Roboguru

Indonesia dijajah oleh ?

Pertanyaan

Indonesia dijajah oleh ?

Pembahasan Video:

Pembahasan Soal:

Pada awalnya bangsa barat yang pertama datang dan berinteraksi dengan Kerajaan-kerajaan di Nusantara adalah Portugis. Portugis merupakan negara barat pertama yang berhasil masuk dan memonopoli perdagangan di Selat Malaka. Salah satu tokoh pentingnya yaitu, Alfonso de Albuquerque. Portugis berhasil mengenalkan Nusantara ke kehidupan dunia Eropa. Kemudian Belanda di bawah pimpinan armada kapal Cornelis de Houtman, tiba di Banten untuk berdagang, namu lambat laun pihak Belanda ingin memonopoli perdagangan di sana. Usaha tersebut berhasil ketika Pemerintah Belanda mendirikan Kongsi Dagang Belanda V.O.C. Belanda akhirnya menjadi negara penjajah Indonesia yang paling lama. Selanjutnya ketika Perang berkecamuk di Asia Pasifik,  Jepang pada tahun 1942, tiba di Tarakan, Indonesia. Jepang berniat baik dengan berencana membantu memerdekakan Indonesia dari cengkraman kolonialisme dan imperialisme Eropa (Belanda). Namun seiring berjalannya waktu, Jepang menunjukkan sikap sewenang-wenang dan cenderung kejam dengan menerapkan sistem kerja paksa yang disebut sebagai Romusha. Jepang membuat juga organisasi kemiliteran, dengan tujuan untuk membantu di Perang Pasifik. 

Dengan demikian, negara yang menajajah Indonesia adalah Portugis, Belanda, dan Jepang.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

N. Puspita

Terakhir diupdate 23 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Imperialisme di Hindia Belanda dimulai sejak ....

Pembahasan Soal:

Imperialisme merupakan suatu sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan yang besar. Imperialisme selalu terkait erat dengan kolonialisme sebagai suatu paham mengenai penguasaan wilayah atau negara oleh bangsa lain dengan maksud untuk memperluas wilayah kekuasaan bangsa tersebut. Kolonialisme dan imperialisme dilatar belakangi oleh beberapa hal antara lain :

  1. Jatuhnya Konstantinopel di kawasan Laut Tengah ke kekuasaan Turki Usmani (1453 M).
  2. Ekonomi dan perdagangan Eropa merosot.
  3. Adanya berbagai penemuan di bidang teknologi khususnya pelayaran sehingga muncul penjelajahan samudera untuk mencari sumber daya di dunia baru.
  4. Semangat melanjutkan Perang Salib.

Imperium awal kolonialisme dan imperialisme di Indonesia sendiri ditandai dengan dibentuknya VOC pada tahun 1602, pada awalnya kedatangan Belanda di Indonesia murni berdagang namun akhirnya berujung menjadi monopoli perdagangan yang menguntungkan Belanda. Imperium tersebut kemudian digantikan dengan sistem pemerintahaan langsung oleh pemerintah Belanda.

Dengan demikian, imperialisme di Hindia Belanda dimulai sejak dibentuknya VOC pada tahun 1602.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C.

0

Roboguru

Semboyan glory yang dijunjung bangsa Eropa saat melakukan penjelajahan samudera mampu mendorong lahirnya imperialisme kuno karena ....

Pembahasan Soal:

Semboyan glory berarti kejayaan. Semboyan berkaitan erat dengan imperialisme kuno. Menurut paham imperialisme kuno, kejayaan sebuah bangsa dapat dilihat dari banyaknya koloni yang dimiliki suatu negara. Akibatnya muncul perlombaan bangsa Eropa dalam melakukan penjelajahan samudra demi mendapatkan wilayah jajahan baru.

0

Roboguru

Jelaskan Imperialisme barat di Indonesia!

Pembahasan Soal:

Imperialisme bangsa Eropa di Indonesia diawali dari motif perdagangan. Indonesia dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah. Rempah-rempah dicari bangsa Eropa karena manfaatnya sebagai penghangat dan bisa dijadikan pengawet makanan. Selain karena harganya yang mahal, memiliki rempah-rempah juga menjadi simbol kejayaan seorang raja pada saat itu. Dari faktor-faktor itu, banyak Bangsa Eropa yang berusaha untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah, salah satunya Indonesia. Terdapat beberapa hal yang mendorong bangsa Eropa datang ke Indonesia, diantaranya adalah.

  1. Idealisme 3G (Gold, Glory, Gospel)
  2. Jatuhnya kota Konstantinopel pada 1453
  3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti teori heliosentrisme, penemuan kompas, teropopong, dan peta
  4. Buku Imago Mundi dan Il Milione karangan Marco Polo yang berisi tentang perjalanannya ke Timur

Faktor-faktor tersebutlah yang kemudian membuat Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris datang ke Indonesia. Bangsa Portugis Ia berhasil menguasai Malaka sebagai pusat perdagangan rempah-rempah di Asia Tenggara pada 10 Agustus 1511. Penjelajah Spanyol berhasil berlabuh di Tidore, namun kedatangan mereka dianggap melanggar Perjanjian Tordesillas. Untuk menyelesaikan permasalahan keduanya, Portugis dan Spanyol melakukan Perjanjian Saragosa pada 1529. Pada 1596, Cornelis de Houtman berhasil mendarat di Banten. Sikap Belanda yang kurang ramah dan berusaha memonopoli perdagangan di Banten membuat Sultan Banten saat itu marah. Akibatnya, ekspedisi ini terbilang gagal. Sekitar 1598-1600, pedagang Belanda mulai berdatangan kembali. Kedatangannya kali ini dipimpin Jacob van Neck. Ia berhasil mendarat di Maluku dan membawa rempah-rempah. Keberhasilan van Neck menyebabkan semakin banyak pedagang Belanda datang ke Indonesia. Pasukan Inggris datang ke Indonesia dipimpin oleh Henry Middleton yang berhasil sampai di Sumatra, lalu menuju Banten di akhir 1604. Ia berlayar ke Ambon (1605) lalu ke Ternate serta Tidore dan mendapat rempah-rempah, seperti lada dan cengkeh.

Di antara bangsa-bangsa tersebut, Belanda merupakan negara yang cukup lama berada di Indonesia. Hingga akhirnya mereka membuat perusahaan dagang di Indonesia. Vereenigde Oostindische Compagnie atau lebih dikenal dengan VOC merupakan perusahaan dagang tersebut. VOC didirikan pada 20 Maret 1602 oleh Johan van Oldenbarnevelt. Keberadaan VOC tidak hanya sebagai kongsi dagang, namun juga menjadi kekuatan politik. VOC memiliki hak octrooi, yaitu monopoli perdagangan, mencetak mata uang sendiri, mengadakan perjanjian, menyatakan perang dengan negara lain, menjalankan kekuasaan kehakiman, memungut pajak, memiliki angkatan perang, dan mendirikan benteng. VOC pun memiliki beberapa kebijakan, yaitu, Contingenten, Verplichte leverantie, Ekstirpasi dan Pelayaran hongi. Namun Pada tahun 1799, VOC bangkrut karena pegawai VOC banyak yang melakukan korupsi, menanggung utang akibat perang, dan kemerosotan moral para pegawai. Dengan dibubarkannya VOC, maka kekuasaannya di Indonesia kemudian diambil alih oleh pemerintah kerajaan Belanda yang saat itu dikuasai Perancis.

Setelah VOC dibubarkan, terjadi perebutan hegemoni Bangsa Eropa di Indonesia. Di awali dengan masa pemerintahan Republik Bataaf dimana saat itu Belanda dipimpin Louis Napoleon, mengangkat Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada tahun 1808 untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris. Tugas lainnya adalah memperbaiki nasib rakyat selaras dengan cita-cita Revolusi Perancis. Saat Daendels menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia, ia menerapkan banyak kebijakan baik di bidang pertahanan, ekonomi maupun pemerintahan. Daendels adalah membiarkan terus praktik perbudakan serta hubungan dengan raja-raja di Jawa yang buruk, sehingga menimbulkan banyak perlawanan. Daendels ditarik ke Eropa, lalu digantikan Gubernur Jenderal Janssens pada tahun 1811. Masa pemerintahannya tidak lama, karena pasukan Inggris datang menyerang. Janssens dan pasukannya menyerah dengan ditandatanganinya Perjanjian Tuntang, sehingga selanjutnya Nusantara berada di bawah kekuasaan Inggris.

Pada 1811, pimpinan Inggris di India, Lord Minto, memerintahkan Thomas Stamford Raffles yang berada di Penang untuk menguasai Pulau Jawa. Thomas Stamford Raffles menerapkan banyak kebijakan baik di bidang pemerintahan, ekonomi maupun ilmu pengetahuan. Penjajahan bangsa Inggris tidak berlangsung lama. Sejak 1816 Inggris menyerahkan kembali kekuasaannya kepada Belanda. Indonesia kembali berada di bawah kekuasaan Belanda.

Ketika kekuasaan di Indonesia kembali ke tangan Belanda, Van der Capellen ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal, menerapkan kebijakan dalam menghapuskan peran penguasa tradisional, menerapkan pajak yang memberatkan rakyat, sehingga muncul banyak perlawanan dari rakyat. Belanda juga mengutus Johannes van den Bosch untuk meningkatkan penerimaan negara Belanda yang kosong akibat perang dengan masyarakat Nusantara dan Bangsa Eropa lainnya. Van den Bosch memberlakukan sistem tanam paksa (cultuur stelsel) sejak tahun 1830. Penerapan cultuur stelsel banyak mengalami penyimpangan, seperti waktu tanam yang melebihi usia tanam padi, tanah yang seharusnya bebas pajak tetap kena pajak, hingga rakyat harus menyediakan sampai setengah tanahnya. Meski begitu, Tanam Paksa juga berdampak positif karena rakyat Indonesia mengetahui jenis-jenis tanaman baru dan mengetahui cara tanam yang baik. Pada tahun 1870 Tanam Paksa dihapus dan diganti Politik Pintu Terbuka yang tertuang dalam UU Agraria 1870 yang mengatur tentang kepemilikan tanah pribumi dan pemerintah. Di sini, mulai diberlakukan politik pintu terbuka, investor asing mulai muncul, terjadi pengembangan usaha perkebunan di luar Jawa, dan sistem kerja paksa diganti dengan sistem kerja bebas.

Dengan demikian, imperialisme di Indonesia diawali dari motif ekonomi yaitu berdagang. 3G, jatuhnya kota Konstantinopel pada 1453, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan adanya buku Imago Mundi dan Il Milione merupakan  faktor-faktor yang menyebabkan Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda datang ke Indonesia, namun Belanda lah yang berada cukup lama di Indonesia hingga mendirikan VOC. Setelah VOC dibubarkan, terjadi perebutan hegemoni bangsa Eropa di Indonesia di awali pada masa Pemerintahaan Republik Bataaf yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Kemudian Masa pemerintahan Inggris yang diperintah oleh Thomas Stamford Raffles hingga kembalinya kekuasaan Indonesia ke tangan pemerintah Belanda yang dipimpin oleh Van der Capellen dan Johannes van den Bosch.

0

Roboguru

Dalam melakukan penjelajahan dan imperialisme, salah satu motivasi yang dijalankan oleh negara Barat adalah glory yang berarti...

Pembahasan Soal:

Berdasarkan waktu kemunculannya, imperialisme dibagi menjadi imperialisme kuno dan imperialisme modern. Imperialisme kuno berlangsung sebelum terjadinya Revolusi Industri dengan tujuan untuk mencari kekayaan (gold), mencapai kejayaan (glory) dan menyebarkan agama Nasrani (gospel). Negara yang menganut aliran imperialisme kuno adalah Spanyol dan Portugis. Sementara imperialisme modern berlangsung setelah Revolusi Industri. Munculnya imperialisme modern disebabkan oleh keinginan negara oenjajah mengembangkan perekonomiannya. Negara yang menganut paham imperialisme modern melakukan pembangunan industri secara besar-besaran. Perindustrian yang besar tersebut membutuhkan banyak bahan mentah dan daerah pemasaran. Hal itu hanya dapat dipenuhi dengan memiliki daerah jajahan yang luas. Oleh sebab itu, timbul usaha untuk mencari daerah jajahan seluas mungkin. Adapun negara pelopor imperialisme modern adalah Inggris.

Dengan demikian, maka jawaban yang tepat adalah C.

0

Roboguru

Apa yang menyebabkan munculnya kolonialisme dan imperialisme di Indonesia?

Pembahasan Soal:

Kolonialisme berasal dari kata “colonus” yang memiliki arti menguasai. Kolonialisme memiliki arti upaya sebuah negara untuk mengembangkan kekuasaannya di luar wilayah kekuasaan negara tersebut. Kolonialisme memiliki tujuan mencapai dominasi kekuatan dalam bidang ekonomi, sumber daya alam, sumber daya manusia, dan politik. Sementara imperialisme berasal dari kata “imperium” dalam bahasa Latin, yang berarti kekuasaan tertinggi, kedaulatan, atau sekadar kekuasaan. Imperialisme merupakan kebijakan atau ideologi untuk memperluas kekuasaan atas negara lain dan penduduk asli negara tersebut, dengan tujuan memperluas akses politik dan ekonomi, kekuasaan dan kontrol, dan seringkali dilakukan dengan menggunakan kekuatan militer. Perbedaan kolonialisme dan imperialisme terletak pada tujuannya. Kolonialisme berfokus pada penguasaan suatu wilayah dengan sumber daya alam tertentu untuk dibawa ke negeri asal penjajah. Sementara imperialisme berfokus dalam penguasaan politik dan pemerintahan negara yang lain untuk memiliki pengaruh terhadap negara tersebut.

Kolonialisme dan imperialisme sudah dilakukan oleh bangsa Eropa sejak abad ke-15 di seluruh dunia, sampai akhirnya masuk ke nusantara (Indonesia). Faktor utamanya adalah Perang Salib dan jatuhnya Konstatinopel oleh Turki Utsmani (Ottoman) di tahun 1453. Jalur perdagangan Asia-Eropa yang melewati laut tengah kemudian ditutup. Hal tersebut memaksa bangsa Eropa untuk mencari jalur perdagangan baru berbekal kemajuan teknologi pelayaran. Selain itu, terdapat beberapa hal yang mendorong bangsa Eropa untuk melakukan kolonialisme dan imperialisme, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Kebutuhan akan rempah-rempah, bangsa Eropa membutuhkan rempah-rempah sebagai pengawet bahan-bahan makanan pada musim dingin. Selain itu juga dimanfaatkan untik memberi cita rasa khas pada makanan. Pada masa kuno, rempah-rempah menjadi salah satu komoditas paling mahal karena mengalami proses distribusi yang panjang.
  2. Semboyan 3G merupakan semboyan yang mendorong bangsa-bangsa Basrat melakukan penjelajahan samudra. Semoboyan tersebut terdiri dari Gold (kekayaan), Glory (kejayaan), dan Gospel (penyebaran agama Kristen). Pada perkembangannya, semoboyan 3G mendorong paham merkantilisme di Eropa yaitu paham yang menganggap kejayaan negara diukur dengan banyaknya emas yang dimiliki sebagai hasil keuntungan berdagang. Hal itulah yang menyebabkan bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudra untuk mencari kekayaan dan kejaan serta menyebarkan agama yang dianggap sebagai tugas mulia.
  3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan bangsa-bangsa Barat mampu membuat kapal-kapal besar untuk mengarungi samudra. Kapal-kapal yang dibuat dilengakpi dengan kompas sehingga dapat mengurangi resiko tersesat. Selain itu, kapal dilengkapi layar besar untuk memanfaatkan sistem angin yang menggantikan tenaga manusia untuk menggerakkan kapal tanpa dayung. Berbagai perkembangan mendorong bangsa-bangsa Barat melakukan penjelajahan samudra guna menemukan daerah baru.
  4. Revolusi Industri merupakan fenomena yang muncul seiring perkembangan iptek. Revolusi industri merupakan perubahan secara menyeluruh dalam proses produksi yang ditandai dengan penggunaan mesin dalam kegiatan produksi. Fenomena tersebut terjadi di Inggris pada pertengahan abad XVIII. Revolusi industri menyebabkan bangsa-bangsa Barat memerlukan bahan baku lebih banyak seeerta memerlukan daerah pemasaran untuk hasil industrinya. Sebagian besar bahan baku dan daerah pemasaaran tersebut dapat diperoleh dengan harga murah di luar Eropa. Oleh karena itu, bangsa-bangsa Barat melakukan penjelajahan samudra guna menemukan daerah baru untuk kepentingannya.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka penyebab munculnya kolonialisme dan imperialisme di Indonesia adalah Perang Salib, jatuhnya Konstatinopel oleh Turki Utsmani (Ottoman) di tahun 1453, kebutuhan akan rempah-rempah, semboyan 3G, perkembangan IPTEK, dan revolusi industri.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved