Roboguru

Kehidupan politik pada masa Demokrasi Liberal ada beberapa kabinet yang silih berganti, sebutkan siapa sajakah nama-nama kabinet tersebut!

Pertanyaan

Kehidupan politik pada masa Demokrasi Liberal ada beberapa kabinet yang silih berganti, sebutkan siapa sajakah nama-nama kabinet tersebut! space space

  1. ... space space

  2. ... space space

Pembahasan Soal:

Pada tahun 1950-1959, Indonesia memasuki periode demokrasi parlementer. Demokrasi parlementer sendiri merupakan sistem pemerintahan dimana parlemen negara memiliki peran yang penting. Dalam sistem tersebut kepala pemerintahan dipegang oleh perdana menteri, sedangkan kepala negara tetap dipegang oleh seorang presiden. Dalam perkembangannya, terdapat beberapa kabinet yang memerintah di Indonesia pada masa demokrasi parlementer. Kabinet-kabinet tersebut yakni Kabinet Natsir (1950-1951), Kabinet Sukiman (1951-1952), Kabinet Wilopo (1952-1953), Kabinet Ali Sastroamidjojo I (1953-1955), Kabinet Burhanuddin Harahap (1955-1956), Kabinet Ali Sastroamidjojo II (1956-1957), dan Kabinet Djuanda (1957-1959). Pergantian kabinet tersebut disebabkan oleh adanya mosi tidak percaya.

Dengan demikian, kabinet-kabinet pada masa dekorasi parlementer yakni Kabinet Natsir, Kabinet Sukiman, Kabinet Wilopo, Kabinet Ali Sastroamidjojo I, Kabinet Burhanuddin Harahap, Kabinet Ali Sastroamidjojo II, dan Kabinet Djuanda.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

K. Ivan

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Terakhir diupdate 02 Mei 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Sebutkan dampak pelaksanaan sistem demokrasi liberal di Indonesia!

Pembahasan Soal:

Sistem demokrasi liberal di Indonesia ditandai dengan diterapkannya sistem pemerintahan parlementer, di mana pergantian kabinet menjadi sesuatu hal yang sering terjadi. Kondisi ini menyebabkan program kerja kabinet tidak berjalan dengan menyeluruh dan terjadi persaingan antar partai untuk bisa membentuk kabinet pemerintahan.

Dengan demikian, dampak pelaksaan sistem demokrasi liberal di Indonesia adalah:

  • Sering terjadi pergantian kabinet dalam waktu singkat.
  • Program kabinet sering tidak dilaksanakan dengan menyeluruh.
  • Sering terjadi persaingan antar partai.

0

Roboguru

Perbedaan pelaksanaan politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Liberal terjadi karena ....

Pembahasan Soal:

Arah politik luar negeri bangsa Indonesia pada masa Demokrasi Liberal ditentukan oleh setiap kabinet yang berkuasa. Tidak ada batas ”kanan” dan ”kiri” yang jelas bagi pelaksanaan politik luar negeri Indonesia pada masa ini. Akibatnya, timbul pertentangan dalam parlemen yang sering berujung pada jatuhnya kabinet itu sendiri.

Dengan demikian, maka jawaban yang tepat adalah A.

0

Roboguru

Sebelumnya juga terdapat Demokrasi Liberal. Jelaskan posisi Presiden dan Perdana Menteri pada saat itu.

Pembahasan Soal:

Demokrasi liberal adalah perwakilan rakyat yang menjalankan kekuasaan pengambilan keputusan namun harus tunduk pada aturan hukum. Kekuasaan ini biasanya dimoderasi oleh konstitusi yang menekankan perlindungan hak dan kebebasan individu, serta menempatkan batasan pada para pemimpin.

Dengan demikian, pada masa Demokrasi Liberal kedudukan presiden hanya sebagai kepala negara, sedangkan Perdana Menteri adalah sebagai kepala pemerintahan.

0

Roboguru

Jelaskan kelebihan dan kekurangan dari program–program masing–masing kabinet yang berlangsung selama masa demokrasi perlementer 1950-1959 !

Pembahasan Soal:

Demokrasi Parlementer atau biasa disebut Demokrasi Liberal berlangsung dari tahun 1950-1959. Pada era itu, terdapat 7 kabinet yang memegang jalannya pemerintahan. Kabinet-kabinet tersebut yakni, Kabinet Natsir, Kabinet Sukiman, Kabinet Wilopo, Kabinet Ali Sastroamidjojo I, Kabinet Burhanudin Harahap, Kabinet Ali Sastroamidjojo II, dan yang terakhir Kabinet Djuanda. Setiap kabinet memiliki program unggulan serta kekurangannya masing-masing dalam menjalankan pemerintahan. Beberapa keunggulan kabinet pada masa Demokrasi Parlementer yakni, terlaksananya Konferensi Asia Afrika 1955 pada masa Kabinet Ali I, terlaksananya Pemilu 1955 pada masa Kabinet Burhanudin Harahap, hingga dikeluarkannya Deklarasi Djuanda. Sedangkan kekurangan kabinet pada masa Demokrasi Parlementer yakni, sering terjadinya mosi tidak percaya, adanya perjanjian MSA pada masa Kabinet Sukima, hingga peristiwa Tanjung Morawa pada masa Kabinet Wilopo.

Dengan demikian, pada masa Demokrasi Parlementer banyak terdapat kelebihan serta kekurangan dari program kerja masing-masing kabinet. 

0

Roboguru

Pada masa pemerintahan Demokrasi Liberal, kabinet yang berkuasa umumnya tidak berumur panjang, sehingga mengakibatkan ketidakstabilan politik dan keamanan dalam negeri. Mengapa hal tersebut terjadi?

Pembahasan Soal:

Era Demokrasi Liberal (1950–1959) yang dikenal pula dengan Era Demokrasi Parlementer adalah era ketika Presiden Soekarno memerintah menggunakan konstitusi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950. Periode ini berlangsung dari 17 Agustus 1950 (sejak pembubaran Republik Indonesia Serikat) sampai 5 Juli 1959 (keluarnya Dekret Presiden). Pada masa ini terjadi sejumlah peristiwa penting, seperti Konferensi Asia–Afrika di Bandung, pemilihan umum pertama di Indonesia dan pemilihan Konstituante, serta periode ketidakstabilan politik yang berkepanjangan. Ketidak stabilan terjadi karena Demokrasi Parlementer mempunyai banyak partai justru menimbulkan ketidakstabilan politik. Pada masa ini terjadi banyak pergantian kabinet. Tercatat ada tujuh kabinet pada masa ini. Kabinet jatuh bangun karena munculnya mosi tidak percaya dari partai lawan. Di samping itu, terjadi perdebatan dalam Konstituante yang sering menimbulkan konflik berkepanjangan.

Dengan demikian, hal tersebut terjadi karena Demokrasi Parlementer mempunyai banyak partai sehingga kabinet jatuh bangun karena munculnya mosi tidak percaya dari partai lawan.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved