Hikmah berarti manfaat. Pada konteks ini, kita diminta mencari jawaban paling tepat mengenai manfaat dari persahabatan antara orang yang kaya secara materi dan yang kekurangan secara materi.
Pilihan B adalah pilihan yang paling tepat. Orang yang kaya secara materi mendapatkan pembelajaran dari pengalamannya berteman dengan orang yang kekurangan secara materi. Dia bisa lebih bersyukur karena kondisi ekonominya lebih baik dari temannya itu. Kemudian, jika dia sudah bersyukur dengan apa yang dimilikinya, dia pun bisa belajar menghormati temannya.
Sementara, orang yang kekurangan secara materi dapat meningkat kepercayaan dirinya karena ada pihak yang mau berteman dengan dirinya walau status ekonominya lebih rendah. Hal ini sebenarnya tidak mudah. Orang yang kaya secara materi memiliki perbedaan dengan yang kekurangan secara materi dalam hal jenis barang, makanan yang dibeli, transportasi yang dinaiki, serta hal lainnya. Maka, orang yang kekurangan secara materi bisa lebih percaya diri karena ada teman yang mau beradaptasi dengannya. Dalam pertemanan ini mereka tentunya saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
Pilihan A kurang tepat. Jika dilihat secara umum, opsi ini menguntungkan kedua belah pihak. Namun, jika dilakukan secara terus menerus, kondisi ini merugikan orang yang kekurangan secara materi. Orang yang kaya secara materi mendapatkan keuntungan yang banyak secara terus menerus dari yang kekurangan secara materi. Orang yang kekurangan secara materi lama-kelamaan tenaga dan waktunya digunakan, bahkan mungkin dilukai hatinya karena diperlakukan seenaknya. Hal ini tentu merugikan dirinya walau dia mendapatkan imbalan.
Pilihan C bukan pilihan yang paling tepat. Opsi ini menjadikan pihak yang kekurangan secara materi memiliki perilaku yang tidak baik karena memanfaatkan pihak yang kaya secara materi. Jika pada kasus ini pihak yang kaya secara materi tidak mampu menolak permintaan temannya, dia akan terus menerus dirugikan.
Pilihan D pun bukan pilihan paling tepat. Berteman dengan orang yang kaya secara materi tidak boleh menjadikan seseorang sombong. Jika sombong, maka orang tersebut mengakui bahwa status orang yang kaya secara materi lebih tinggi dibandingkan orang yang kekurangan secara materi. Padahal, nilai atau derajat seseorang tidak ditentukan dari harta bendanya.