Roboguru

Ekspedisi Demak berhasil menguasai Sunda Kelapa pada tahun 1527 dipimpin oleh....

Pertanyaan

Ekspedisi Demak berhasil menguasai Sunda Kelapa pada tahun 1527 dipimpin oleh....

  1. Fatahillah

  2. Pati Unus

  3. Raden Patah

  4. Sultan Trenggono

  5. Arya Penangsang

Pembahasan Soal:

Pada 22 Juni 1527,pasukan gabungan Kesultanan Demak-Cirebon dibawah pimpinan Fatahillah menyerang dan berhasil menguasai Sunda Kelapa dan merubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta. Peristiwa ini kemudian diingat sebagai ulang tahun Kota Jakarta.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Pada tahun 1526 dan 1527, Kesultanan Demak menyerang Sunda Kelapa yang saat itu dikuasai Kerajaan Padjajaran yang bercorak Hindu. Faktor sosial-budaya yang ikut melatarbelakangi serangan Kesultanan De...

Pembahasan Soal:

Khawatir akan ekspansi Portugis di Pulau Jawa, Demak yang saat itu dipimpin oleh Sultan Trenggono terlebih dahulu menyerang Sunda Kelapa pada tahun 1526 dan berhasil menguasainya. Pada 1527, tanpa menyadari terjadi perubahan kekuasaan di Sunda Kelapa, bangsa Portugis tiba untuk membangun benteng. Selanjutnya, Demak di bawah pimpinan Fatahillah berhasil mengusir bangsa Portugis. Atas kemenangan itu, Fatahillah mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta yang berarti kemenangan yang gemilang. Dari penjelasan berikut maka faktor sosial-budaya yang ikut melatarbelakangi serangan Kesultanan Demak ke Sunda Kelapa adalah adanya kekhawatiran ekspansi Porrugis ke wilayah-wilayah kekuasaan Demak.

0

Roboguru

Alasan utama yang melatarbelakangi Kesultanan Demak menyerang Sunda Kelapa adalah...

Pembahasan Soal:

Perjanjian yang dilakukan oleh Portugis dan Kerajaan Pajajaran merugikan Kesultanan Demak. Pada naskah Carita Parahyangan diceritakan bahwa Surawisesa (Raja Pajajaran) melakukan perang sebanyak 15 kali sebagai upaya untuk mempertahankan wilayahnya terutama yang berada di pesisir utara Jawa dari ekspansi yang dilakukan oleh Demak dan Cirebon. Perjanjian antara Kerajaan Pajajaran dan Portugis merugikan kerajaan Demak karena jika Malaka sebagai pelabuhan utama dari perdagangan Nusantara sudah dikuasai Portugis. Selat Malaka merupakan pintu masuk perairan Nusantara di bagian Utara, jika Sunda Kelapa dikuasai Portugis maka jalur perdagangan Demak terputus karena perjanjian antara Portugis dan Kerajaan Pajajaran. Melihat ancaman ini maka Sultan Trenggana mengirimkan armada yang dipimpin oleh Senapaati Demak yaitu Fatahillah.

0

Roboguru

Tokoh utama yang memimpin ekspansi Demak ke Sunda Kelapa pada tahun 1526 adalah….

Pembahasan Soal:

ada tahun 1526 Kesultanan Demak memutuskan untuk menyerang Pelabuhan Sunda Kelapa.  Pada tahun 1526 Kesultanan Demak dipimpin oleh Sultan Trenggono dalam serangan itu, Sultan Trenggono mengutus panglima perangnya, yaitu Fatahillah. Kesultanan Demak memiliki keunggulan dari jumlah pasukan yang besar. Pasukan ini didapatkan atas bantuan dari Cirebon. Pasukan yang melakukan penyerangan ini adalah pasukan gabungan antara Demak dan Cirebon. Fatahillah mendapatkan perintah dari Sultan Trenggono untuk tidak langsung menyerang Pelabuhan Sunda Kelapa. Maka, strategi yang dilakukan adalah menguasai Pelabuhan Banten terlebih dahulu, alasannya karena Kerajaan Pajajaran memiliki dua pelabuhan yaitu :Pelabuhan Sunda Kelapa dan Pelabuhan Banten. Pelabuhan Banten letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Kedua pelabuhan ini adalah pelabuhan yang strategis karena letaknya berdekatan dengan Selat Sunda. Maka dari itu, jika Pelabuhan Banten dapat direbut, berarti Kerajaan Pajajaran kehilangan salah satu sumber ekonominya. 
 

0

Roboguru

Ekspedisi Demak berhasil menguasai Sunda Kelapa pada tahun 1527 dipimpin oleh ...

Pembahasan Soal:

Sunda Kelapa merupakan nama salah satu pelabuhan tertua yang ada di Indonesia, dan merupakan cikal bakal lahirnya Kota Jakarta. Sejarah pelabuhan ini sejatinya telah eksis dari abad ke-5 masehi ketika wilayah tersebut dikuasai oleh Kerajaan Tarumanegara. Meski demikian, sejak abad ke-12 masehi ketika Kerajaan Sunda berhasil menguasai Sunda Kelapa, pelabuhan ini berkembang menjadi salah satu pelabuhan yang penting, mengingat posisinya yang strategis di Pulau Jawa, sehingga jalur perdagangan yang melibatkan bangsa Arab, India, Tiongkok dan Portugis menjadikan pelabuhan ini sebagai salah satu perhatiannya. Portugis misalnya, yang menjalin hubungan dengan Kerajaan Sunda sehingga dapat memanfaatkan pelabuhan ini sebagai tempat kepentingan mereka dalam perdagangan di Nusantara.
Melihat hubungan antara Kerajaan Sunda dan Portugis, Kesultanan Demak melihat itu sebagai ancaman atas eksistensi mereka. Sebab itu, pada 22 Juni 1527, sebuah pasukan yang dipimpin oleh Fatahillah menyerang dan berhasil menguasai Sunda Kelapa. Atas kemenangan gemilang itu, pelabuhan yang semula bernama Sunda Kelapa diganti nama menjadi Jayakarta dan diperingati sebagai ulang tahun Kota Jakarta. 

Dengan demikian, opsi jawaban benar adalah A.
 

1

Roboguru

Penyerangan Batavia pada tahun 1628 dan 1629 diadakan pada masa ...

Pembahasan Soal:

Pada tahun 1619, ketika VOC berhasil menguasai Jayakarta dan kemudian diganti namanya dengan Batavia, membuat salah satu penguasa Kesultanan Mataram Islam, yakni Sultan Agung cemas. Beberapa hal yang membuat kecemasan itu muncul diantaranya: (1) kekhawatiran penguasaan VOC atas jalur perdagangan di pesisir Utara Jawa, dan (2) menghalangi ambisi Sultan Agung untuk menancapkan kekuasaan Mataram di seluruh Pulau Jawa. 
 Sejatinya hubungan diplomatik antara Sultan Agung dan VOC terjalin cukup erat, hal ini berkaitan dengan saling kirimnya duta perwakilan, akan tetapi hubungan keduanya putus setelah VOC menolak untuk memberikan bantuan kepada Mataram yang ketika itu sedang ada perang dengan Kerajaan Surabaya. Dari sini lah, keinginan Sultan Agung untuk mengusir VOC muncul, selain untuk kepentingan perluasan wilayahnya, juga ada keinginan untuk mengusir VOC dari Pulau Jawa. 
Pada tahun 1628, Sultan Agung mengirimkan utusan untuk menyampaikan tawaran damai dengan syarat-syarat perdamaian dari Mataram, namun usulan itu ditolak oleh VOC, sehingga keputusan untuk menyerang VOC di Batavia muncul pada tahun 1628-1629 dari Sultan Agung. 

Jadi, opsi jawaban benar adalah B.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved