Iklan

Pertanyaan

Jelaskan tentang ciri-ciri tradisi sejarah pada masa perundagian

Jelaskan tentang ciri-ciri tradisi sejarah pada masa perundagian

  1. ...

  2. ...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

11

:

46

:

41

Klaim

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

sistem penguburan tidak langsung ini menguburkan kembali tulang ke dalam sebuah wadah kubur yang terbuat dari batu, yaitu tempayan.

sistem penguburan tidak langsung ini menguburkan kembali tulang ke dalam sebuah wadah kubur yang terbuat dari batu, yaitu tempayan.

Pembahasan

Pembahasan
lock

Pada masa perundagian manusia sudah mulai hidup menetap di desa-desa baik di pegunungan, dataran rendah maupun di tepi pantai dalam tata kehidupan yang makin teratur dan terpimpin. Pertanian dalam bentuk persawahan menjadi mata pencaharian yang tetap. Maka untuk menunjang kegiatan atau usaha perladangan tersebut mereka menciptakan alat dari logam terutama untuk pengolahan tanah. Pada masa ini cangkul dan bajak digunakan untuk menggarap ladang. Sewaktu memanen hasilnya juga dibutuhkan alat untuk memotong seperti pisau atau ani-ani sedangkan untuk mengangkut hasil panen mereka menggunakan gerobak dengan hewan peliharaan dan tempat untuk menyimpan bahan makanan sementara di lumbung-lumbung. Upacara kematian menjadi hal yang penting di masa perundagian sebagai peningalan bukti-bukti sejarah. Seiring berjalannya waktu, hal itu membuat sistem penguburan mengalami perkembangan dan menghasilkan situs arkeologi yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Pada masa ini terdapat dua cara penguburan yaitu Sistem Penguburan Langsung danSistem Penguburan Tidak Langsung. Sistem penguburan langsung dilakukan dengan cara mengubur langsung jasad ke dalam tempat yang sudah disiapkan. Penguburan tersebut bersama bekal kubur, seperti unggas dan anjing yang telah mati, periuk-periuk benda perunggu dan besi, manik-manik, dan perhiasan lain. Sistem penguburan ini pernah dilakukan di Sumatera, Bali, Sulawesi, Sumbawa, Sumba, dan Flores. Penguburan tidak langsung dilakukan dengan mengubur mayat lebih dahulu dalam tanah atau dalam peti kayu yang dianggap sebagai kuburan.Kemudian dalam jangka waktu tertentu sebagian/seluruh tulang akan diambil untuk dikuburkan kembali di tempat yang disediakan. Jadi, sistem penguburan tidak langsung ini menguburkan kembali tulang ke dalam sebuah wadah kubur yang terbuat dari batu, yaitu tempayan.

Pada masa perundagian manusia sudah mulai hidup menetap di desa-desa baik di pegunungan, dataran rendah maupun di tepi pantai dalam tata kehidupan yang makin teratur dan terpimpin. Pertanian dalam bentuk persawahan menjadi mata pencaharian yang tetap. Maka untuk menunjang kegiatan atau usaha perladangan tersebut mereka menciptakan alat dari logam terutama untuk pengolahan tanah.

Pada masa ini cangkul dan bajak digunakan untuk menggarap ladang. Sewaktu memanen hasilnya juga dibutuhkan alat untuk memotong seperti pisau atau ani-ani sedangkan untuk mengangkut hasil panen mereka menggunakan gerobak dengan hewan peliharaan dan tempat untuk menyimpan bahan makanan sementara di lumbung-lumbung.

Upacara kematian menjadi hal yang penting di masa perundagian sebagai peningalan bukti-bukti sejarah. Seiring berjalannya waktu, hal itu membuat sistem penguburan mengalami perkembangan dan menghasilkan situs arkeologi yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Pada masa ini terdapat dua cara penguburan yaitu Sistem Penguburan Langsung dan Sistem Penguburan Tidak Langsung.

Sistem penguburan langsung dilakukan dengan cara mengubur langsung jasad ke dalam tempat yang sudah disiapkan. Penguburan tersebut bersama bekal kubur, seperti unggas dan anjing yang telah mati, periuk-periuk benda perunggu dan besi, manik-manik, dan perhiasan lain. Sistem penguburan ini pernah dilakukan di Sumatera, Bali, Sulawesi, Sumbawa, Sumba, dan Flores.

Penguburan tidak langsung dilakukan dengan mengubur mayat lebih dahulu dalam tanah atau  dalam peti kayu yang dianggap sebagai kuburan. Kemudian dalam jangka waktu tertentu sebagian/seluruh tulang akan diambil untuk dikuburkan kembali di tempat yang disediakan. Jadi, sistem penguburan tidak langsung ini menguburkan kembali tulang ke dalam sebuah wadah kubur yang terbuat dari batu, yaitu tempayan.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Jelaskan perubahan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa pra aksara dari segi pendidikan!

1

3.6

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia