Roboguru

Diketahui gen H (hitam) epistasis terhadap gen K (kuning) yang hipostasis, sedangkan masing-masing dominan terhadap alelnya putih (h dan k). Persilangan tanaman kacang kulit hitam (Hhkk)  dengan tanaman kacang kulit kuning (hhKk) akan menghasilkan keturunan kacang kulit putih sebesar...

Pertanyaan

Diketahui gen H (hitam) epistasis terhadap gen K (kuning) yang hipostasis, sedangkan masing-masing dominan terhadap alelnya putih (h dan k). Persilangan tanaman kacang kulit hitam (Hhkk)  dengan tanaman kacang kulit kuning (hhKk) akan menghasilkan keturunan kacang kulit putih sebesar...undefined 

  1. 100%

  2. 75%

  3. 50%

  4. 25%

  5. 0%

Pembahasan Soal:

Berdasarkan informasi pada soal, sifat warna hitam epistasis terhadap warna kuning berarti jika alel dominan H berada bersama dengan alel dominan K maka kacang tersebut tetap berwarna hitam. Genotip kacang warna putih yang mungkin adalah resesif homozigot untuk kedua gen (h dan k). Dengan demikian, dapat dibuat diagram persilangan dari gamet-gamet yang mungkin dihasilkan:

gamet Hk hk
hK HhKk (hitam) hhKk (kuning)
hk Hhkk (hitam) hhkk (putih)

Berdasarkan diagram persilangan tersebut, peluang munculnya keturunan kacang kerwarna kulit putih adalah 25%. Dengan demikian, jawaban benar adalah D.undefined 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Acfreelance

Terakhir diupdate 14 Agustus 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Tuliskan kasus-kasus yang merupakan contoh penyimpangan semu hukum Mendel!

Pembahasan Soal:

Penyimpangan semu hukum Mendel adalah penyimpangan yang tidak keluar dari aturan hukum Mendel, meskipun terjadi perubahan rasio F2-nya karena gen merniliki sifat berbeda-beda. Pada penyimpagan semu hukum Mendel, terjadinya suatu kerja sama berbagai sifat yang memberikan fenotipe berlainan, tetapi masih mengikuti hukum-hukum perbandingan genotipe dari Mendel. Peristiwa yang dikategorikan sebagai· penyimpangan semu hukum Mendel, yaitu atavisme (interaksi), kriptomeri, epistasis dan hipostasis, komplementer, serta polimeri.space  

0

Roboguru

... merupakan peristiwa suatu gen mengalahkan ekspresi gen lain yang bukan alelnya.

Pembahasan Soal:

Epistasis merupakan salah satu contoh penyimpangan semu hukum mendel. Epistasis merupakan peristiwa suatu gen mengalahkan ekspresi gen lain yang bukan alelnya. Epistasis menutup gen yang disebut hipostasis.space 

0

Roboguru

Pada peristiwa epistasis dan hipostasis terjadi suatu faktor dominan tertutup atau menutupi. Hal ini disebabkan oleh. . . .

Pembahasan Soal:

Epistasis dan hipostasis merupakan interaksi yang berlangsung pada fenotip yang dihasilkan oleh dua gen. Kedua gen bekerja menghasilkan fenotip yang berbeda, tetapi fenotip dari salah satu gen yang dominan dapat menutupi penampakan dari fenotip yang dihasilkan oleh gen dominan yang lain apabila kedua gen hadir bersama. Gen dominan yang menutupi gen dominan yang lain disebut epistasis, sedangkan gen yang tertutupi disebut hipostatis.space space  

0

Roboguru

Berikut ini merupakan contoh dari persilangan gen penghambat yaitu….

Pembahasan Soal:

Contoh persilangan gen penghambat dapat kita temukan pada warna daun padi. warna daun padi tersebut diatur oleh gen P dan gen I. Warna ungu diatur oleh gen P dan warna hijau muncul ketika ada gen yang menghambat ekspresi warna ungu, yang dinotasikan dengan gen I. Sehingga ketika ada Gen P dan gen I bertemu maka warna ungu akan terhambat sehingga warna hijau akan muncul.Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C.

0

Roboguru

Persilangan ayam leghorn warna putih (IICC) dengan ayam white silkie warna putih (iicc) menghasilkan keturunan F1 ayam berwarna putih (IiCc). Jika diketahui bahwa alel I adalah gen penghambat, dan F1 ...

Pembahasan Soal:

Karena alel I akan menghambat pengeluaran warna dari alel C, maka I-C- adalah putih, I-cc adalah putih karena alel c tidak mengeluarkan warna, sedangkan iiC- adalah berwarna karena tidak ada alel I maka warna dari alel C akan keluar. Persilangan antara ayam berwarna putih (IiCc) dengan sesamanya akan menghasilkan keturunan sebagai berikut :

I-C- : putih          : 9

I-cc : putih          : 3

iiC- : berwarna   : 3

iicc : putih 2       : 1

Persilangan tersebut menghasilkan perbandingan fenotip F2 yaitu putih : berwarna = 13 : 3. Persentase fenotip keturunan ayam berwarna dapat dihitung dengan rumus jumlah kemungkinan ayam berwarna (iiC-) dibagi total seluruh kemungkinan yaitu 16 dan dikali 100%. Persentase fenotip keturunan ayam berwarna yaitu 3/16 x 100% = 18,75%. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved