Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.
Konjungsi terdiri atas beberapa jenis, yaitu konjungsi antarkalimat, konjungsi subordinatif, dan konjungsi korelatif.
Konjungsi antarkalimat merupakan konjungsi atau kata sambung yang menghubungkan antara kalimat satu dengan kalimat lain. Konjungsi ini selalu memulai kalimat baru. Konjungsi antarkalimat terdiri atas beberapa jenis. Jenis-jenis konjungsi antarkalimat sebagai berikut.
- Konjungsi yang menyatakan lanjutan peristiwa: selanjutnya, setelah itu, sesudah itu.
- Konjungsi yang menyatakan pertentangan dalam gagasan: walaupun demikian, meskipun demikian, dan biarpun demikian.
- Konjungsi yang menyatakan keadaan yang sebenarnya: sesunggguhnya dan bahwasanya.
- Konjungsi yang menyatakan kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya: sebaliknya.
- Konjungsi yang menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya: namun dan akan tetapi.
- Konjungsi yang menyatakan konsekuensi: dengan demikian.
- Konjungsi yang menyatakan akibat: oleh karena itu dan oleh sebab itu.
- Konjungsi yang menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya: bahkan.
- Konjungsi yang menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya: sebelum itu.
Kalimat pada soal dapat digabungkan menjadi, "Bobi merakit mainan robot. Namun, Bobo tidak dapat merakitnya secara sempurna."
Namun merupakan konjungsi antarkalimat yang menunjukkan pertentangan atau perlawanan.
Dengan demikian, gabungan kalimat-kalimat tersebut adalah "Bobi merakit mainan robot. Namun, Bobo tidak dapat merakitnya secara sempurna."