Iklan

Pertanyaan

Jelaskan pergiliran keturunan pada tumbuhan paku!

Jelaskan pergiliran keturunan pada tumbuhan paku!space space 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

03

:

40

:

18

Klaim

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Pembahasan
lock

Tumbuhan paku (Pteridophyta) dalam siklus hidupnya mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) antara generasi gametofit yang berkromosom haploid (n) dan generasi sporofit yang berkromosom diploid (2n). Metagenesis pada daur hidup tumbuhan paku homospora adalah sebagai berikut: Spora berkromosom haploid (n) jatuh di tempat yang sesuai akan berkecambah dan tumbuh menjadi protalium (gametofit) yang haploid (n). Protalium sebagai generasi gametofit membentuk alat kelamin jantan (anteridium) dan betina (arkegonium) yang haploid. Anteridium menghasilkan spermatozoid dan arkegonium menghasilkan ovum. Terjadi fertilisasi, spermatozoid (n) membuahi ovum (n) di dalam arkegonium dan menghasilkan zigot yang diploid (2n). Zigot mengalami pembelahan secara mitosis dan tumbuh menjadi tumbuhan paku (generasi sporofit) yang diploid. Tumbuhan paku tersebut tumbuh keluar dari arkegonium induknya. Tumbuhan paku dewasa memiliki sporofil (daun penghasil spora). Pada sporofil (2n) terdapat sporangium (2n). Di dalam sporangium terdapat sporogonium berkromosom diploid. Sporogonium mengalami pembelahan meiosis dan menghasilkan spora yang haploid.

Tumbuhan paku (Pteridophyta) dalam siklus hidupnya mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) antara generasi gametofit yang berkromosom haploid (n) dan generasi sporofit yang berkromosom diploid (2n). Metagenesis pada daur hidup tumbuhan paku homospora adalah sebagai berikut:

  1. Spora berkromosom haploid (n) jatuh di tempat yang sesuai akan berkecambah dan tumbuh menjadi protalium (gametofit) yang haploid (n).
  2. Protalium sebagai generasi gametofit membentuk alat kelamin jantan (anteridium) dan betina (arkegonium) yang haploid. Anteridium menghasilkan spermatozoid dan arkegonium menghasilkan ovum. 
  3. Terjadi fertilisasi, spermatozoid (n) membuahi ovum (n) di dalam arkegonium dan menghasilkan zigot yang diploid (2n).
  4. Zigot mengalami pembelahan secara mitosis dan tumbuh menjadi tumbuhan paku (generasi sporofit) yang diploid. Tumbuhan paku tersebut tumbuh keluar dari arkegonium induknya.
  5. Tumbuhan paku dewasa memiliki sporofil (daun penghasil spora). Pada sporofil (2n) terdapat sporangium (2n). Di dalam sporangium terdapat sporogonium berkromosom diploid. Sporogonium mengalami pembelahan meiosis dan menghasilkan spora yang haploid.space space 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Assyifa Qolby Mahfida

Ini yang aku cari! Pembahasan lengkap banget Mudah dimengerti

Iklan

Pertanyaan serupa

Spora yang dihasilkan tumbuhan paku jika jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi ....

2

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia