Iklan

Pertanyaan

Cermati pantun berikut! Setali pembeli kemenyan sekupang pembeli pepaya sekali lancung ke ujian seumur hidup tidak dipercaya Ilustrasi yang tepat untuk bait pantun tersebut adalah...

Cermati pantun berikut!

Setali pembeli kemenyan

sekupang pembeli pepaya

sekali lancung ke ujian

seumur hidup tidak dipercaya

 

Ilustrasi yang tepat untuk bait pantun tersebut adalah...

  1. Ani, Budi, maaf ya, aku tidak bisa membawa contoh resensi. Kemarin aku harus mengantar mama ke rumah saudara, aku gabung saja ya ke dalam diskusi.

  2. Hei, Eli maaf ya, aku belum bisa mengembalikan bukumu. Belum selesai kubaca. Sehari lagi ya. Kan besok kita akan sama-sama menyusun resensi. Jadi, aku coba meringkas isinya. Bagianku kan?

  3. Aduh Cici, aku benar-benar sial deh. Padahal aku hanya menolong Dedi, habis dia tanya sih. Tapi ya ... risiko memberi tahu atau bertanya sama saja akibatnya. Dianggap melanggar tes.

  4. Fahmi, ingat kan dulu aku janji ke rumahmu? Tapi sampai sekarang belum kesampaian. Ada saja kegiatan. Setiap hari kita kan pulang sama-sama pukul 17.30, hampir maghrib. Mudah-mudahan yang besok Sabtu aku jadi ke rumahmu, kan ada tugas praktik berbalas pantun.

  5. Selamat siang Bu! Maaf Bu! Kemarin saya tidak bisa hadir mengikuti ulangan karena mengalami diare. Jadi, saya terpaksa memberi kabar melalui telepon karena tidak ada yang dapat memberi informasi ke sekolah. Saya mohon Ibu dapat memberi saya kesempatan untuk melakukan ulangan susulan.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

09

:

24

:

38

Klaim

Iklan

N. Juliana

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Isi dari pantun tersebut adalah “sekali lancung ke ujian seumur hidup tidak dipercaya” yang bermakna sekali saja berbuat curang dalam ujian, maka dianggap melanggar peraturan ujian. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka ilustrasi yang tepat untuk bait pantun tersebut adalah “Aduh Cici, aku benar-benar sial deh. Padahal aku hanya menolong Dedi, habis dia tanya sih. Tapi ya ... risiko memberi tahu atau bertanya sama saja akibatnya. Dianggap melanggar tes.”

Isi dari pantun tersebut adalah “sekali lancung ke ujian seumur hidup tidak dipercaya” yang bermakna sekali saja berbuat curang dalam ujian, maka dianggap melanggar peraturan ujian. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka ilustrasi yang tepat untuk bait pantun tersebut adalah “Aduh Cici, aku benar-benar sial deh. Padahal aku hanya menolong Dedi, habis dia tanya sih. Tapi ya ... risiko memberi tahu atau bertanya sama saja akibatnya. Dianggap melanggar tes.”

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Rina dan Tino main kejar-kejaran Rina berlari, Tino usil Yang terbaik telah dikerjakan .................................................... Larik yang tepat untuk melengkapi pantun ters...

1

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia