Iklan

Pertanyaan

Bacalah puisi berikut dengan saksama!


Langit di Mana-mana
Karya: Abdul Hadi W.M.

Langit berjalan di atas pohon-pohon
Di mana-mana bayangan mereka di atas air, di atas pasir dan gelap
Bintang-bintang seperti lampu-lampu yang ditaruh para nelayan dan bunyi-bunyian
Ditabuh senja pada batu karang lapar itu, haus waktu!
Dan awan cair menembus dinding hatimu
Ayolah buyung, kaubaringkan tubuhmu
Tak ada bulan, tak ada nyanyian, bagi tumbuhan di bumi
Kami kan tidurkan kamu pada ranjang kayu
Muara sungai dan musim kemarau

Ayolah buyung kau tembangkan pucung belum tidur
Naik laut atas mimpimu, putri-putri buih di atas badan
Tengah malam dan jika bintang-bintang menembus sunyi para nelayan
Perahu-perahu dagang yang tua, membersihkan laut
Bayangan Mereka di mana-mana. Dan gelap
Ayolah buyung tidur. Ombak sudah siap menelan lelahmu.
Dan dongengmu teramat bagus
Seperti penunggu muara sungai yang ramah itu
Dan bergegaslah pergi, ke mana-mana
Sebab langit di mana-mana. Dan mimpimu di mana-mana
Tanah air di mana-manaundefined 

Jelaskan suasana dalam puisi Langit di Mana-Mana !

Jelaskan suasana dalam puisi Langit di Mana-Mana! 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

22

:

45

:

43

Klaim

Iklan

N. Fatimah

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Suasana puisi ialah suasana yang menyertai kejadian, peristiwa, atau hal-hal yang diungkapkan dalam puisi. Suasana biasanya menggambarkan rasa gembira, bahagia, sedih, haru, kecewa, gelisah, berontak, tenang, pasrah, bingung, sepi, atau bimbang. Suasana yang tergambar dalam puisi di atas adalah suasana haru atas perjuangan dari seorang nelayanyang mengenyampingkan rasa lelahnya demi sebuah harapan dan mimpi. Hal itudigambarkan pada baris keempat, kelima, kelima belas, kedelapan belas, kesembilan belas, dankedua puluh.

Suasana puisi ialah suasana yang menyertai kejadian, peristiwa, atau hal-hal yang diungkapkan dalam puisi. Suasana biasanya menggambarkan rasa gembira, bahagia, sedih, haru, kecewa, gelisah, berontak, tenang, pasrah, bingung, sepi, atau bimbang.

Suasana yang tergambar dalam puisi di atas adalah suasana haru atas perjuangan dari seorang nelayan yang mengenyampingkan rasa lelahnya demi sebuah harapan dan mimpi. Hal itu digambarkan pada baris keempat, kelima, kelima belas, kedelapan belas, kesembilan belas, dan kedua puluh.undefined 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Kangen Kau takkan mengerti bagaimana kesepianku Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta Kau takkan mengerti segala lukaku Kerna cinta telah sembunyikan pisaunya Membayangkan wajahmu adalah s...

10

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia