Roboguru

Jelaskan latar belakang perang melawan sang tirani...

Pertanyaan

Jelaskan latar belakang perang melawan sang tirani...
 

  1. ...

  2. ...

Pembahasan Soal:

Jepang yang mula-mula disambut dengan senang hati, kemudian berubah menjadi sebuah kebencian. Rakyat bahkan lebih benci pada pemerintah Jepang daripada pemerintah kolonial Belanda. Jepang seringkali bertindak sewenang-wenang. Rakyat tidak bersalah ditangkap, ditahan, dan disiksa. Kekejaman itu dilakukan oleh Kompetai (polisi militer Jepang). Pada masa pendudukan Jepang banyak gadis dan perempuan Indonesia yang ditipu oleh Jepang dengan dalih untuk bekerja sebagai perawat atau disekolahkan, ternyata hanya dipaksa untuk melayani para Kempetai. Para gadis dan perempuan itu disekap dalam kamp-kamp yang tertutup sebagai wanita penghibur. Kamp-kamp itu dapat ditemukan di Solo, Semarang, Jakarta, dan Sumatra Barat. Kondisi ini menambah deretan penderitaan rakyat di bawah kendali penjajahan Jepang. Oleh Karena itu wajar kalau kemudian timbul berbagai perlawanan. Berikut tiga perlawanan rakyat Indonesia diberbagai daerah di Indonesia.

  1. Perjuangan melawan Jepang di Aceh. Perlawanan rakyat Aceh terjadi di Cot Plieng. Perlawanan ini dipimpin oleh Teuku Abdul Jalil. Ia adalah seorang guru mengaji. Peristiwa Ini berawal dari sikap tentara Jepang yang bertindak sewenang-wenang. Rakyat diperas dan ditindas. Jepang berusaha membujuk Teuku Abdul Jalil untuk berdamai. Namun, Teuku Abdul Jalil menolaknya. Akhirnya, pada 10 November 1942 Jepang menyerang Cot Plieng.
  2. Perlawanan melawan Jepang di Singaparna. Perlawanan ini bermula dari Paksaan Jepang melakukan Seikeirei. Yakni penghormatan kepada kaisar Jepang. Penghormatan ini dilakukan dengan cara menghadap ke arah timur laut (Tokyo) dan membungkukkan badan, Cara ini dianggap oleh K.H Zaenal Mustofa sebagai tindakan musyrik (menyekutukan tuhan). Tindakan ini melanggar ajaran agama Islam. Akibat penentangan itu, Jepang mengirim pasukan untuk menggempur Sukamanah. Akhirnya meletuslah pertempuran pada 25 Februari 1944 setelah shalat Jumat. K.H. Zaenal Mustofa berhasil ditangkap. Ia ditahan di tasikmalaya, kemudian dibawa ke Jakarta untuk diadili. Ia dihukum mati dan dimakamkan di Ancol. Pada 10 November 1974 makamnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Tasikmalaya.
  3. Perlawanan Tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar. Pada mulanya, pasukan Peta bertugas mengawasi Romusa yang membuat pertahanan di daerah Pantai Blitar Selatan. Mereka melihat sendiri betapa berat pekerjaan romusa dan sengsara hidupnya. Ditambah lagi keadaan masyarakat yang sangat menderita. Pada 14 Februari 1945, berkobarlah perlawanan Peta di Blitar. Perlawanan ini dipimpin oleh Syodanco, Muradi, Suparyono, dan Bundanco (komandan regu) Sunanto, Sudarmo, Halir Mangkudidjaya. Adapula dr. Ismail sebagai sesepuhnya. Setelah membunuh orang-orang Jepang di Blitar, mereka meninggalkan Blitar. Sebagian menuju lereng Gunung Kelud. Sebagian lagi ke Blitar Selatan. Sayang, perlawanan mereka mengalami kegagalan.

Dengan demikian, penindaasan dan penjajahan jepang pada saat itu merupakan tirani yaitu jepang yang memilki kekuasaan di bidang militer dan lainnya dengan melakukan drama seolah olah ingin menjadikan bangsa indonesia sebagai saudaranya padahal yang terjadi jepang hanya ingin mengambil keuntungan dari rakyat indonesia saat itu hal ini lah yang membuat rakyat indonesia melakukan perlawanan karena penderitaan yang semakin menyengsarakan. hingga akhirnya sang tirani yaitu jepang mengakhiri kekuasaannya di indonesia setelah kalah berperang melawan sekutu

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Penyebab pecahnya perlawanan rakyat Aceh pimpinan Tengku Abdul Jalil terhadap Jepang adalah ….

Pembahasan Soal:

Perlawanan rakyat Aceh terjadi pada 10 November 1942. Perlawanan ini dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil. Sebabnya adalah Jepang berusaha mengambil alih wilayah Cot Plieng, namun Tengku Abdul Jalil melawan dengan memimpin penyerangan terhadap Jepang. Serangan Jepang berhasil digagalkan oleh rakyat Aceh, Tengku Abdul Jalil berhasil memukul mundur Jepang ke daerah Lhokseumawe. Namun, Jepang tidak tinggal diam, setelah menyusun strategi, Jepang melancarkan serangan balasan. Jepang akhirnya berhasil merebut Cot Plieng dan Tengku Abdul Jalil gugur di tempat saat sedang beribadah. Jadi, jawaban yang tepat adalah D.undefined 

0

Roboguru

Berbagai perlawanan terjadi pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. Latar belakang perlawanan tersebut adalah........

Pembahasan Soal:

Keberhasilan Jepang menguasai beberapa wilayah Indonesia, merupakan akibat dari propaganda-propaganda yang dilakukan oleh Jepang terhadap bangsa Indonesia, tujuannya adalah menarik simpati sehingga rakyat tidak melakukan perlawanan. Banyak masyarakat yang menderita saat wilayahnya dikuasai oleh Jepang. Hal ini dikarenakan, mereka dipaksa untuk membuat parit, jalan, lapangan terbang, dan juga dipaksa oleh Jepang untuk menjadi romusha yaitu sebutan untuk orang-orang yang dipekerjakan sebagai buruh secara paksa oleh Jepang ketika menduduki Indonesia, disamping itu di beberapa daerah salah satunya di Singaparna, rakyat dipaksa melakukan tradisi upacara seikerei yaitu upacara penghormatan kepada kaisar Jepang dengan cara membungkuk kearah matahari terbit, hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam, eksploitasi SDA juga dilakukan diberbagai daerah di Indonesia.space

Dengan demikian, latar belakang perlawanan rakyat Indonesia terhadap Jepang karena beberapa faktor diantaranya: kebijakan romusha, upacara seikerei dan eksploitasi SDA di berbagai wilayah di Indonesia.space

0

Roboguru

Apa yang dimaksud seikrei ?

Pembahasan Soal:

Seikerei merupakan sikap menghormati Amaterasu (Dewa Matahari) yang dipercaya oleh penganut ajaran Shinto di Jepang dengan membungkukkan badan menghadap matahari yang telah terbit sempurna, setiap pertemuan umum, dan setiap disebutkan nama Tenno Haika, Kaisar Jepang. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan Jepang tatkala berada di Jepang, namun juga diimplementasikan tatlakala melakukan ekspansi di negeri jajahan, salah satunya Indonesia. Budaya membungkuk yang menyerupai gerakan rukuk dalam shalat ini ditentang oleh kalangan muslim salah satunya K.H. Zainal Mustafa, Tasikmalaya, Jawa Barat. Hal ini terjadi karena Jepang memaksa semua warga Indonesia termasuk juga para ulama untuk hormat pada dewa matahari (melakukan seikerei) setelah upacara pagi dan kegiatan tersebut dianggap menyalahi syariat islam atau musyrik karena dianggap menyembah cipataan Tuhan.

Dengan demikian, Seikerei merupakan budaya Jepang (ajaran Shinto) yang dilakukan dengan membungkukkan badan untuk menghormati Amaterasu (Dewa Matahari). Budaya ini dibawa dan disebarkan juga di Indonesia, namun dalam perkembangannya mendapat kecaman dari ulama (tokoh Islam) seperti K.H. Zainal Mustafa yang menganggap budaya seikerei menyalahi syariat Islam.

0

Roboguru

Menghormati dewa matahari dengan cara menunduk 90 derajat kearah timur, dalam budaya Jepang disebut…

Pembahasan Soal:

Sebagai negara fasis, Jepang mendidik warga negaranya dengan keras dan displin tinggi. Jepang sangat menghormati kaisarnya, yang mereka yakini sebagai keturunan dewa matahari. Itulah latar belakang kebiasaan mereka memberi hormat ke arah matahari terbit dengan cara membungkukkan punggung dalam-dalam, yang disebut dengan Seikerei, sebagai simbol penghormatan terhadap kaisar. Pemaksaan kebiasaan seperti ini di negara-negara lain, termasuk Indonesia, menjadi salah satu alasan pecahnya pemberontakan di kalangan pesantren di Tasikmalaya (Jawa Barat) pada tahun 1944. Gerakan Seikerei yang mirip gerakan ruku' dalam shalat tidak hanya sebagai penghormatan, Seikerei juga sebagai pengakuan bahwa Kaisar Jepang adalah keturunan "Dewa Matahari" (Ameterasu). Dalam ajaran Islam tindakan itu berarti musyrik. Akibat dari penolakan tersebut, Jepang menempatkan polisi rahasia (Kenpeitai) untuk mengawasi kegiatan Pesantren Sukamanah di Tasikmalaya dimana KH Zainal Mustafa sebagai pemimpinnya. Puncaknya setelah pelaksanaan sholat Jum'at, perlawanan yang sudah disiapkan sebelumnya oleh K.H Zainal Mustafa terjadi. Dan tentunya banyak santri yang tewas, sedangkan K.H Zainal Mustafa ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.
 
Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah B

0

Roboguru

Perlawanan rakyat Singaparna selain karena penderitaan rakyat, perlawanan juga disebabkan penolakan rakyat untuk melakukan Seikerei, yakni...

Pembahasan Soal:

Pada 25 Februari 1944, Para santri di Singaparna yang dipimpin oleh K.H. Zainal Mustafa melakukan perlawanan kepada militer Jepang yang saat itu menduduki wilayah Indonesia. Pertempuran tersebut pun dikenal dengan pertempuran Singaparna. Semua bermula ketika Jepang menduduki Indonesia setelah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat melalui Perjanjian Kalijati. Berbeda dengan Belanda, Jepang memiliki strategi berbeda guna menguasai Indonesia. Alih-alih menyerang melalui kekuatan militer, Jepang lebih memilih cara propoganda guna mengambil hati pribumi. Salah satu caranya adalah membebaskan semua tahanan politik Hindia Belanda, yang salah satunya adalah ulama sekaligus pemimpin pondok pesantren, K.H. Zainal Mustafa. Setelah membebaskan K.H. Zainal Mustafa, pihak Jepang mencoba merayunya menduduki jabatan anggota Sandenbu (Badan Propaganda) di Priangan Timur. Namun strategi yang dilakukan Jepang menemui jalan buntu. Sebagai pemimpin yang diikuti hampir seluruh santri di Tasikmalaya dan Priangan Timur, Kiyai yang pernah menjadi santri di Sukamiskin tersebut menolak ajakan Jepang. Beliau menolak bekerja sama karena alasan adanya ketentuan Seikerei, yaitu sikap membungkuk ke arah bendera Jepang yang berlambang matahari terbit di pagi hari sebagai penghormatan terhadap Kaisar Jepang (Tenno Haika). Gerakan Seikerei mirip gerakan ruku' dalam shalat. Tidak hanya sebagai penghormatan, Seikerei juga sebagai pengakuan bahwa Kaisar Jepang adalah keturunan "Dewa Matahari" (Ameterasu). Dalam ajaran Islam tindakan itu berarti musyrik. Akibat dari penolakan tersebut, Jepang menempatkan polisi rahasia (Kenpeitai) untuk mengawasi kegiatan Pesantren Sukamanah dan KH Zainal Mustafa. Puncaknya setelah pelaksanaan sholat Jum'at, perlawanan yang sudah disiapkan sebelumnya oleh K.H Zainal Mustafa terjadi. Dan tentunya banyak santri yang tewas, sedangkan K.H Zainal Mustafa ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah E.space space 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved