Roboguru

Julukan Ayam Jantan dari Timur diberikan kepada ...

Pertanyaan

Julukan Ayam Jantan dari Timur diberikan kepada ...

  1. Sultan Hasanudin

  2. Sultan Hairun

  3. Sultan Baabullah

  4. Sultan Alaudin

  5. Mapasomba

Pembahasan Soal:

Ayam Jantan dari Timur atau dalam bahasa Belanda De Haantjes van Het Osten, merupakan julukan yang ditujukan kepada salah satu Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden No. 087/TK/1973, yakni Sultan Hasanuddin. 
Terlahir dengan nama lengkap Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonton Mangape ini lahir di Gowa, Sulawesi Selatan pada 12 Januari 1631 dan meninggal pada 12 Juni 1670. Sultan Hasanuddin merupakan Raja Gowa ke-16 atau Sultan Gowa ke-3 sejak kerajaan Gowa menjadi Kesultanan Islam.
Pada tahun 1653, Hasanuddin naik menjadi Sultan Gowa dan dalam kepimpinannya, Gowa mencapai masa kejayaan dengan menguasai jalur perdagangan Nusantara bagian timur. Akan tetapi, melihat posisinya yang strategis dan menjadi salah satu sentra penghasil rempah, VOC tergiur untuk menguasai dan mendominasi jalur perdagangan tersebut. Untuk melancarkan niatnya, diketahui kelak terdapat tiga orang Belanda yang berhasil tinggal di Somba Opu, ibu kota Kesultanan Gowa saat itu, dan ketiga perwakilan tersebut berhasil mengirimkan surat kepada VOC di Batavia untuk mengirimkan pasukan guna melancarkan serangan ke Kesultanan Gowa. Selama tujuh tahun, 1660-1667 masehi, Kesultanan Gowa berusaha untuk melakukan perlawanan dengan VOC dengan cara membangun benteng pertahanan, menjalin relasi dengan kerajaan-kerajaan lain seperti Bima dan mempersiapkan lebih kurang 10.00 prajurit yang tersebar di benteng utama, tapi sungai Kalak Ongkong dan di Bantaeng. Kegigihan dan usaha keras yang dilakukan Sultan Hasanuddin dalam menghadapi VOC tersebut, membuatnya mendapatkan gelar Ayam Jantan dari Timur.

Jadi, opsi jawaban benar adalah A.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

D. Setiadi

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Uraikan apa yang melatarbelakangi sehingga masuknya Islam di Tanah Mandar mudah diterima oleh rakyat Mandar pada umumnya!

Pembahasan Soal:

Pada abad ke-17 agama Islam telah masuk ke Tanah Mandar, saat itu pemerintahan di Wilayah Tanah Mandar masih berbentuk kerajaan. Diantaranya ada 2 kerajaan besar di Tanah Mandar pada masa itu yaitu kerajaan Binuang dan Kerajaan Balanipa. Awal penyebaran agama Islam di mulai dari daerah Kerajaan Binuang, yang disebarkan oleh seorang musafir bangsa arab yang berlabuh di kawasan Kerajaan Binuang. Dalam penyebaran agama Islam di Tanah Mandar saat itu tidak mendapatkan kesulitan berat, karena kebudayaan yang ada pada saat itu sudah berbau Islam. Sehingga agama Islam yang disebarkan diterima dengan baik oleh masyarakat terutama dari pihak kerajaan yang berkuasa pada saat itu.

Penyebaran Islam di Tanah Mandar di mulai pada abad ke-17, oleh seorang musyafir bangsa Arab yang bernama Kamaruddin Rahim (Syaek Bil Ma’ruf). Awal penyebarannya Beliau menyebarkan agama Islam di Wilayah Kerajaan Binuang, Ketika beliau melaksanakan sholat diatas batu yang berbentuk kasur, Beliau dilihat oleh warga sekitar dan melaporkan pada raja Binuang. Lalu beliau dijemput untuk dibawa ke Raja Binuang. Setelah menghadap raja beliau menjelaskan maksud dan tujuannya. Hal tersebut diterima baik oleh pihak kerajaan dan diikuti oleh seluruh masyarakat.

Setelah Islam diterima di kerajaan Binuang, Kamaruddin Rahim kemudian menyebarkan Islam di Balanipa. Pada awal beliau melakukan syiar Islam di Balanipa beliau tidak langsung mengajarkan Islam pada inti pokoknya yaitu mengenai tata cara shalat. Melainkan dengan menjelaskan tahap awal, mulai dari tata cara membersihkan diri, lalu berwudhu, kemudian tata cara shalat. Pada masa penyebaran Islam di Balanipa tidak begitu mendapat hambatan karena prilaku masyarakat setempat sudah mencerminkan prilaku Islam. Selain itu juga Kamaruddin Rahim memang berperilaku baik dan sopan saat berkunjung dan bersilaturahmi sehingga langsung diterima oleh masyarakat setempat.

Proses penyebaran Islam banyak dilakukan dengan cara mengislamkan kebiasaan-kebiasaan daaerah setempat contohnya tradisi Sayyang Patu’du yaitu kuda yang menari, pertama kali digunakan oleh Raja dan dijadikan daya tarik untuk masyarakat khususnya anak-anak untuk mempelajari agama Islam terutama dalam mempelajari Al-Qur’an. Setelah Islam menyebar di Balanipa, Beliau kembali ke Binuang dengan alasan karena tugas beliau telah selesai, dan setelah beberapa hari kemudian beliau wafat.

Dengan demikian, latar belakang Islam mudah diterima oleh masyarakat di Tanah Mandar adalah karena kebudayaan yang ada pada saat itu sudah berbau Islam. Perilaku masyarakat setempat sudah mencerminkan perilaku Islam. Proses penyebaran Islam banyak dilakukan dengan cara mengislamkan kebiasaan-kebiasaan daerah setempat.

0

Roboguru

Perjanjian Bongaya disepakati pada tahun 1667 antara VOC dan Kesultanan Gowa-Tallo, yang salah satu isinya adalah …

Pembahasan Soal:

Pada tahun 1666, armada VOC di Maluku mulai dilucuti dan dirampas oleh pasukan Sultan Hasanuddin. VOC kemudian menyerang Makassar setelah mendapat bantuan dari sultan Bone, Aru Palakka. Aru Palakka memang bersedia membantu VOC, asal ada syaratnya, yaitu Bone diakui sebagai sebuah kesultanan yang merdeka. Pada tahun 1667 VOC berhasil memaksa Sultan Hasanuddin untuk menyepakati Perjanjian Bongaya. Isinya adalah:

  1. VOC memperoleh monopoli perdagangan di Makassar.
  2. Belanda mendirikan benteng di Makassar (saat ini dikenal sebagai Benteng Rotterdam).
  3. Makassar melepaskan daerah jajahannya seperti Bone dan pulau-pulau di sekitar Makassar.
  4. Makassar mengakui Aru Palakka sebagai raja Bone.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C.

0

Roboguru

Setelah adanya Perjanjian Bongaya pada tahun 1670, terjadi penyerangan terhadap Kerajaan Wajo yang dilakukan oleh tentara….

Pembahasan Soal:

Ketika Perjanjian Bongaya dilaksanakan pada tahun 1670, terjadi penyerahan Kerajaan Gowa kepada VOC. Sedangkan, Kerajaan Wajo diserang oleh tentara Bone. Saat itu, Tasora yang merupakan ibu kota dari Kerajaan Wajo jatuh ke tangan Bone. Arung Matoa Wajo saat itu, La Tenri Lai To Sengngeng gugur. Sedangkan, Arung Matoa penggantinya terpaksa menandatangani perjanjian di Makassar tentang penyerahan Kerajaan Wajo kepada VOC. Setelah wilayah Wajo ditaklukan, Kerajaan Wajo dapat dikatakan berakhir. Saat itu, banyak orang Wajo yang merantau untuk meninggalkan Wajo karena tidak ingin dijajah oleh VOC.

0

Roboguru

Jelaskan proses Islamisasi di Maluku!

Pembahasan Soal:

Proses Islamisasi di Maluku terjadi sekitar abad ke-13, pada tahun 1465 seorang pedagang dari Gresik Datu Hussein Maulan datang ke Ternate. Selain seorang pedagang ia juga seorang muballigh dengan pengetahuan Islam yang cukup luas. Dalam proses penyebaran Islam ia berhasil menjalin hubungan dengan Kerajaan Ternate dan membuat seorang penerus kekuasaan Kerajaan Ternate Zainal Abidin berguru kepadanya. Selain itu ZainaL Abidin juga berguru agama Islam ke Sunan Giri.

Sehingga ketika Zainal Abidin diangkat menjadi seorang raja, ia membuat banyak perubahan mengenai sistem kehidupan di Ternate, seperti merubah gelar raja yang tadinya Kolano menjadi Sultan, Kerajaan menjadi Kesultanan, serta menempatkan agama Islam di posisi yang penting pada sistem pemerintahannya. Penyebaran Islam di Maluku melalui jalur perdamaian sehingga tidak ada konflik yang terjadi. undefined 

0

Roboguru

Jelaskan apa makna dan pelajaran yang kita peroleh tentang Perjanjian Bongaya di Sulawesi!

Pembahasan Soal:

Perjanjian Bongaya disahkan pada tanggal 18 November 1667 oleh Sultan Hasanuddin yang merupakan raja dari Kerajaan Gowa pada masa itu. Perjanjian ini berisi hubungan yang mengatur antara Kerajaan Gowa dan VOC. Namun perjanjian ini diambil dalam keadaan Kerajaan Gowa yang sedang terdesak oleh VOC sehingga Sultan Hasanuddin tidak ingin mengambil risiko besar untuk mengorbankan banyak pasukannya. Ketika perjanjian itu telah disahkan ternyata isi dari perjanjian tersebut lebih banyak menimbulkan kerugian bagi Kerajaan Gowa.

Maka makna yang bisa kita pelajari dari Perjanjian Bongaya adalah dalam situasi apapun kita harus dapat berpikir secara matang sehingga dapat mengambil keputusan yang bijak untuk meminimalisir adanya dampak besar yang merugikan bagi orang banyak dan diri sendiri. space 

2

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved