Iklan

Iklan

Pertanyaan

Jelaskan peran R.A. Kartini dalam lahirnya Kongres Perempuan!

Jelaskan peran R.A. Kartini dalam lahirnya Kongres Perempuan! 

Iklan

C. Sianturi

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

peranan R.A. Kartini dalam lahirnya Kongres Perempuan adalah melalui tulisan-tulisan yang dibuat R.A Kartini, ia sangat menginspirasi dan mengobarkan semangat para perempuan di masa itu. Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah Sekolah Kartini. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer. Dari sekolah tersebut lahir kader-kaderperempuan di berbagai daerah yang nantinya menjadi pendiri organisasi perempuan.Anggota-anggota dari organisasi inilah yang nanti turut aktif dalamKongres Perempuan Indonesia I.

peranan R.A. Kartini dalam lahirnya Kongres Perempuan adalah melalui tulisan-tulisan yang dibuat R.A Kartini, ia sangat menginspirasi dan mengobarkan semangat para perempuan di masa itu. Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah Sekolah Kartini. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer. Dari sekolah tersebut lahir kader-kader perempuan di berbagai daerah yang nantinya menjadi pendiri organisasi perempuan. Anggota-anggota dari organisasi inilah yang nanti turut aktif dalam Kongres Perempuan Indonesia I.

Iklan

Pembahasan

Salah satu tokoh perempuan yang sering dianggap sebagai peletak dasar perjuangan perempuan Indonesia adalah Raden Ajeng Kartini yang lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Ayahnya ialah Raden Mas Adipati Sosroningrat, seorang Bupati Jepara. Raden Ajeng Kartini berdiri tidak hanya sebagai tokoh, tetapi juga tokoh yang monumental. Keberaniannya melampaui perempuan pada masanya, maka tak heran jika ia dinilai sebagai pelopor yang menegakkan tonggak perjuangan perempuan dan pelopor Pergerakan kaum wanita Indonesia. Beliau adalah wanita Indonesia pertama yang memiliki cita-cita untuk dapat memajukan kaumnya dalam bidang pendidikan atau pengajaran. Sebagai akibat dari kurangnya mendapatkan pendidikan atau pengajaran. Kaum wanita tersebut diperlakukan tidak adil. (kartini suka menulis pemikirannya) Ide-ide progresif Kartini yang terangkum dalam buku berjudul asli Door Duisternis Tot Licht (pertama kali terbit tahun 1911) tersebut lantas menjadi sumber inspirasi banyak generasi perempuan muda. Layaknya semangat berkobar para pemuda Budi Utomo di awal pembentukannya, perempuan-perempuan berpendidikan di awal abad ke-20 semakin gencar mendirikan sekolah dan perkumpulan bagi kalangan mereka sendiri.Ketika pada tahuan 1911 surat-surat Kartini diterbitkan, Van Deventer terkesan sekali, sehingga tergerak untuk menulis sebuah resensi yang panjang-lebar, sekadar untuk menyebarluaskan cita-cita Kartini, yang cocok dengan cita-cita Deventer sendiri: mengangkat bangsa pribumi secara rohani dan ekonomis, memperjuangkan emansipasi mereka. Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah Sekolah Kartini. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis. Pada tahun 1912, muncul organisasi perempuan pertama di Indonesia bernama Putri Mardika. Keberhasilan program pendidikan Sekolah Kartini memiliki dampak yang besar bagi kelahiran organisasi pergerakan perempuan di Indonesia. Sekolah Kartini mampu melahirkan kader-kader perempuan di berbagai daerah yang nantinya menjadi pendiri organisasi perempuan seperti Wanita Taman Siswa, Wanito Utomo, Aisyiyah, dan lainnya. Anggota-anggota dari organisasi inilah yang nanti turut aktif dalamKongres Perempuan Indonesia I yang diadakan di Pendopo Joyodipuran, Yogyakarta. Dalam kongres ini masalah-masalah politik tidak dibahas melainkan hanya berbicara tentang pendidikan, perkawinan, dan perlindungan bagi perempuan dan anak-anak. Dalam pertemuan ini diambil sebuah keputusan untuk mendirikan Perikatan Perempuan Indonesia (PPI). Dengan demikian peranan R.A. Kartini dalam lahirnya Kongres Perempuan adalah melalui tulisan-tulisan yang dibuat R.A Kartini, ia sangat menginspirasi dan mengobarkan semangat para perempuan di masa itu. Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah Sekolah Kartini. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer. Dari sekolah tersebut lahir kader-kaderperempuan di berbagai daerah yang nantinya menjadi pendiri organisasi perempuan.Anggota-anggota dari organisasi inilah yang nanti turut aktif dalamKongres Perempuan Indonesia I.

Salah satu  tokoh perempuan yang sering dianggap sebagai peletak dasar perjuangan perempuan Indonesia adalah Raden Ajeng Kartini yang lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Ayahnya ialah Raden Mas Adipati Sosroningrat, seorang Bupati Jepara. Raden Ajeng Kartini berdiri tidak hanya sebagai tokoh, tetapi juga tokoh yang monumental. Keberaniannya melampaui perempuan pada masanya, maka tak heran jika ia dinilai sebagai pelopor yang menegakkan tonggak perjuangan perempuan dan pelopor Pergerakan kaum wanita Indonesia. Beliau adalah wanita Indonesia pertama yang memiliki cita-cita untuk dapat memajukan kaumnya dalam bidang pendidikan atau pengajaran. Sebagai akibat dari kurangnya mendapatkan pendidikan atau pengajaran. Kaum wanita tersebut diperlakukan tidak adil. (kartini suka menulis pemikirannya) Ide-ide progresif Kartini yang terangkum dalam buku berjudul asli Door Duisternis Tot Licht (pertama kali terbit tahun 1911) tersebut lantas menjadi sumber inspirasi banyak generasi perempuan muda. Layaknya semangat berkobar para pemuda Budi Utomo di awal pembentukannya, perempuan-perempuan berpendidikan di awal abad ke-20 semakin gencar mendirikan sekolah dan perkumpulan bagi kalangan mereka sendiri. Ketika pada tahuan 1911 surat-surat Kartini diterbitkan, Van Deventer terkesan sekali, sehingga tergerak untuk menulis sebuah resensi yang panjang-lebar, sekadar untuk menyebarluaskan cita-cita Kartini, yang cocok dengan cita-cita Deventer sendiri: mengangkat bangsa pribumi secara rohani dan ekonomis, memperjuangkan emansipasi mereka. Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah Sekolah Kartini. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis. Pada tahun 1912, muncul organisasi perempuan pertama di Indonesia bernama Putri Mardika. Keberhasilan program pendidikan Sekolah Kartini memiliki dampak yang besar bagi kelahiran organisasi pergerakan perempuan di Indonesia. Sekolah Kartini mampu melahirkan kader-kader perempuan di berbagai daerah yang nantinya menjadi pendiri organisasi perempuan seperti Wanita Taman Siswa, Wanito Utomo, Aisyiyah, dan lainnya. 

Anggota-anggota dari organisasi inilah yang nanti turut aktif dalam Kongres Perempuan Indonesia I yang diadakan di Pendopo Joyodipuran, Yogyakarta. Dalam kongres ini masalah-masalah politik tidak dibahas melainkan hanya berbicara tentang pendidikan, perkawinan, dan perlindungan bagi perempuan dan anak-anak. Dalam pertemuan ini diambil sebuah keputusan untuk mendirikan Perikatan Perempuan Indonesia (PPI).


Dengan demikian peranan R.A. Kartini dalam lahirnya Kongres Perempuan adalah melalui tulisan-tulisan yang dibuat R.A Kartini, ia sangat menginspirasi dan mengobarkan semangat para perempuan di masa itu. Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah Sekolah Kartini. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer. Dari sekolah tersebut lahir kader-kader perempuan di berbagai daerah yang nantinya menjadi pendiri organisasi perempuan. Anggota-anggota dari organisasi inilah yang nanti turut aktif dalam Kongres Perempuan Indonesia I.

Latihan Bab

Munculnya Golongan Elit di Indonesia

Tumbuhnya Kesadaran Awal Kebangsaan

Organisasi-organisasi Kebangsaan

Sumpah Pemuda

2rb+

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Pada 22-25 Desember 1928 organisasi-organisasi perempuan menyelenggarakan Kongres Perempuan I di Yogyakarta. Tokoh yang bertindak sebagai ketua dalam kongres tersebut adalah ...

700

4.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Fitur Roboguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

081578200000

Email info@ruangguru.com

info@ruangguru.com

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2022 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia