Iklan

Pertanyaan

Diisopropilfluorofosfat (DFP) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai insektisida. Jika masuk ke tubuh, DFP dapat menghambat kerja enzim asetilkolin-esterase yang terdapat dalam transmisi impuls saraf. Efek dari keberadaan inhibitor tersebut terhadap tubuh adalah ....

Diisopropilfluorofosfat (DFP) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai insektisida. Jika masuk ke tubuh, DFP dapat menghambat kerja enzim asetilkolin-esterase yang terdapat dalam transmisi impuls saraf. Efek dari keberadaan inhibitor tersebut terhadap tubuh adalah ....space 

  1. menimbulkan rasa kantukspace 

  2. membuat tubuh terasa lemasspace 

  3. memicu pusing dan mualspace 

  4. menyebabkan kejang ototspace 

  5. menurunkan kecerdasanspace 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

06

:

32

:

33

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

pilihan jawaban yang tepat adalah C.

pilihan jawaban yang tepat adalah C.space 

Pembahasan

Pembahasan
lock

Inhibitor merupakan zat yang dapat menghambat kerja enzim. Bersifat reversible dan irreversible. Inhibitor reversible dibedakan menjadi inhibitor kompetitif dan nonkompetitif. Sedangkan inhibitor irreversible berikatan dengan sisi aktif enzim secara kuat sehingga tidak dapat terlepas. Enzim menjadi tidak aktif dan tidak dapat kembali seperti semula ( irreversible ). Contohnya, diisopropilfluorofosfat yang menghambat kerja asetilkolin-esterase. Pestisida dapat didefinisikan sebagai semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk memberantas atau mencegah hama-hama dan penyakit-penyakit yang merusak tanaman.Berdasarkan jenis bentuk kimianya, pestisida golongan insektisida dapat dikelompokkan menjadi organofosfat, karbamat, organoklorin, dan pyretroid. Pestisida golongan organofosfat merupakan insektisida yang banyak digunakan. Pestisida golongan ini mempunyai sifat salah satunya yaitu menghambat fungsi enzim kolinesterase . Organofosfat menghambat aksi pseudokolinesterase dalam plasma dan kolinesterase dalam sel darah merah dan pada sinapsnya. Asetilkolin secara normal dihidrolisis oleh enzim tersebut menjadi asetat dan kolin. Saat enzim ini dihambat, jumlah asetilkolin meningkat dan berikatan pada reseptor muskarinik dan nikotinik pada sistem saraf pusat dan perifer. Hal tersebut menyebabkan timbulnya gejala keracunan yang berpengaruh pada seluruh bagian tubuh. Salah satu masalah utama yang berkaitan dengan keracunan pestisida adalah gejala dan tanda keracunan umumnya tidak spesifik bahkan cenderung menyerupai gejala penyakit biasa seperti mual, pusing, dan lemah sehingga oleh masyarakat dianggap sebagai suatu penyakit yang tidak memerlukan terapi khusus. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C.

Inhibitor merupakan zat yang dapat menghambat kerja enzim. Bersifat reversible dan irreversible. Inhibitor reversible dibedakan menjadi inhibitor kompetitif dan nonkompetitif. Sedangkan inhibitor irreversible berikatan dengan sisi aktif enzim secara kuat sehingga tidak dapat terlepas. Enzim menjadi tidak aktif dan tidak dapat kembali seperti semula (irreversible). Contohnya, diisopropilfluorofosfat yang menghambat kerja asetilkolin-esterase.

Pestisida dapat didefinisikan sebagai semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk memberantas atau mencegah hama-hama dan penyakit-penyakit yang merusak tanaman. Berdasarkan jenis bentuk kimianya, pestisida golongan insektisida dapat dikelompokkan menjadi organofosfat, karbamat, organoklorin, dan pyretroid. Pestisida golongan organofosfat merupakan insektisida yang banyak digunakan. Pestisida golongan ini mempunyai sifat salah satunya yaitu menghambat fungsi enzim kolinesterase.

Organofosfat menghambat aksi pseudokolinesterase dalam plasma dan kolinesterase dalam sel darah merah dan pada sinapsnya. Asetilkolin secara normal dihidrolisis oleh enzim tersebut menjadi asetat dan kolin. Saat enzim ini dihambat, jumlah asetilkolin meningkat dan berikatan pada reseptor muskarinik dan nikotinik pada sistem saraf pusat dan perifer. Hal tersebut menyebabkan timbulnya gejala keracunan yang berpengaruh pada seluruh bagian tubuh.

Salah satu masalah utama yang berkaitan dengan keracunan pestisida adalah gejala dan tanda keracunan umumnya tidak spesifik bahkan cenderung menyerupai gejala penyakit biasa seperti mual, pusing, dan lemah sehingga oleh masyarakat dianggap sebagai suatu penyakit yang tidak memerlukan terapi khusus.space 

Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C.space 

Buka akses jawaban yang telah terverifikasi

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!