Roboguru

Kalimat yang tepat digunakan untuk melengkapi dialog tersebut adalah..........

Pertanyaan

Kalimat yang tepat digunakan untuk melengkapi dialog tersebut adalah..........undefined 

  1. Keberhasilan memerlukan keuletan dan pengorbananundefined 

  2. Lanjutkan perjuangan dan usahamu pasti cita-citamu tercapaiundefined 

  3. Kamu lebih sukses, kamu memang hebatundefined 

  4. Selamat ya, semoga sukses dan prestasinya meningkatundefined 

Pembahasan Soal:

Dialog adalah percakapan (dalam sandiwara, cerita dan sebagainya). Untuk melengkapi dialog yang rampung maka harus melihat pertanyaan atau jawaban dari dialog tokoh lain. Dialog tokoh Windi yaitu "Ya, terimakasih inipun juga secara kebetulan.” Ucapan terima kasih digunakan untuk mengucap rasa syukur atau membalas budi setelah menerima kebaikan dari orang lain. Dialog tokoh Ratna sebelumnya adalah ungkapan bangga dan bahagia mendapat kabar bahwa Windi akan keluar negeri mewakili pengusaha batik maka kalimat lanjutannya yaitu mengucapan selamat atas kesuksesan Windi sebagai bentuk ungkapan ikut berbahagia.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.space 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

N. Hayati

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Terakhir diupdate 12 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Pernyataan yang tepat untuk melengkapi naskah drama tersebut adalah ...

Pembahasan Soal:

Drama merupakan suatu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor. Dialog adalah percakapan antar tokoh dalam teks drama. Untuk melengkapi sebuah dialog dalam teks drama haruslah memperhatikan dialog sebelum dan sesudah dialog rumpang tersebut. 

Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang (1) kutipan drama tersebut adalah:

(1)Tidak ada, Da.

Dialog tersebut tepat karena sesuai dengan dialog sebelum dan setelahnya yaitu:
Ida Ayu: Apa yang sedang kamu pikirkan, Nisa? (sebelum dialog rumpang)
Ida Ayu: Kamu jangan berbohong, Nis. Dari tatapan matamu terlihat kamu sedang memikirkan sesuatu. (setelah dialog rumpang)

Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang (2) kutipan drama tersebut adalah:

(2) Yah, aku cuma sedang memikirkan rencanaku besok pagi. Apa yang perlu aku kerjakan lebih dulu

Dialog tersebut tepat karena sesuai dengan dialog sebelum dan setelahnya yaitu:
Ida Ayu: Kamu angan berbohong, Nis. Dari tatapan matamu terlihat kamu sedang memikirkan sesuatu. (sebelum dialog rumpang)
Ida Ayu: O, itu masalahmu. (setelah dialog rumpang)

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D. 

Roboguru

Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang penggalan drama tersebut adalah ...

Pembahasan Soal:

Teks drama adalah suatu teks cerita yang terdiri dari prolog, dialog, dan epilog yang bertujuan untuk dipentaskan di atas panggung atau biasa disebut teater. Teks drama juga bisa dipentaskan di radio, televisi, dan film. Drama secara luas dapat diartikan sebagai salah satu bentuk sastra yang isinya tentang suatu kehidupan yang disajikan atau dipertunjukkan dalam bentuk gerak.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang penggalan drama tersebut adalah:

Ya, keanehan karya sastra itu

Sehingga kutipan drama tersebut menjadi:

Perempuan: Lalu apa yang Bung kagumi?
Penyair: Ya, keanehan karya sastra itu.
Perempuan: Aku tidak mengerti, coba jelaskan yang aneh padaku!

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah pilihan B.undefined 

Roboguru

Dialog yang tepat untuk melengkapi kutipan naskah drama tersebut adalah....

Pembahasan Soal:

Dialog Pepi yang terakhir adalah jawaban atas pertanyaan Jali. Dalam hal ini, pertanyaan yang tepat adalah Kamu cari apa?. Pepi pun menjawab bahwa dia sedang mencari bahan untuk karya tulis. Sementara itu, kata disuruh adalah kata yang paling tepat untuk melengkapi kalimat dialog nomor dua.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A. 

Roboguru

Perbaikan kesalahan petunjuk laku nomor 4 pada naskah drama tersebut adalah​ ....

Pembahasan Soal:

Dialog adalah percakapan antar tokoh dalam teks drama. Di dalam dialog, terdapat kramagung. Kramagung merupakan petunjuk atau perilaku yang harus dilakukan oleh tokoh, yang terdiri atas latar (keterangan ruang dan waktu), dan bahasa (yang menggambarkan bagaimana watak tokoh saat memerankannya). Kramagung ditandai dengan tanda kurung ().

Petunjuk laku yang ditunjukan pada nomor empat kurang tepat karena berdasarkan dialog yang diucapkan tokoh Zaki, Ia tidak sedang merasa bingung, melainkan merasa marah dan kesal. Hal tersebut didukung oleh tanggapan dialog dari tokoh Aziz.

Oleh karena itu, perbaikan kesalahan petunjuk laku atau kramagung nomor empat  pada naskah drama tersebut adalah (Sambil menggerutu, dari teras Reno masuk ke dalam rumah).

Dengan demikian, perbaikan kesalahan petunjuk laku atau kramagung nomor 4 pada naskah drama tersebut adalah (Sambil menggerutu, dari teras Reno masuk ke dalam rumah).space 

Roboguru

Boen S. Umaryati membuat pembabakan drama ke dalam 4 periode, yatu: Periode 1976-1942 (periode  kebangkitan), Periode 1942-1945 (periode pembangunan), Periode 1945-1950 (periode awal  perkembangan), d...

Pembahasan Soal:

 

Kutipan teks di atas termasuk ke dalam sejarah drama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menyebutkan bahwa drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak pelaku melalui tingkah laku atau dialog yang dipentaskan. Drama sering disebut dengan teater, yaitu sandiwara yang dipentaskan sebagai ekspresi rasa keindahan atau seni.

Di dalam sebuah drama ada yang dinamakan dengan pembagian babak atau pembabakan. Pembabakan itu sendiri bertujuan untuk menjadikan ringkas suatu urutan cerita. Salah satu tokoh yang membuat pembakakan drama adalah Boen S. Umaryati.

Boen S. Umaryati membuat pembabakan drama ke dalam 4 periode, yatu:

  1. Periode 1976-1942 (periode kebangkitan) merupakan periode masa kebangkitan sastra drama dengan tema dan motif lakonnya sangat bersifat kepahlawanan, pengungkapannya romantis dan idealistis, serta hadirnya kegiatan teater kecil di pentas. Sastrawan pada masa ini, diantaranya Rustam Efendi dengan karyanya "Bebasari", Muhammad Yamin dengan karyanya "Ken Arok dan Ken Dedes" dan "Kalau Dewi Tara Sudah Berkata", Sanusi Pane dengan karyanya Airlangga, Kertajaya, Sandhyakala Ning Majapahit, dan Manusia Baru, serta Armin Pane dengan karyanya "Lukisan Masa dan Setahun di Bedahulu".
  2. Periode 1942-1945 (periode pembangunan) merupakan masa pembangunan sastra drama yang ditandai dengan tampilnya generasi kelompok romantis-realistis dan kelompok Maya di panggung. Sastrawan pada masa ini, diantaranya: Dr. Abu Hanifah (El Hakim) dengan karyanya "Taufan di Atas Asia", "Dewi Reni", dan "lnsan Kamil", Usmar Ismail dengan karyanya "Citra", "Libwan Seniman", dan "Mutiara di Nusa laut", serta Idrus dengan karyanya "Jinak-jinak Merpati", "Barang Tiada berharga", dan "Antara Bumi dan Langit".
  3. Periode 1945-1950 (periode awal perkembangan) merupakan masa awal perkembangan para penulis lakon yang disebut terakhir melanjutkan usaha kreativitasnya disertai dengan semakin ramainya teater kecil di pentas.
  4. Periode 1950-1965 (periode perkembangan) merupakan masa perkembangan dan masa produktifnya sastra drama dengan hadirnya lakon-lakon asli, saduran, dan terjemahan serta disempurnakan dengan lahirnya Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan berbagai kegiatan teater kecil dan kelompok studi di pentas.


Dengan demikian, penjelasan terhadap masing-masing periode tersebut adalah (1) Periode 1976-1942 (periode kebangkitan) merupakan periode masa kebangkitan sastra drama dengan tema dan motif lakonnya sangat bersifat kepahlawanan, pengungkapannya romantis dan idealistis, serta hadirnya kegiatan teater kecil di pentas. (2) Periode 1942-1945 (periode pembangunan) merupakan masa pembangunan sastra drama yang ditandai dengan tampilnya generasi kelompok romantis-realistis dan kelompok Maya di panggung. (3) Periode 1945-1950 (periode awal perkembangan) merupakan masa awal perkembangan para penulis lakon yang disebut terakhir melanjutkan usaha kreativitasnya disertai dengan semakin ramainya teater kecil di pentas. (4) Periode 1950-1965 (periode perkembangan) merupakan masa perkembangan dan masa produktifnya sastra drama dengan hadirnya lakon-lakon asli, saduran, dan terjemahan serta disempurnakan dengan lahirnya Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dan berbagai kegiatan teater kecil dan kelompok studi di pentas.space

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved