Sifat koligatif larutan merupakan sifat larutan yang tidak bergantung dari jenis zat terlarut melainkan hanya bergantung jumlah partikel terlarut dalam pelarut.
Larutan NaCl termasuk dalam larutan elektrolit karena molekulnya dapat terionisasi dalam larutan. Larutan glukosa termasuk dalam larutan non elektrolit karena molekul tidak dapat terionisasi dalam larutan. Melihat hal tersebut, titik didih kedua larutan sebagai berikut:
Menentukan molalitas larutan NaCl
m=Mr NaClmassa NaCl×massa pelarut1000m=53,5 gram5,35 gram×500 gram1000m=2 molal
Menentukan kenaikan titik didih
Reaksi NaCl saat dilarutkan ke dalam air
NaCl(s)→Na+(aq)+Cl−(aq)
Berdasarkan reaksi di atas, nilai n adalah 3. NaCl dapat terionisasi sempurna sehingga derajat ionisasinya adalah 1 dimana nilai i = n.
△Tb=m×Kb×i△Tb=2 molal ×0,52 ∘C×2△Tb=2,08 ∘C
Menentukan titik didih larutan
△Tb=Tb−Tb∘2,08 ∘C=Tb−100 ∘CTb=100 ∘C + 2,08 ∘CTb=102,08 ∘C
- Titik didih larutan glukosa
Menentukan molalitas larutan glukosa
m=Mr glukosamassa glukosa×massa pelarut1000m=180 gram18 gram×500 gram1000m=2 molal
Menentukan kenaikan titik didih
△Tb=m×Kb△Tb=2 molal ×0,52 ∘C△Tb=1,04 ∘C
Menentukan titik didih larutan
△Tb=Tb−Tb∘1,04 ∘C=Tb−100 ∘CTb=100 ∘C + 1,04 ∘CTb=101,04 ∘C
- Berdasarkan perhitungan di atas, titik didih larutan NaCl lebih tinggi daripada larutan larutan glukosa.
- Larutan NaCl memiliki jumlah partikel lebih banyak dibandingkan larutan glukosa. Ini disebabkan NaCl dapat terionisasi sempurna menjadi Na+ dan Cl−. Jumlah partikel yang semakin banyak menyebabkan pelarut semakin sulit untuk mengalami perubahan fase dari fase cair menjadi gas karena ion-ion penyusunnya berinteraksi dengan pelarut. Akibatnya larutan NaCl membutuhkan suhu yang lebih tinggi supaya molekul air mengalami perubahan fase.