Roboguru

Dari unsur dengan nomor atom: Ti = 22, V = 23, Cr = 24, Mn = 25, dan Fe = 26, yang memiliki jumlah elektron tak berpasangan paling banyak adalah ...

Pertanyaan

Dari unsur dengan nomor atom: Ti = 22, V = 23, Cr = 24, Mn = 25, dan Fe = 26, yang memiliki jumlah elektron tak berpasangan paling banyak adalah ...

  1. Ti

  2. V

  3. Cr

  4. Mn

  5. Fe

Pembahasan Soal:

Konfigurasi elektron menyatakan susunan elektron-elektron pada suatu atom. Jumlah elektron tidak berpasangan pada suatu atom dapat ditentukan menggunakan diagram orbital atau diagram elektron, yaitu susunan orbital-orbital dalam satu subkulit.

Pembuatan diagram orbital perlu memerhatikan kaidah Hund. Menurut Hund, pada pengisian orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama, yaitu orbital-orbital dalam satu subkulit, mula-mula elektron akan menempati orbital secara sendiri-sendiri dengan spin yang paralel, baru kemudian berpasangan.

  • Ti

    22Ti:[Ar]4s23d2↑↓ 

    Jumlah elektron tidak berpasangan = 2
     
  • V
    23V:[Ar]4s23d3↑↓ 

    Jumlah elektron tidak berpasangan = 3
     
  • Cr
    24Cr:[Ar]4s13d5 

    Jumlah elektron tidak berpasangan = 6
     
  • Mn
    25Mn:[Ar]4s23d5↑↓

    Jumlah elektron tidak berpasangan = 5
     
  • Fe
    26Fe:[Ar]4s23d6↑↓↑↓ 

    Jumlah elektron tidak berpasangan = 4


Jadi, jawaban yang tepat adalah C.space space space

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

N. Agnia

Mahasiswa/Alumni Institut Pertanian Bogor

Terakhir diupdate 11 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Dari unsur dengan nomor atom: Ti = 22, V = 23, Cr = 24, Mn = 25, dan Fe = 26, ion yang paling bersifat paramagnetik adalah ...

Pembahasan Soal:

Sifat magnetik suatu logam ditentukan oleh elektron tak berpasangan. Jika terdapat elektron tak berpasangan, maka logam dikatakan bersifat paramagnetik, sedangkan jika seluruh elektronnya berpasangan, maka logam dikatakan bersifat diamagnetik.

Jumlah elektron tidak berpasangan pada suatu atom dapat ditentukan menggunakan diagram orbital atau diagram elektron, yaitu susunan orbital-orbital dalam satu subkulit.

Pembuatan diagram orbital perlu memerhatikan kaidah Hund. Menurut Hund, pada pengisian orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama, yaitu orbital-orbital dalam satu subkulit, mula-mula elektron akan menempati orbital secara sendiri-sendiri dengan spin yang paralel, baru kemudian berpasangan.

  • Ti

    22Ti:[Ar]4s23d2↑↓ 

    Jumlah elektron tidak berpasangan = 2
     
  • V
    23V:[Ar]4s23d3↑↓ 

    Jumlah elektron tidak berpasangan = 3
     
  • Cr
    24Cr:[Ar]4s13d5 

    Jumlah elektron tidak berpasangan = 6
     
  • Mn
    25Mn:[Ar]4s23d5↑↓

    Jumlah elektron tidak berpasangan = 5
     
  • Fe
    26Fe:[Ar]4s23d6↑↓↑↓ 

    Jumlah elektron tidak berpasangan = 4

Semakin banyak elektron tak berpasangan, makin paramagnetik logam transisinya. Dari kelima logam di atas, Cr mempunyai elektron tak berpasangan paling banyak, sehingga Cr lebih bersifat paramagnetik dibanding logam lainnya.


Jadi, logam transisi atau logam pada ion kompleks yang paling bersifat paramagnetik adalah krom (Cr).space space space

0

Roboguru

Ion  dan  tidak berwama karena orbital s dan d-nya tidak terisi elektron. Benarkah demikian?

Pembahasan Soal:

Adanya elektron yang tidak berpasangan pada subkulit d yang dapat mengalami pemecahan (splitting) dengan tingkat energi berbeda menyebabkan ion unsur transisi berwarna.

Apabila disinari cahaya akan terjadi eksitasi elektron dari tingkat energi rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi dan terjadi pelepasan energi kembali pada saat elektron deeksitasi, dimana perubahan tingkat energinya setara dengan energi cahaya tampak sehingga dapat terlihat sebagai warna-warni pada larutannya.

Konfigurasi elektron ion Sc to the power of 3 plus sign dan Cu to the power of plus sign yaitu:


Sc presubscript 21 equals open square brackets Ar close square brackets space 4 italic s squared space 3 italic d to the power of 1 space space rightwards arrow space space Sc to the power of 3 plus sign equals open square brackets Ar close square brackets space 4 italic s to the power of 0 space 3 italic d to the power of 0 Cu presubscript 29 equals open square brackets Ar close square brackets space 4 italic s to the power of 1 space 3 italic d to the power of 10 space space rightwards arrow space space Cu to the power of plus sign equals open square brackets Ar close square brackets space 4 italic s to the power of 0 space 3 italic d to the power of 10


Dari konfigurasi elektron diatas, dapat disimpulkan bahwa pada ion Sc to the power of 3 plus sign orbital d-nya kosong / tidak terisi elektron, sementara pada ion Cu to the power of plus sign orbital d terisi elektron penuh sehingga tidak terjadi peralihan elektron pada kedua ion.

Jadi, pernyataan di soal adalah kurang tepat. Penyebab ion Sc to the power of 3 plus sign tidak berwarna adalah karena orbital d-nya tidak terisi elektron, sedangkan penyebab ion Cu to the power of plus sign tidak berwarna adalah karena orbital d terisi elektron penuh.

0

Roboguru

Jelaskan pengertian unsur transisi ditinjau dari hal berikut! Konfigurasi elektron

Pembahasan Soal:

Unsur transisi merupakan unsur-unsur yang terletak pada golongan B (golongan transisi) dalam tabel periodik unsur. Unsur-unsur yang berada pada golongan B memiliki memiliki konfigurasi elektron yang berakhir pada subkulit d, sehingga elektron valensinya nsx(n1)dy, dimana n menunjukkan kulit terluar.

Perhatikan konfigurasi elektron terluar dari unsur logam golongan transisi yang berada di periode 4 berikut.

Jadi, unsur transisi adalah unsur-unsur yang memiliki konfigurasi elektron yang berakhir pada nsx(n1)dy.

0

Roboguru

Diketahui nomor atom dari Cr dan Cu berturut-turut adalah 24 dan 29. Tuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital dari spesi berikut. .

Pembahasan Soal:

undefined

 

begin mathsize 14px style Cu to the power of 2 plus sign space colon open parentheses Ar presubscript 18 close parentheses 3 d to the power of 9 end style

 

0

Roboguru

Ion Zn merupakan unsur transisi periode ke empat yang larutannya tidak berwarna, hal ini disebabkan ....

Pembahasan Soal:

Umumnya unsur-unsur transisi periode keempat membentuk senyawa berwarna, baik dalam bentuk padat maupun dalam larutan. Warna senyawa dari unsur transisi berkaitan dengan adanya subkulit d yang terisi tidak penuh. Ion Zn atau senyawa dari Zn to the power of 2 plus sign tidak berwarna karena elektron pada subkulit d terisi penuh. Berikut adalah konfigurasi dari unsur dan ion Zn.


table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell Zn presubscript 30 end cell equals cell open square brackets Ar close square brackets space 3 italic d to the power of 10 space 4 italic s squared end cell row cell Zn to the power of 2 plus sign end cell equals cell open square brackets Ar close square brackets space 3 italic d to the power of 10 end cell end table


Jadi, jawaban yang benar adalah A.space 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved