Iklan

Pertanyaan

Ekonomi kreatif adalah gelombang ekonomi baru yang lahir ada awal abad ke-21. Gelombang ekonomi baru ini mengutamakan intelektual sebagai kekayaan yang dapat menciptakan uang, kesempatan kerja, pendapatan, dan kesejahteraan. Inti dari ekonomi kreatif teretak pada indusri kreatif, yaitu Industi yang digerakkan oleh para kreator dan innovator. Rahasia ekonomi kreatif terletak pada kreativitas dan keinovasian.

Begitu juga di Indonesia. Saat ini, ekonomi kreatif selalu ramai apalagi setelah mengetahui betapa besarnya sumbangan industri ekonomi kreatif seperti seni, musik, fashion, dan periklanan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya, industri ekonomi kreatif ini merupakan hasil dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu. undefined

Deskripsikan hambatan-hambatan yang dialami pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif!

Deskripsikan hambatan-hambatan yang dialami pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif! undefined

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

12

:

04

:

39

Klaim

Iklan

S. Anugrah

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Atma Jaya

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Faktor kendala Ekonomi Kreatif: Bahan Baku Faktor penyediaan bahan baku yang masih sulit untuk diperoleh pelaku usaha ini menjadikan kedala pertama yang harus dihadapi. Penyediaan bahan baku ini sering kali terkendala dari perijinan Pemerintah Daerah yang kerap berubah-ubah sehingga sangat sulit mendapatkan kepastian. Teknologi Permasalahan kedua yang menjadi kendala ekonomi kreatif dan menghantui pelaku usaha berskala kecil adalah teknologi. Dengan adanya pandemi corona atau Covid-19 ini, pemasaran secara konvensional sangat dibatasi sehingga diperlukan jembatan pemasaran secara digital seperti marketplace. Sarana marketplacenya memang sudah ada dan banyak, hanya tinggal menyebarkan dan pengenalan kepada pelaku usaha yang di pelosok yang masih perlu menjadi perhatian. Permodalan Tidak hanya itu saja yang menjadi kendala, persaingan pelaku usaha ekonomi kreatif pun terutama yang baru merintis maupun yang berskala kecil apalagi berada di pelosok. Sangat sulit mendapatkan akses permodalan sehingga sangat sulit mengembangkan usaha nya agar bisa lebih efektif dan effisien. Pelaku usaha yang baru merintis atau berskala kecil kerap kali tergerus dengan unit usaha yang lebih besar dan lebih lama. Hal ini di karenakan jalur distribusinya sudah lancar dan juga dengan modal yang cukup tentunya bisa memproduksi lebih banyak dan memangkas biaya usaha. Dengan adanya produksi masal dalam jumlah besar dan kemajuan teknologi yang digunakan, tentunya akan memberikan daya saing berupa harga yang lebih murah dengan kualitas yang lebih baik. Beberapa contoh ekonomi kreatif yang populer dan bisa dikembangkan di Indonesia beraneka ragam, dari produksi film pendek, kuliner, fashion hingga produk daur ulang. Hak Cipta Hasil karya pemikiran dari pelaku usaha ini perlu dihargai dengan diberikan perlindungan hak cipta yang masih merupakan salah satu kendala ekonomi kreatif di Indonesia. Sulitnya mengurus dan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya perlindungan hak cipta membuat seringkali hasil produksi UMKM atau unit usaha berskala kecil dengan mudahnya ditiru dan dicuri ide kreatifnya oleh perusahaan besar yang kemudian langsung mematenkan produk hasil contekan itu. Tindakan ini tentunya akan merugikan secara langsung terhadap pelaku usaha kecil, karena di samping sudah tidak bisa lagi memproduksi produk yang sama pihaknya juga tidak bisa lagi mengembangkan usahanya karena sudah milik usaha orang lain dan cenderung akan bermasalah dengan hukum. Ruang Publik Tidak saja berhenti di situ kendala ekonomi kreatif di Indonesia, pelaku usaha memerlukan adanya ruang publik untuk mempromosikan atau memajang hasil karya nya dengan tanpa modal yang besar atau bahkan gratis. Permasalahan dari bahan baku, teknologi, permodalan, perlindungan hak cipta hingga ketersediaan ruang publik ini lah yang harus segera dipecahkan agar tidak ada lagi hambatan yang harus dihadapi oleh pelaku usaha tersebut.

Faktor kendala Ekonomi Kreatif:

  1. Bahan Baku
    Faktor penyediaan bahan baku yang masih sulit untuk diperoleh pelaku usaha ini menjadikan kedala pertama yang harus dihadapi. Penyediaan bahan baku ini sering kali terkendala dari perijinan Pemerintah Daerah yang kerap berubah-ubah sehingga sangat sulit mendapatkan kepastian.
     
  2. Teknologi
    Permasalahan kedua yang menjadi kendala ekonomi kreatif dan menghantui pelaku usaha berskala kecil adalah teknologi. Dengan adanya pandemi corona atau Covid-19 ini, pemasaran secara konvensional sangat dibatasi sehingga diperlukan jembatan pemasaran secara digital seperti marketplace. Sarana marketplacenya memang sudah ada dan banyak, hanya tinggal menyebarkan dan pengenalan kepada pelaku usaha yang di pelosok yang masih perlu menjadi perhatian.
     
  3. Permodalan
    Tidak hanya itu saja yang menjadi kendala, persaingan pelaku usaha ekonomi kreatif pun terutama yang baru merintis maupun yang berskala kecil apalagi berada di pelosok. Sangat sulit mendapatkan akses permodalan sehingga sangat sulit mengembangkan usaha nya agar bisa lebih efektif dan effisien. Pelaku usaha yang baru merintis atau berskala kecil kerap kali tergerus dengan unit usaha yang lebih besar dan lebih lama. Hal ini di karenakan jalur distribusinya sudah lancar dan juga dengan modal yang cukup tentunya bisa memproduksi lebih banyak dan memangkas biaya usaha. Dengan adanya produksi masal dalam jumlah besar dan kemajuan teknologi yang digunakan, tentunya akan memberikan daya saing berupa harga yang lebih murah dengan kualitas yang lebih baik. Beberapa contoh ekonomi kreatif yang populer dan bisa dikembangkan di Indonesia beraneka ragam, dari produksi film pendek, kuliner, fashion hingga produk daur ulang.
     
  4. Hak Cipta
    Hasil karya pemikiran dari pelaku usaha ini perlu dihargai dengan diberikan perlindungan hak cipta yang masih merupakan salah satu kendala ekonomi kreatif di Indonesia. Sulitnya mengurus dan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya perlindungan hak cipta membuat seringkali hasil produksi UMKM atau unit usaha berskala kecil dengan mudahnya ditiru dan dicuri ide kreatifnya oleh perusahaan besar yang kemudian langsung mematenkan produk hasil contekan itu. Tindakan ini tentunya akan merugikan secara langsung terhadap pelaku usaha kecil, karena di samping sudah tidak bisa lagi memproduksi produk yang sama pihaknya juga tidak bisa lagi mengembangkan usahanya karena sudah milik usaha orang lain dan cenderung akan bermasalah dengan hukum.
     
  5. Ruang Publik
    Tidak saja berhenti di situ kendala ekonomi kreatif di Indonesia, pelaku usaha memerlukan adanya ruang publik untuk mempromosikan atau memajang hasil karya nya dengan tanpa modal yang besar atau bahkan gratis. Permasalahan dari bahan baku, teknologi, permodalan, perlindungan hak cipta hingga ketersediaan ruang publik ini lah yang harus segera dipecahkan agar tidak ada lagi hambatan yang harus dihadapi oleh pelaku usaha tersebut. space space

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Iklan

Pertanyaan serupa

Kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru disebut ….

9

3.5

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia