Roboguru

Islam masuk ke Indonesia sekira abad ke VII. Ajaran Islam mudah diterima masyarakat Indonesia karena ....

Pertanyaan

Islam masuk ke Indonesia sekira abad ke VII. Ajaran Islam mudah diterima masyarakat Indonesia karena .... space space

  1. masyarakat Indonesia senang dengan hal-hal baru space space

  2. pengaruh kerajaan Hindu-Buddha mengalami penurunan space space

  3. Islam mengalami sinkretisme dengan sistem kepercayaan lokal space space

  4. Islam tidak mengenal sistem kasta dan disebarkan secara damai space space

  5. masyarakat Indonesia tertarik dengan ritual keagamaan dalam Islam space space

Pembahasan Soal:

Ajaran dan kebudayaan Islam di Indonesia masuk melalui berbagai saluran, seperti saluran perdagangan, saluran perkawinan, saluran pendidikan, saluran kesenian, dan tasawuf. Kelima saluran tersebut membawa Islam masuk secara damai ke Indonesia atau tanpa adanya penaklukan, kekerasan, serta pemaksaan. Hal tersebut yang membuat ajaran Islam semakin banyak diterima oleh masyarakat Indonesia yang sebelumnya telah mengenal sistem kepercayaan. Selain karena masuk secara damai, ajaran Islam juga tidak mengenal sistem kasta. Ajaran Islam mengedepankan kesetaraan atau egaliter bagi seluruh kalangan. 

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah D.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

K. Ivan

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Bagaimana seni gamelan dan tembang dalam strategi dakwah Islam di Jawa?

Pembahasan Soal:

Setelah agama Hindu, Budha dan Islam masuk ke tanah Jawa, wayang menjadi salah satu alat untuk memulai agama baru. Walisongo juga menggunakan wayang sebagai media untuk berdakwah. Karena itu kemudian muncullah nama lakon dan cerita yang disesuaikan dengan agama Islam. Seperti Layang Kalimosodo yang mengajarkan kalimat syahadat, atau para tokoh Punakawan dan Pandawa yang membawa misi agama Islam. Jika dibandingkan dengan cerita Pandawa dari India, maka tidak akan ditemukan lakon-lakon Punakawan. Seni musik gamelan dan lagu tembang yang biasanya memang lekat dengan kepercayaan Jawa pada zaman dahulu juga menjadi salah satu media untuk mendukung dakwah ajaran agama Islam. Hanya saja, lagu tembang yang diciptakan tentu berbeda dengan tembang yang lain karena disisipi dengan ajaran Islam. Tembang Tombo Ati yang mengajarkan ajaran Islam, sebenarnya adalah ciptaan Sunan Bonang. Sedangkan lagu lir ilir adalah ciptaan Sunan Kalijaga. Kedua tembang ini untuk mengundang masyarakat agar lebih bertakwa. Kemudian ada juga tembang Sinom dan Kinanthi yang merupakan ciptaan Sunan Muria yang dibuat dengan tujuan yang sama.

Dengan demikian setelah agama Hindhu, Budha dan Islam masuk ke Jawa, wayang menjadi salah satu alat untuk menyebarkan agama. Walisongo juga menggunakan wayang sebagai media dakwah. Karena itulah kemudian muncul nama lakon dan cerita yang disesuaikan dengan agama Islam. Seperti Layang Kalimosodo yang mengajarkan kalimat syahadat, atau para tokoh Punakawan yang merupakan penasihan Pandawa dan membawa misi agama Islam. Jika dibandingkan dengan cerita Pandawa dari India, maka tidak akan ditemukan lakon-lakon Punakawan. Seni musik gamelan dan lagu tembang yang biasanya memang lekat dengan kepercayaan Jawa zaman dulu juga menjadi salah satu media untuk menyebarkan agama Islam. Hanya saja, lagu tembang yang diciptakan tentu berbeda dengan tembang lain karena disisipi dengan ajaran Islam.

1

Roboguru

Jelaskan bagaimana wayang dapat digunakan dalam proses Islamisasi di Pulau Jawa!

Pembahasan Soal:

Proses Islamisasi di Indonesia dilakukan melalui sejumlah saluran, seperti saluran pendidikan, saluran perdagangan, saluran pernikahan, tasawuf, hingga saluran kesenian. Semua saluran tersebut digunakan tanpa adanya unsur paksaan dan kekerasan. Dalam saluran kesenian, penyebaran Islam dilakukan dengan menggunakan kebudayaan serta kesenian masyarakat pra Islam, seperti gamelan dan wayang. Salah satu tokoh yang cukup terkenal menyebarkan Islam menggunakan wayang adalah Sunan Kalijaga. Media wayang digunakan untuk menarik perhatian masyarakat yang belum memeluk agama Islam. Saat berdakwah dengan menggunakan wayang kulit. Sunan Kalijaga mengganti cerita wayang yang sebelumnya tentang Ramayana dan Mahabarata dari cerita ajaran Hindu diubah dengan memasukan cerita-cerita Islam. Bentuk wayang juga diubah. Di mana mengubah dari bentuk manusia menjadi bentuk kreasi baru yang mirip karikatur. Contohnya, orang yang menghadap ke depan diukir dengan letak bahu di depan dan di belakang. Tangan wayang kulit dibuat panjang hingga menyentuh kakinya. Meski menghadap ke depan, matanya dibuat tampak utuh. 

Dengan demikian, media wayang digunakan dalam proses Islamisasi di Jawa dengan cara mengganti cerita wayang serta mengubah bentuk wayang.

0

Roboguru

Islam masuk ke Indonesia melalui ...

Pembahasan Soal:

Masuknya Islam ke wilayah Nusantara (Indonesia) diperkirakan telah dimulai sejak abad ke-7 masehi dan berangsur-angsur hingga abad ke-13 masehi. Banyak teori yang mengatakan bahwa asal kedatangan Islam bermula dari daerah Arab, Persia, Gujarat hingga Tiongkok. Terlepas dari asal penyebarannya, pada dasarnya Islam masuk dan disebarkan di Indonesia melalui berbagai cara atau jalur. Adapun beberapa jalur tersebut di antaranya sebagai berikut.

  1. Jalur perdagangan, yakni suatu cara penyebaran yang merupakan konsekuensi dari kehidupan perekonomian di abad ke-7 hingga 13 masehi. Wilayah Nusantara yang merupakan bagian dari pusat perdagangan dunia saat itu menjadikan ia sebagai tempat yang ramai dan banyak terjalin interaksi antar orang dari antar wilayah. Hal ini memungkinkan terjadinya interaksi kebudayaan dan agama.
  2. Jalur perkawinan, yakni suatu cara penyebaran yang dilakukan oleh para pedagang yang berhasil mengawini para perempuan atau sebaliknya, di wilayah Nusantara. Dengan banyaknya perkawinan, maka akan semakin besar jumlah masyarakat yang memeluk Islam. Jalur perkawinan ini membuat penyebaran Islam lebih cepat dan masif.
  3. Jalur pendidikan, yakni dengan cara membangun kesadaran Islam melalui institusi pendidikan pada masa itu seperti pesantren oleh para kiai atau Wali Sanga (sembilan wali) yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa.
  4. Jalur kesenian dan kebudayaan, yakni suatu pendekatan yang digunakan oleh para penyebar Islam dengan menggunakan seni sebagai alat agar Islam bisa dikenal dengan mudah, sesuai dengan kesenangan dan kedekatan masyarakat Nusantara dengan hal-hal kesenian dan kebudayaan. Misalnya dengan penggunaan tembang-tembang, wayang, dan tradisi asli kebudayaan masyarakat Nusantara.
  5. Jalur tasawuf, yakni pendekatan terhadap usaha-usaha yang berkenaan agar jiwa senantiasa terikat dengan Allah. 

Jadi, Islam masuk ke Nusantara melalui berbagai jalur, baik dari perdagangan, perkawinan, pendidikan, kesenian dan tasawuf.

0

Roboguru

Perhatikan nama-nama wali songo berikut. Sunan Ampel Sunan Giri Sunan Bonang Sunan Kudus Sunan Kalijaga Wali Songo yang terkenal aktif berdakwah melalui saluran kesenian ditunjukkan nomor ......

Pembahasan Soal:

Proses penyebaran Islam di Jawa tidak terlepas dari peranan Wali Songo. Sesuai namanya yang berarti sembilan wali, Wali Songo terdiri dari sembilan orang. Kesembilan wali ini menyebarkan agama Islam dengan caranya masing-masing, termasuk melalui saluran kesenian. Adapun Wali Songo yang menyebarkan agama Islam melalui saluran kesenian adalah sebagai berikut.

  1. Sunan Giri. Ia menciptakan gending Jawa "Asmarandana" dan "Pucung".
  2. Sunan Bonang. Ia menggunakan alat musik bonang.
  3. Sunan Muria. Ia menciptakan gending Jawa  "Sinom" dan "Kinanthi".
  4. Sunan Drajat. Ia menciptakan gending Jawa "Pangkur".
  5. Sunan Kalijaga. Ia menggunakan wayang. 

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.

0

Roboguru

Dengan cara apa penyebaran pengaruh Islam di tanah air sehingga agama Islam tersebar ke berbagai wilayah di Indonesia?

Pembahasan Soal:

Dalam sejarahnya, penyebaran agama Islam di Indonesia berlangsung secara cepat. Ajaran yang memuat nilai ketakwaan pada Tuhan, kedamaian, dan kesetaraan antar manusia menarik minat masyarakat Indonesia untuk menerima dan memeluk agama Islam. Hal ini tercermin dengan adanya kerajaan-kerajaan Islam atau kesultanan di berbagai wilayah Indonesia. Terdapat beberapa saluran penyebaran pengaruh Islam di Indonesia sehingga bisa tersebar dan perkembangannya pesat di nusantara, antara lain.

  • Saluiran Perdagangan

Saluran yang digunakan dalam proses Islamisasi di Indonesia pada awalnya melalui perdagangan dari para pedagang Arab, Persia, maupun Gujarat. Hal ini sesuai dengan perkembangan lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia yang ramai mulai abad ke 7 sampai 16 masehi. Para pedagang dari Arab, Persia dan Gujarat mengenalkan ajaran dan nilai-nilai Islam kepada mitranya dari Indonesia lalu kepada masyarakat sekitar. Selanjutnya, sejumlah pedagang memutuskan untuk menetapkan dan mendirikan perkampungan yang tidak jauh dari pelabuhan maupun Bandar perdagangan. Adanya perkampungan itu membuat interaksi semakin intens dan membuka kesempatan masyarakat sekitar untuk mengenal lebih jauh ajaran Islam.

  • Saluran Perkawinan

Pedagang muslim yang menetap ada yang menikah dengan putri raja atau putri bangsawan setempat, karena kedudukan pedagang ini terhormat di mata masyarakat. Pihak pedagang mensyaratkan pihak calon istri untuk mengucapkan kalimat syahadat terlebih dahulu sehingga anak-anak hasil pernikahan mereka pun menganut agama Islam yang dianut orang tuanya. Perkawinan dengan putri kalangan bangsawan dan kerajaan juga membawa pengaruh lebih kuat dalam penyebaran Islam karena perkawinan yang membuahkan keluarga muslim yang saleh mempengaruhi istana untuk mendukung penyebaran Islam. Bahkan, semakin banyak kalangan keluarga istana memeluk Islam dan lambat laut kerajaan yang tadinya bercorak Hindu-Budha perlahan menjadi bercorak Islam.

  • Saluran Tasawuf

Tasawuf adalah ajaran ketuhanan yang telah bercampur dengan mistik dan hal-hal magis. Kedatangan ahli tasawuf ke Indonesia diperkirakan sejak abad ke 13 yaitu masa perkembangan dan penyebaran ahli-ahli tasawuf dari Persia dan India yang sudah beragama Islam, dan baru berkembang pesat sekitar abad ke 17. Pengaruh ajaran tasawuf banyak dijumpai dalam seni sastra berupa babad dan hikayat. Ajaran ini terutama berkembang di Jawa karena ajaran Islam melalui tasawuf disesuaikan dengan pola piker masyarakat yang masih berorientasi pada agama Hindu. Adapun tokoh tasawuf nusantara yang terkenal adalah Hamzah Fansuri, Syamsudin as-Sumatrani, Nurrudin ar-Raniri, Sunan Bonang, Syekh Siti Jenar, dan Sunan Panggung.

  • Saluran Pendidikan

Perkembangan Islam yang cepat menyebabkan muncul tokoh ulama atau mubalig yang menyebarkan Islam melalui pendidikan dengan mendirikan pondok pesantren. Pondok pesantren merupakan tempat para pemuda dari berbagai kalangan masyarakat untuk menimba ilmu agama Islam, setelah tamat mereka akan menjadi juru dakwah untuk menyebarkan Islam di daerah masing-masing. Sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren berperan melahirkan guru agama, kiai, atau ulama. Maka dari pesantren inilah muncul tokoh ulama atau mubalig yang menyebarkan Islam melalui dakwah dan pendidikan. Disamping memberikan dakwah kepada masyarakat, banyak juga lulusan dari pondok pesantren mendirikan pondok-pondok pesantren baru, sehingga saluran pendidikan Islam di Indonesia semakin tersebar.

  • Saluran Kesenian

Berkembangnya agama Islam dapat melalui seni budaya seperti seni bangunan (masjid), seni pahat (ukir), seni tari, seni musik, dan seni sastra. Melalui seni budaya para kalangan ulama seperti Wali Sanga mengajarkan Islam melalui pendekatan budaya agar mudah diterima oleh kalangan masyarakat. Salah satunya Sunan Bonang yang menciptakan Gending Durama dan kitab Gending Sunan Bonang. Selain itu, ada Sunan Giri yang dikenal sebagai seniman yang menciptakan Gending Asmarandana dan Pucung. Adapun Sunan yang menonjol di antara Wali Sanga adalah Sunan Kalijaga yang memanfaatkan media wayang untuk dakwahnya kepada masyarakat.

Dengan demikian, penyebaran Islam di Nusantara dilakukan dengan cara damai melalui saluran perdagangan, perkawinan, pendidikan, tasawuf dan kesenian.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved