Iklan
Pertanyaan
Jakarta kembali berulang tahun. Kota tua yang terus berkembang ini, mau tidak mau akan menggusur penduduk asli orang Betawi terpinggirkan. Lalu, apakah etnis Betawi akan hilang tertelan perkembangan zaman?
Seorang Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia, Yasmine Zaki Shahab yakin bahwa kelompok etnis Betawi budayanya akan terus berkembang, dan tetap eksis dengan wajah yang baru. Menurutnya, etnis dan budaya Betawi tidak akan hi lang, malah akan makin kuat. Antropologi FISIP Ul kelahiran 1 Desember 1948 ini tidak hanya paham sejarah dan budaya Betawi, dia juga merasakan masa-masa ketika kota ini belum berkembang seperti sekarang. Budaya Betawi disebutnya sangat hidup. "Bahkan saya melihat, sebenarnya dia muncul dan mulai mendominasi banyak hal".
Masih menurut Yasmine Zaki Shahab, bila melihat wilayah penyebaran orang Betawi dan kebudayaan Betawi, otomatis kita harus melihat sejarah perubahan administratif. Orang sering mengacaukan antara batasan administratif dengan batasan kebudayaan dan batasan etnis. Batasan administratif digunakan untuk kebutuhan pemerintahan, sedangkan batasan etnis dan batasan kebudayaan harus dilihat dari sejarah perkembangan etnis tersebut.
Pada zaman dahulu wilayah, administratif Batavia mencakup Bogar, Tangerang, dan Bekasi. Namun, saat ini Jakarta lebih terbatas menjadi daerah administrasi yang berdiri sendiri. Dahulu, kampung-kampung Betawi ada di mana-mana. Namun, sebagai gejala kehidupan modern, hal-hal fisik yang tadinya ada, lalu hilang karena pengaruh modernisasi, dengan demikian akan muncul wadah baru.
Kalau dulu mau mencari orang Betawi mesti mencari lokasinya, sekarang tidak ada, diganti oleh organisasi. Carilah Orang Betawi, tidak lagi berdasarkan geografi, tapi berdasarkan organisasi. Jadi, bila dikatakan orang Betawi hilang, secara geografi memang benar. Namun, ada wadah baru dan itu terjadi di mana-mana. Ketika terjadi urbanisasi, modernisasi, timbullah organisasiorganisasi sosial yang menampung fungsi lama dari etnik.
Di bawah ini adalah perbedaan ciri masyarakat desa dan kota menurut Talcott Parson, kecuali …
afektivitas dan realistis
orientasi kolektif dan orientasi diri
universalisme dan partikularisme
askripsi dan prestasi
diffuseness dan spesivitas
Iklan
K. Putri
Master Teacher
Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Ganesha
1
0.0 (0 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia