Ada beberapa dampak buruk paham hedonisme diantaranya :
1. Pergaulan bebas. Pengikut paham hedonisme dapat terjebak dalam pergaulan dan mereka selalu berada dalam dunia malam. Seperti clubbing, pesta narkoba, dan seks bebas.
a. Sex bebas. Free sex atau seks bebas merupakan dampak dari hasil budaya hedonisme. Bagi penganut hedonisme, menganggap seks bebas hanya perbuatan biasa, karena mereka sudah tidak lagi memikirkan salah atau benar, tapi yang mereka pikirkan hanyalah kepuasan dirinya sendiri. Ironisnya, pada diri mereka sudah tidak ada lagi rasa malu, bahkan mereka merasa bangga apabila sudah melakukan perbuatan yang diharamkan oleh agama (perbuatan zina), kemudian divideokan dan menyebarkannya melalui internet. Perbuatan tersebut sungguh tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia, karena bangsa Indonesia menganut adat istiadat timur yang menganggap seks sebagai hal yang sakral.
b. Narkoba. Narkotika dan obat-obatan berbahaya, tidak lain adalah bom waktu yang siap menghancurkan generasi-generasi penerus. Hal ini terbukti dari beberapa informasi yang menyatakan bahwa para siswa SD pun sudah mulai mengkonsumsi zat haram tersebut. Lalu bagaimana nasib masyarakat kita nantinya jika para generasi muda telah mengalami ketergantungan pada narkoba? Namun, tidak hanya kalangan para pelajar saja yang mengalami hal demikian. Narkoba memang sudah menjadi gaya hidup bagi kebanyakan orang. Mulai dari kalangan penjabat, pengusaha, artis, seniman dan pengangguran. Alasan mereka mengkonsumsi barang haram tersebut adalah untuk mencari kenikmatan dan kesenangan. Narkoba menjadi barang pelarian dari setiap masalah yang mereka hadapi. Tujuannya agar mereka tidak dirundung kesedihan dan akhirnya diliputi dengan suasana senang dan nikmat.
2. Tawuran
Saat ini tawuran sudah menjadi tren di kalangan sebagian remaja. Mereka merasa senang sekali jika melakukan perbuatan anarkis, memperdaya dan menganiaya orang lain. Dalam dirinya sifat empati dan simpati sudah hilang. Apalagi sikap saling menghargai dan solidaritas. Hal ini disebabkan karena mereka selalu mempertimbangkan untung dan rugi dalam bersosialisasi dan bermasyarakat.