Dalam proses merekontruksi sejarah, sejarawan memerlukan sumber untuk mengetauhi peristiwa di masa lalu. Sumber sejarah berarti segala bentuk jejak sejarah, baik lisan, tulisan, maupun benda yang dapay digunakan untuk mencari kebenaran tentang peristiwa masa lalu. Tanpa sumber sejarah, sejarawan tidak dapat mengisahkan peristiwa di masa lampau. Berdasarkan bentuknya, sumber sejarah dibedakan menjadi empat, yaitu sumber tertulis, sumber lisan, sumber visual dan sumber audio visual, serta sumber benda.
Sumber benda merupakan sumber sejarah yang diperoleh dari benda-benda peninggalan kebudayaan masa lalu. Sumber benda biasa disebut artifact (artefak). Selain bangunan, sumber benda dapat berupa fosil, arca, patung, candi, menara dan benda-benda yang ada di museum. Dalam menggunakan sumber benda, sejarawan harus menggunakan ilmu bantu untuk menguji kredibilitas sumber benda, antara lain epigraf, arkeologi, numismatik, filologi, paleoantropologi, dan ikonografi. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk menentukan umur benda peninggalan sejarah di antaranya adalah.
- Teknik Tipografi, yaitu cara penentuan usia peninggalan budaya manusia berdasarkan bentuk tipe dari peninggalan tersebut. Semakin sederhana tipe benda yang dimaksud maka semakin tua umur benda yang dimaksud.
- Teknik Stratigrafi, yaitu penentuan umur benda peninggalan manusia berdasarkan lapisan tanah benda itu dtemukan. Semakin dalam benda itu ditemukan maka semakin tua umur yang dimaksud, sementara lapisan tanah atas memiliki umur yang relatif muda.
- Teknik Kimiawi, yakni cara menentukan umur benda peninggalan manusia berdasarkan unsur kimia yang terkandung.
Dengan demikian, cara untuk menentukan umur benda-benda peninggalan sejarah adalah dengan teknik Tipologi, Stratigrafi dan Kimiawi.