Iklan

Iklan

Pertanyaan

Jelaskan kontribusi dr. Wahidin Sudirohusodo dalam berdirinya organisasi Budi Utomo!

Jelaskan kontribusi dr. Wahidin Sudirohusodo dalam berdirinya organisasi Budi Utomo!undefined 

Iklan

C. Sianturi

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

kontribusi dr. Wahidin Soedirohusodo dalam berdirinya organisasi Budi Utomo adalah sebagai pelopor pendirian Budi Utomo yang kemudian memunculkan semangat meraih kemerdekaan.

kontribusi dr. Wahidin Soedirohusodo dalam berdirinya organisasi Budi Utomo adalah sebagai pelopor pendirian Budi Utomo yang kemudian memunculkan semangat meraih kemerdekaan.space space 

Iklan

Pembahasan

Pembahasan
lock

Ide pembentukan Boedi Oetomo sejatinya telah berlangsung sekitar setahun sebelum organisasi tersebut terbentuk. Wahidin Soedirohusodo, seorang dokter lulusan Sekolah Dokter Jawa (dulu kampusnya terletak dekat Rumah Sakit Militer Weltervreden yang sekarang menjadi RSPAD Gatot Subroto) memiliki peranan penting dalam proses berdirinya Boedi Oetomo. Dr. Wahidin merasa prihatin melihat kondisi masyarakat yang tidak mampu dan kesulitan biaya sehingga tidak dapat merasakan pendidikan formal dan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Maka peran dr. Wahidin Soedirohusodo terhadap berdirinya organisasi Budi Utomo adalah mengubah cara berjuang rakyat Indonesia dari perjuangan fisik kepada cara perjuangan melalui pendidikan. Ide ini menarik perhatian seorang mahasiswa STOVIA bernama Soetomo yang pada akhirnya mendirikan organisasi modern pertama di Indonesa bernama Budi Utomo. Perjuangan dr. Wahidin Soedirohusodo dan dr. Soetomo adalah berusaha membangkitkan kesadaran masyarakat Indonesia kala itu terhadap pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa tanpa perlu mempermasalahkan perbedaan agama dan suku. Setelah mendapat dana dari para bangsawan Jawa dan Belanda, dia membentuk Studiefonds (pengelolaan bea siswa) dan mempropagandakannya dengan berkeliling Jawa lalu singgah di STOVIA. Dr. Wahidin sempat memberikan wejangan di hadapan para pelajar STOVIA mengenai pentingnaya pendidikan sebagai sarana untuk membebaskan diri dari keterbelakangan. Dari sinilah Raden Soetomo dan Mas Soeraji menemui Dr. Wahidin Soedirohusodo mengenai pentingnya organisasi untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Pada Tanggal 20 Mei 1908, di ruang Kelas Anatomi STOVIA, diselengarakan pertemuan dan menghasilkan terbentuknya organisasi Boedi Oetomo dengan Ketua R Soetoemo, Wakil Ketua M Soelaiman, Sekretaris I Soewarno, Sekretaris II M Goenawan Mangoenkoesoemo, dan Bendahara R Angka. Dengan demikian kontribusi dr. Wahidin Soedirohusodo dalam berdirinya organisasi Budi Utomo adalah sebagai pelopor pendirian Budi Utomo yang kemudian memunculkan semangat meraih kemerdekaan.

Ide pembentukan Boedi Oetomo sejatinya telah berlangsung sekitar setahun sebelum organisasi tersebut terbentuk. Wahidin Soedirohusodo, seorang dokter lulusan Sekolah Dokter Jawa (dulu kampusnya terletak dekat Rumah Sakit Militer Weltervreden yang sekarang menjadi RSPAD Gatot Subroto) memiliki peranan penting dalam proses berdirinya Boedi Oetomo. Dr. Wahidin merasa prihatin melihat kondisi masyarakat yang tidak mampu dan kesulitan biaya sehingga tidak dapat merasakan pendidikan formal dan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Maka peran dr. Wahidin Soedirohusodo terhadap berdirinya organisasi Budi Utomo adalah mengubah cara berjuang rakyat Indonesia dari perjuangan fisik kepada cara perjuangan melalui pendidikan. Ide ini menarik perhatian seorang mahasiswa STOVIA bernama Soetomo yang pada akhirnya mendirikan organisasi modern pertama di Indonesa bernama Budi Utomo. Perjuangan dr. Wahidin Soedirohusodo dan dr. Soetomo adalah berusaha membangkitkan kesadaran masyarakat Indonesia kala itu terhadap pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa tanpa perlu mempermasalahkan perbedaan agama dan suku. Setelah mendapat dana dari para bangsawan Jawa dan Belanda, dia membentuk Studiefonds (pengelolaan bea siswa) dan mempropagandakannya dengan berkeliling Jawa lalu singgah di STOVIA. Dr. Wahidin sempat memberikan wejangan di hadapan para pelajar STOVIA mengenai pentingnaya pendidikan sebagai sarana untuk membebaskan diri dari keterbelakangan. Dari sinilah Raden Soetomo dan Mas Soeraji menemui Dr. Wahidin Soedirohusodo mengenai pentingnya organisasi untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Pada Tanggal 20 Mei 1908, di ruang Kelas Anatomi STOVIA, diselengarakan pertemuan dan menghasilkan terbentuknya organisasi Boedi Oetomo dengan Ketua R Soetoemo, Wakil Ketua M Soelaiman, Sekretaris I Soewarno, Sekretaris II M Goenawan Mangoenkoesoemo, dan Bendahara R Angka.

Dengan demikian kontribusi dr. Wahidin Soedirohusodo dalam berdirinya organisasi Budi Utomo adalah sebagai pelopor pendirian Budi Utomo yang kemudian memunculkan semangat meraih kemerdekaan.space space 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

18

M. Raffa Alfahri

Mudah dimengerti Makasih ❤️ Bantu banget

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Tokoh di atas merupakan seoran doctor Jawa penggagas berdirinya organisasi Boedi Oetomo bersama dengan Soetomo. Tokoh tersebut adalah .....

27

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2024 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia