Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan penulis secara tepat sehingga dapat dipahami secara tepat.
Salah satu ciri kalimat efektif adalah adanya kesatuan gagasan, yaitu setiap kalimat, baik itu kalimat tunggal maupun kalimat majemuk, harus mengandung satu ide pokok atau satu ide utama.
Pada kalimat tersebut terdapat dua konjungsi, yaitu jika dan maka yang digunakan secara bersamaan.
Kedua konjungsi tersebut menandakan bahwa kalimat termasuk kalimat majemuk bertingkat, yaitu kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih yang hubungannya tidak sejajar.
Contoh konjungsi: yang, dengan, jika, maka, agar, ketika, dan lain-lain.
Kalimat majemuk bertingkat terdiri atas induk kalimat dan anak kalimat. Induk kalimat merupakan inti kalimat yang dapat berdiri sendiri, sedangkan anak kalimat adalah pelengkap induk kalimat.
Ciri induk kalimat adalah tidak didahului oleh konjungsi atau kata penghubung.
Pada kalimat, “Jika Anda terkena tilang, maka Anda harus memperhatikan hal-hal berikut.” Tidak terdapat induk kalimat karena unsur-unsur yang ada didahului oleh konjungsi. Hal ini menandakan kedua unsur tersebut merupakan anak kalimat sehingga tidak ada induk kalimat.
Kesalahan berbahasa yang terdapat pada kalimat di atas adalah tidak ada induk kalimat.
Dengan demikian, kesalahan berbahasa yang terdapat pada kalimat di atas adalah tidak ada induk kalimat.