederhana itu berisikan sebuah meja, dua buah kursi sederhana. Masuklah Mayor. Wajahnya gagah diserami rambut gondrong dan kumis-jenggot melebat. Pada ikat pinggangnya tergantung sepucuk Vickers, dan sebilah belati menghias pada sisi lain. la diiringi Kopral, yang dengan sikap hormat menyilakan duduk. Kopral berpakaian seragam kumal, bersenjatakan sebilah bayonet.)

Mayor: Berapa lama lagi aku mesti tunggu?

Kopral: Sabarlah sedikit, pak.

Mayor: Jangan ditawarkan lagi.

Kopral: Apanya, Pak?

Mayor: Kesabarannya! Sabar itu prinsip. Tidak bisa ditawar-tawar, ngerti?

Kopral: Kalau begitu kuralat ucapan tadi. Sabarlah, titik habis.

Mayor: Ya. Tapi pertanyaanku belum Bung Jawab.

Kopral: Setepat hitungan ilmu pasti tentu tidak dapat. Pak. Jadi, sabarlah. (serayu mau pergi)

Mayor: He, tunggu dulu! Bung jadi ajudannya sudah berapa lama?

Kopral: [...]

Dikutip dari: B. Soelarto "Gempa" dalam Domba-Domba Revolusi, Yogyakarta, Hikayat Publising, 2006.space

Konflik yang diajukan dalam teks drama tersebut adalah ....

Konflik yang diajukan dalam teks drama tersebut adalah ....space

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

05

:

52

:

05

Klaim

Iklan

N. Juliana

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

konflik yang diajukan dalam teks drama tersebut adalah "Mayor tidak memiliki kesabaran untuk menunggu" .

konflik yang diajukan dalam teks drama tersebut adalah "Mayor tidak memiliki kesabaran untuk menunggu".space

Pembahasan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) , drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak pelaku melalui tingkah laku atau dialog yang dipentaskan. Menurut tim Kemdikbud (2017, hlm. 237) , struktur teks drama terdiri dari: Prolog, adalah kalimat atau kata-kata pembuka, pengantar, maupun latar belakang cerita, yang biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu yang telah di set dalam teks drama. Orientasi, merupakan pengenalan dan pengaturan aksi dan tempat yang meliputi: pengenalan tokoh, menyatakan situasi dan cerita, hingga permulaan dalam mengajukan konflik yang akan terjadi dalam kisah yang dibawakan dalam drama. Komplikasi, atau disebut juga sebagai bagian tengah cerita yang mulai mengembangkan konflik. Pada bagian ini tokoh utama akan menemukan berbagai rintangan antara ia dan tujuan atau keinginannya. Tokoh juga kerap mengalami berbagai kesalahpahaman dalam perjuangannya untuk menghadapi berbagai rintangan tersebut. Resolusi (denouement), yakni penyelesaian dari komplikasi atau berbagai rintangan yang menghalangi tokoh utama. Bagian ini harus muncul secara logis dan sesuai dengan berbagai komplikasi atau klimaks (puncak konflik yang menyekat komplikasi dan resolusi) yang sebelumnya telah dihadirkan. Epilog, merupakan bagian penutup dari drama berupa kata-kata penutup yang berisi simpulan atau amanat mengenai keseluruhan isi drama. Bagian ini pun biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu. Berdasarkan penjelasan di atas, konflik yang terdapat dalam sebuah teks drama terdapat pada bagian komplikasi, sehingga konflik yang diajukan dalam teks drama tersebut adalah "Mayor tidak memiliki kesabaran untuk menunggu", hal ini sesuai dengan kutipan dialog yang berbunyi: Mayor: Berapa lama lagi aku mesti tunggu? Kopral: Sabarlah sedikit, pak. Mayor: Jangan ditawarkan lagi. Kopral: Apanya, Pak? Mayor: Kesabarannya! Sabar itu prinsip. Tidak bisa ditawar-tawar, ngerti? Dengan demikian, konflik yang diajukan dalam teks drama tersebut adalah "Mayor tidak memiliki kesabaran untuk menunggu" .

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak pelaku melalui tingkah laku atau dialog yang dipentaskan.

Menurut tim Kemdikbud (2017, hlm. 237), struktur teks drama terdiri dari:

  1. Prolog, adalah kalimat atau kata-kata pembuka, pengantar, maupun latar belakang cerita, yang biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu yang telah di set dalam teks drama.
  2. Orientasi, merupakan pengenalan dan pengaturan aksi dan tempat yang meliputi: pengenalan tokoh, menyatakan situasi dan cerita, hingga permulaan dalam mengajukan konflik yang akan terjadi dalam kisah yang dibawakan dalam drama.
  3. Komplikasi, atau disebut juga sebagai bagian tengah cerita yang mulai mengembangkan konflik. Pada bagian ini tokoh utama akan menemukan berbagai rintangan antara ia dan tujuan atau keinginannya. Tokoh juga kerap mengalami berbagai kesalahpahaman dalam perjuangannya untuk menghadapi berbagai rintangan tersebut.
  4. Resolusi (denouement), yakni penyelesaian dari komplikasi atau berbagai rintangan yang menghalangi tokoh utama. Bagian ini harus muncul secara logis dan sesuai dengan berbagai komplikasi atau klimaks (puncak konflik yang menyekat komplikasi dan resolusi) yang sebelumnya telah dihadirkan.
  5. Epilog, merupakan bagian penutup dari drama berupa kata-kata penutup yang berisi simpulan atau amanat mengenai keseluruhan isi drama. Bagian ini pun biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu.

Berdasarkan penjelasan di atas, konflik yang terdapat dalam sebuah teks drama terdapat pada bagian komplikasi, sehingga konflik yang diajukan dalam teks drama tersebut adalah "Mayor tidak memiliki kesabaran untuk menunggu", hal ini sesuai dengan kutipan dialog yang berbunyi:

Mayor: Berapa lama lagi aku mesti tunggu?

Kopral: Sabarlah sedikit, pak.

Mayor: Jangan ditawarkan lagi.

Kopral: Apanya, Pak?

Mayor: Kesabarannya! Sabar itu prinsip. Tidak bisa ditawar-tawar, ngerti?


Dengan demikian, konflik yang diajukan dalam teks drama tersebut adalah "Mayor tidak memiliki kesabaran untuk menunggu".space

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

28

vyto cahya erlangga

Pembahasan lengkap banget

Litha

Makasih ❤️

Iklan

Pertanyaan serupa

Berdasarkan teks drama di atas, penyebab konflik antara Deri dengan ibunya adalah ....

3

4.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia