Iklan

Pertanyaan

Bacalah kutipan novel berikut!
 

    Gue nggak ngeliat Joko Ditangkap. Karena Joko memang kabur sebelumnya. Ternyata, dia memang sengaja ngejebak gue untuk masuk tipi sebagai bencong Taman Lawang. Juga masuk koran, komplit dengan dandanan bencong gue.

   Sori, Ed. Gw terpaksa ngelakuin ini demi masuk kelompoknya rifan.

   Itu SMS dari Joko yang gue terima setelah gue sukses ditebus ama Nyokap.

    Ya, seharusnya gue udah curiga dengan rencana ini. Saat Joko maksa gue untuk ikut penelitian itu. Lalu, semua jalan menuju ke penelitian itu sudah direncanakan dan disiapkan oleh Joko. Tapi gue kan bukan Detective Conan. Gue nggak bisa mengendus rencana rapi Joko menjebak gue jadi bencong di Taman Lawang kemudian kena razia dan masuk tipi plus koran.

    Gue kemudian ingat Joko punya om yang kerjaannya ngejar ingin gelandang, pengemis, dan waria. Joko juga punya tante yang bekerja di televisi sebagai produser tayangan berita kota dan kriminalitas.

    Hati gue ancur begitu tahu Joko mengkhianati persahabatan dengan gue. Dia lebih memilih bergabung dengan kelompok Rifan. Demi sebuah reputasi. Pengen rasanya gue kursus kilat buat ngebalas sakit hati gue biar gue tinggal nusuk-nusuk bonekanya aja.

   Gue bukan lagi pecundang. Tapi pecundang kelas kakap. Atau, malah kelas paus.

   Itu sebabnya gue makin ogah sekolah. Tapi di di rumah pun gue nggak mungkin bisa hidup nyaman lantaran ocehan Nyokap yang lebih pantas jadi istrinya Hitler. Maka nggak ada pilihan lain kecuali sekolah meski dengan reputasi yang udah jeblok.

    Dan beban itu terasa semakin berat ...

    Berat ...

    Sampai akhirnya datang siswa baru itu di kelas.

    Cewek indo.

   Gue nggak begitu peduli ketika hari pertama dia masuk kelas, ketika dia memperkenalkan dirinya di kelas, termasuk ketika dia kemudian diminta Pak Sitanggang duduk di sebelah gue.

    "Hai namaku Bella ..., " bisiknya saat duduk.

    Suaranya lembut, tubuhnya harum, soal ada pabrik parfum di pori-porinya. Tapi nggak ngaruh bikin gue gatel seperti teman-teman cowok gue lainnya di kelas. Gue nyadar, cewek-cewek muka standar di kelas aja nggak pernah perhatian sama gue, apalagi yang secantik Bella. Paling juga tadi itu teguran basa-basi.

    "Bella, namanya Edi irmanti. Tapi kami memanggilnya Edward culun," sela Ridwan yang duduk setelah Ridwan yang duduk di belakang gue.

    Kalau gue Spiderman, udah gue buat sarang laba-laba di mulut ridwan.

    Lalu, selama pelajaran berlangsung berapa gulungan kertas melayang ke meja kami. Pluk. Pluk. Pluk. Kalo yang dilempar tadi adalah lembaran uang seratus ribu, udah gue promotin dari tadi.

    Bella mendiamkannya. Akhirnya, gue penasaran membuka satu gulungan kertas.

    "Bella, gue Ricky. Moga-moga kecantikanmu nggak luntur gara-gara duduk di samping cucunya Sun Go Kong."

     Nyesel gue bacanya.

    "Antepin aja. Malah bikin gondok nanti," bisik bella.

    Gue meriksa leher gue. Koq dia tahu gue kesel, ya? Apa emang mendadak muncul gondok di leher gue?

   Gue mengalihkan perhatian ke Bu Yaniar yang lagi mengajar soal majas. Berusaha serius. Tapi mata gue kagak mau kompromi. Kadang-kadang muter sendiri melirik ke arah Bella, kok cantik banget ya si Bella ini!

    Mungkin nggak ya gue macarin dia?

    Kagak mungkin! Dan kagak usah mimpi!

    Kalau aja gue seganteng Colin Farrell, atau Paling gak kayak Kiki Farel ... Pasti gue udah pedekate. Mungkin juga udah langsung ngajak nge-date titik pasti asik ya ...

(Dikutip dari: Oben Cedric, Twilight, Yogyakarta, Gradien Mediatama 2009)undefined 

Jelaskan pandangan pengarang terhadap kutipan novel tersebut!

Jelaskan pandangan pengarang terhadap kutipan novel tersebut! 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

13

:

41

:

54

Klaim

Iklan

A. Pusporini

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat pelaku. Interpretasi terhadap pandangan pengarang adalah memberi kesan kepada pandangan pengarang baik berupa apresiasi maupun berupa kritik. Dalam kutipan novel di atas, pandangan pengarang dominan berupa nilai sosial. Melalui tokoh utama pengarang memberikan gambaran keluarga bagian penting dalam hidup. Selain itu, melalui tokoh utama pengarang memberikan gambaran tentang rasa ketidak percayaan diri pada tokoh utama untuk menjalin komunikasi selaku makhluk sosial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam kutipan novel di atas, pandangan pengarang dominan berupa nilai sosial.

Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat pelaku.

Interpretasi terhadap pandangan pengarang adalah memberi kesan kepada pandangan pengarang baik berupa apresiasi maupun berupa kritik.

Dalam kutipan novel di atas, pandangan pengarang dominan berupa nilai sosial.

Melalui tokoh utama pengarang memberikan gambaran keluarga bagian penting dalam hidup.

Selain itu, melalui tokoh utama pengarang memberikan gambaran tentang rasa ketidak percayaan diri pada tokoh utama untuk menjalin komunikasi selaku makhluk sosial.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam kutipan novel di atas, pandangan pengarang dominan berupa nilai sosial.undefined 

 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

6

Iklan

Pertanyaan serupa

Perhatikan langkah-langkah berikut! mengetahui biografi atau kehidupan pengarang mengaitkan kehidupan pengarang dengan kehidupan dalam novel membaca keseluruhan isi novel memahami isi...

1

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia