Roboguru

Kalimat “Ke-Tuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya mendapatkan tentangan kemudian diubah menjadi….

Pertanyaan

Kalimat “Ke-Tuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya mendapatkan tentangan kemudian diubah menjadi….

  1. Persatuan Indonesia

  2. Ketuhanan Yang Maha Esa

  3. Kemanusiaan yang adil dan beradab

  4. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

  5. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

Pembahasan Soal:

Kalimat “Ke-Tuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya” mendapat tentangan dari perwakilan Indonesia Timur, salah satunya Mr. J. Latuharhary. Kalimat ini dianggap hanya mengikat rakyat beragama Islam, dan tidak mengikat rakyat Indonesia yang beragama lain. Kalimat ini lantas diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”  berdasarkan diskusi antara Moh. Hatta dengan beberapa tokoh Islam yaitu Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo, K.H. Wachid Hasjim dan Teuku M. Hasan.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Acfreelance

Terakhir diupdate 31 Desember 2020

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Pada tanggal 22 Juni 1945, BPUPKI membentuk Panitia Kecil yang terdiri dari 9 orang anggota yang menghasilkan....

Pembahasan Soal:

Pada tanggal 22 Juni 1945, BPUPKI membentuk Panitia Kecil yang beranggotakan 9 orang sehingga kemudian dikenal sebagai Panitia Sembilan. Panitia Sembilan mengadakan musyawarah yang kemudian menghasilkan Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Rumusan Piagam Jakarta terdiri dari :

  1. Ke-Tuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. (menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. (serta mewujudkan suatu) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

0

Roboguru

Penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta pada awalnya mendapat tentangan keras dari Ki Bagus Hadikusumo. Penentangan keras tersebut kemudian dapat dilunakkan dengan argumentasi dari T.M. Hassan yan...

Pembahasan Soal:

Setelah Indonesia merdeka, terjadi beberapa perubahan yang dilakukan oleh para pendiri bangsa. Salah satunya adalah penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta yaitu “Ke-Tuhanan dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Penghapusan kalimat ini diusulkan oleh seorang perwira Kaigun kepada Moh. Hatta. Kalimat ini akan menyebabkan penganut agama lain merasa didiskriminasi. Moh. Hatta kemudian melakukan pembicaraan mengenai hal ini bersama dengan tokoh-tokoh Islam. Usulan ini kemudian mendapat tentangan keras dari Ki Bagus Hadikusumo. Namun, penentangan keras tersebut dapat dilunakkan dengan argumentasi dari T.M. Hassan yang mengatakan bahwa persatuan bangsa lebih penting daripada kepentingan golongan. Akhirnya dengan persetujuan para tokoh-tokoh tersebut kata tersebut diganti menjadi, “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

0

Roboguru

Dibentuknya organisasi BPUPKI oleh pemerintah Jepang dilatarbelakangi oleh....

Pembahasan Soal:

Pembentukan organisasi BPUPKI dilatarbelakangi oleh janji pemerintah Jepang yang disampaikan oleh PM Kuniaki Koiso tanggal 7 September 1944 untuk memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal 1 Maret 1945, Letjen Kumakichi Harada mengumumkan dibentuknya Dokuritsu Junbi Cosakai atau BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

0

Roboguru

Berikut ini merupakan kementerian yang dibentuk setelah Indonesia merdeka adalah….

Pembahasan Soal:

Pada sidang PPKI kedua yang dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 1945 ditetapkan 12 kementerian, yaitu :

  1. Dalam Negeri
  2. Luar Negeri
  3. Kehakiman
  4. Keuangan
  5. Kemakmuran
  6. Kesehatan
  7. Pengajaran, pendidikan dan kebudayaan
  8. Sosial
  9. Pertahanan
  10. Penerangan
  11. Perhubungan
  12. Pekerjaan Umum

0

Roboguru

Sidang BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945 menghasilkan….

Pembahasan Soal:

BPUPKI selama berdiri sudah melaksanakan dua kali sidang antara lain :

  • Sidang pertama dilaksanakan pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945, menghasilkan rumusan dasar negara Indonesia (Pancasila) yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo, Prof. Dr. Mr. Moh. Yamin, dan Ir. Soekarno. Berikut ini merupakan rumusan dasar negara hasil rumusan ketiga tokoh tersebut :
  1. Rumusan Mr. Moh. Yamin
  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Kemanusiaan
  3. Peri Ke-Tuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan Rakyat
  1. Rumusan Prof. Dr. Mr. Soepomo
  1. Persatuan
  2. Kekeluargaan
  3. Keseimbangan
  4. Musyawarah
  5. Keadilan Sosial
  1. Rumusan Ir. Soekarno
  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau peri-kemanusiaan
  3. Mufakat atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ke-Tuhanan Yang Maha Esa
  • Sidang kedua dilaksanakan pada tanggal 10-14 Juli 1945 menghasilkan rumusan Undang-Undang Dasar lengkap dengan Pembukaannya (preambule).

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved