Iklan

Pertanyaan

Jelaskan teori-teori mengenai proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia. Berikan pula bukti-buktinya!

Jelaskan teori-teori mengenai proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia. Berikan pula bukti-buktinya!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

19

:

24

:

32

Iklan

C. Sianturi

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

teori-teori mengenai proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia adalah sebagai berikut.

teori-teori mengenai proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia adalah sebagai berikut.

Pembahasan

Berikut ini merupakan teori-teori mengenai proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia. Teori Gujarat. Teori ini dikemukakan oleh Snouck Hurgronje, W.F. Sutterheim, dan B.H.M. Vlekke. Menurut teori ini, agama Islam yang ada di Indonesia bukanlah berasal dari Arab, melainkan dari Gujarat, India. Hal ini dibuktikan dari batu nisan Malik al-Saleh, Sultan Samudera Pasai (meninggal tahun 1297 M) yang bercorak Gujarat. Selain itu, berdasarkan berita Marco Polo, saudagar Venesia yang dalam perjalanannya pernah singgah di Perlak (Peureula) pada 1292 M, banyak terdapat penduduk lokal yang beragama Islam. Para pedagang India berperan dalam penyebaran agama tersebut. Teori Arab. Teori ini dikemukakan oleh J.C. Van Leur, T.W. Arnold, dan Groeneveldt. Menurut teori ini, agama Islam yang berkembang di Indonesia dibawa oleh para pedagang Arab pada abad VII M. Buktinya adalah adanya permukiman Islam tahun 674 di Baros, pantai barat Sumatra.Menyangkal teori Gujarat, teori Arab meyakini Islam yang berkembang di Samudera Pasai menganut mazhab Syafi'i, mazhab besar di Mesir dan Mekkah pada itu. Adapun daerah Gujarat menganut mazhab Hanafi. Selain itu, para sultan Pasai menggunakan gelar al-malik, gelar yang lazim dipakai di Mesir pada saat itu. Makam Fatimah binti Maimun (berangka tahun 1082) yang ditemukan di Gresik, Jawa Timur, juga menjadi petunjuk bahwa Islam telah berkembang di Nusantara sebelum abad XII. Teori Persia. Teori ini didukung oleh Husein Djajadiningrat. Menurut teori ini, Islam di Indonesia dibawa masuk oleh orang-orang Persia sekitar abad XIII. Hal ini dibuktikan dengan adanya aliran Syiah di Nusantara. Beberapa tradisi Syiah juga dilakukan di Indonesia, seperti peringatan Tabut/Tabuik setiap tanggal 10 Muharam atau 1 Asyura untuk memperingati wafatnya Hasan dan Husein, cucu Nabi Muhammad SAW.di Sumatra Barat dan Bengkulu. Upacara ini juga merupakan ritual tahunan di Persia. Dengan demikian, teori-teori mengenai proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia adalah sebagai berikut. Teori Gujarat di mana disebutkan bahwa agama Islam disebarkan oleh para pedagang Gujarat dengan buktibatu nisan Malik al-Saleh yang bercorak Gujarat. Teori Arab yang menyebutkan bahwa agama Islam disebarkan oleh para pedagang Arab dengan bukti mazhab Syafi'i dan makam Fatimah binti Maimun. Teori Persia yang mengatakan bahwa agama Islam disebarkan oleh orang-orang Persia dengan butki adanya aliran syiah dan budayanya di Indonesia.

Berikut ini merupakan teori-teori mengenai proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia.

  1. Teori Gujarat. Teori ini dikemukakan oleh Snouck Hurgronje, W.F. Sutterheim, dan B.H.M. Vlekke. Menurut teori ini, agama Islam yang ada di Indonesia bukanlah berasal dari Arab, melainkan dari Gujarat, India. Hal ini dibuktikan dari batu nisan Malik al-Saleh, Sultan Samudera Pasai (meninggal tahun 1297 M) yang bercorak Gujarat. Selain itu, berdasarkan berita Marco Polo, saudagar Venesia yang dalam perjalanannya pernah singgah di Perlak (Peureula) pada 1292 M, banyak terdapat penduduk lokal yang beragama Islam. Para pedagang India berperan dalam penyebaran agama tersebut.
  2. Teori Arab. Teori ini dikemukakan oleh J.C. Van Leur, T.W. Arnold, dan Groeneveldt. Menurut teori ini, agama Islam yang berkembang di Indonesia dibawa oleh para pedagang Arab pada abad VII M. Buktinya adalah adanya permukiman Islam tahun 674 di Baros, pantai barat Sumatra. Menyangkal teori Gujarat, teori Arab meyakini Islam yang berkembang di Samudera Pasai menganut mazhab Syafi'i, mazhab besar di Mesir dan Mekkah pada itu. Adapun daerah Gujarat menganut mazhab Hanafi. Selain itu, para sultan Pasai menggunakan gelar al-malik, gelar yang lazim dipakai di Mesir pada saat itu. Makam Fatimah binti Maimun (berangka tahun 1082) yang ditemukan di Gresik, Jawa Timur, juga menjadi petunjuk bahwa Islam telah berkembang di Nusantara sebelum abad XII.
  3. Teori Persia. Teori ini didukung oleh Husein Djajadiningrat. Menurut teori ini, Islam di Indonesia dibawa masuk oleh orang-orang Persia sekitar abad XIII. Hal ini dibuktikan dengan adanya aliran Syiah di Nusantara. Beberapa tradisi Syiah juga dilakukan di Indonesia, seperti peringatan Tabut/Tabuik setiap tanggal 10 Muharam atau 1 Asyura untuk memperingati wafatnya Hasan dan Husein, cucu Nabi Muhammad SAW. di Sumatra Barat dan Bengkulu. Upacara ini juga merupakan ritual tahunan di Persia.

Dengan demikian, teori-teori mengenai proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia adalah sebagai berikut.

  • Teori Gujarat di mana disebutkan bahwa agama Islam disebarkan oleh para pedagang Gujarat dengan bukti batu nisan Malik al-Saleh yang bercorak Gujarat.
  • Teori Arab yang menyebutkan bahwa agama Islam disebarkan oleh para pedagang Arab dengan bukti mazhab Syafi'i dan makam Fatimah binti Maimun.
  • Teori Persia yang mengatakan bahwa agama Islam disebarkan oleh orang-orang Persia dengan butki adanya aliran syiah dan budayanya di Indonesia.

Buka akses jawaban yang telah terverifikasi

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

7

Frede Riska Reva Ardina Lili Sofiana

Pembahasan lengkap banget Ini yang aku cari! Mudah dimengerti Bantu banget Makasih ❤️

Ayu Andini

Pembahasan lengkap banget Makasih ❤️

Iklan

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!